10.2 C
Munich
Kamis, Mei 28, 2020

Qimalaha Cup (QC) II: Laga 16 Besar Ricuh, Kades Wailukum Bersama timnya Tinggalkan Lapangan

Must read

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

LENTERA SPORT – Laga 16 besar, sepak bola antara Ps. Manitingting asal Desa Wailukum vs Jiko Monibar Fc asal Desa Soagimalaha pada Qimalaha Cup (QC) II yang dihelat di Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur ( Haltim ) berlangsung pada Senin, 25 Maret 2019, terjadi insiden perkelahian hingga pertandingan pun dihentikan sebelum laga berakhir.

Kericuhan terjadi pada babak kedua pertandingan itu, berawal dari aksi protes gol ketiga dari tim Jiko Monibar. Fc lantaran dianggap ofiside oleh pemain dan oficial asal tim Ps. Maniting – ting lalu terjadi pemukulan terhadap asisten wasit pada pertandingan tersebut. Akibatnya, sejumlah suporter pun turut ikut dalam inseden ini. Pihak Polres bersama panitia kegiatan tersebut ikut mengamankan hingga akhirnya wasit meniup fluit panjang tanda pertandingan berakhir dengan skor Jiko Monibar 3 – Maniting – ting 1.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Wailukum, Moh Kandung kepada reporter media ini mengatakan, dirinya menilai panitia khusnya di komite perwasitan telah berpihak kepada tim Jiko Monibar fc. asal Desa Soagimalaha sehingga ia merasa dirugikan. “Lesmen dianggap berpihah ke Jiko Monibar,” katanya.

“Saya kepala Desa wailukum bersama tim Ps Maniting-ting dan suporter bersepakat pulang meninggalkan lapangan pertandingan. Saya juga menganggap panitia dan Komite perwasitan tidak konsisten dalam sportifitas jalanya pertandingan,”tutupnya.

Rep: Ilham

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT — Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test pada...