oleh

849 Situs Sebar Hoaks Soal Papua ke Medsos

LENTERA NEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendata distribusi berita atau berita bohong yang disebarkan ke akun media sosial (medsos). Hoaks inilah yang menimbulkan provokasi di Papua dan Papua Barat usai dugaan kasus umpatan rasial menimpa mahasiswa asal Bumi Cendrawasih. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu menyebut 33 item dan total 849 URL (situs) informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah disetujui, divalidasi, dan disetujui oleh Kemenkominfo hingga Jumat, 23 Agustus 2019 siang. “Ke – 33 items serta 849 URL konten hoaks dan provokatif ini disebarkan ke berbagai ribu pemilik akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube, “katanya pada wartawan, Jumat, 23 Agustus 2019. Kemenkominfo tetap mengimbau para warganet di seluruh Tanah Air untuk tidak membagikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan. Informasi tentang itu mempertimbangkan pertentangan dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA). “Tujuannya untuk mempercepat proses pengembalian keamanan dan ketertiban di Tanah Papua,” katanya. Kemenkominfo juga menerima pengaduan konten dari masyarakat melalui pesan WhatsApp di nomor 0811 922 4545 atau email di aduankonten@mail.kominfo.go.id dan juga melalui akun Twitter @aduankonten. “Pelapor hanya perlu melengkapi nama, kait pengaduan dan tangkapan layar atau tangkapan layar dari konten negatif yang ingin diadukan,” ucapnya. Sebelumnya, Kemenkominfo melanjutkan pemblokiran layanan data internet di Papua dan Papua Barat. Kemenkominfo belum bisa memastikan kapan pemblokiran itu disudahi. Sumber: Republika

Komentar