Penerang Pembaca

Arsip 2015

Embun Pagi di Buttatoa

Bagikan :

Omdesa.id, SULSEL — Embun Pagi di kaki gunung Bawakaraeng, kampung Buttatoa Kelurahan Bulu’tana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa, memang berdeda dengan wilayah dataran tinggi lainnya di Kabupaten Gowa.

Suasananya yang sejuk di pagi hari, dengan udara yang tidak terlalu dingin di saat siang hari seperti dataran tinggi lainnya, daerah ini menghadirkan keteduhan yang menentramkan jiwa. Hal ini menjadi alasan banyak orang berkunjung ke Embun Pagi, baik sekedar menginap atau bahkan memiliki agenda khusus seperti latihan pramuka dan camping masiswa untuk tugas ilmiah.

Seperti Jum’at, 21 Novembe 2019 pukul 02:00 wita dini hari lalu, tim Omdesa.id bersama masiswa Sosiologi UIN Alauddin Makassar menempuh perjalanan 2 sampai 3 jam dari Makassar menuju lokasi Embun Pagi di Dataran Tinggi Kaputen Gowa tersebut.

Para masiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi menuju Embun Pagi dalam rangka melaksanakan acara “sosial camp” bersama masyarakat sekitar. Mereka memilih embun pagi, selain alasan sains yang difukuskan pada penelitian perubahan sosial elogi, pemilihan lokasi tersebut juga atas dasar sudah sering di jadikan tempat tujuan wisata perkemahan.

Menurut pengakuan Daeng Ngitung (43) salah seorang warga Embun Pagi, mulanya tempat yang sering dijadikan lokasi perkemahan itu dahulunya oleh warga sekitar disebut dengan nama Bontoa.

“setelah mendapat banyak kunjungan dari sebagai tempat (perkemahan) pramuka, camp dan acara-acara lain, oleh pemerintah (setempat) disebut (dinamai) embun pagi”. Jelas Daeng Ngitung.

Daeng Ngitung menambahkan bahwa karena jumlah embun yang keluar di daerah itu terlampau bayak, sehingga tempat lokasi perkemahan di desanya itu dimanakan Embun Pagi.

“udara disini pukul 9 sudah terasa panas hingga pukul 4 sore” urai Daeng Ngitung menjelsakan perbedaan suhu Embun pagi dengan daerah dataran tinggi lainnya di Kabupaten Gowa yang biasanya terasa dingin meski di siang hari.

“Membedakan Embun Pagi dengan Kanreapia, Biringpanting, Pattapang, Lembanna dan sejumlah lokasi lainnya di dataran tinggi Kabupaten Gowa, yakni pagi hingga sore, Embun Pagi sudah memiliki suhu yang mulai panas”. Ungkapnya.

Menurut pria paruh baya itu, sejak suhu Embun Pagi mulai panas pada tahun 80-an, mata air pun mulai berkurnga. “Sebelum tahun 1980 orang-orang di Bontoa masih mengambil air di Padasang (nama mata air di Embun Pagi). Sekarang Kampung yang berpenduduk 300-an keluarga ini mengambil air di Lombasang (nama mata air di kampung tetangga Embun Pagi)” kata pria dua anak ini.

Setelah melakukan camping selama tiga hari, sejak 21 November s/d 23 November kelompok riset ” Sosiologi Camp” berhasil melakukan masing-masing tugasnya seperti mencatat dan mempersentasikan hasil yang didapatkan dilapangan, mereka memutuskan untuk kembali ke Makassar Sulawesi Selatan pada pukul 20.00 Wita,minggu malam.

Tim Omdesa.id bersama masiswa Sosioli UIN Alauddin Makasssar kembali dengan sejuta pengalaman ilmia dan menysihkan kekaguman yang besar atas keadan alam Embun Pagi.

Surahmat Tiro

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

ACEH : Daerah Istimewa Dan Otonomi Khusus...

LENTERA ACEH – Penulis : Raja Alqausar Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi...

Rasa rindu menanti

Sebait puisi mencurahkan rasa Mengurai aksara dalam karya Dilangit jiwa menguntai syahdu Melebur sunyi merengkuh rindu Bait demi bait terangkai indah Semilir angin tetapkan rasa Bervegas pawana menari Meliuk lenggang menebar...

Warga Keluhkan Kuala Baru Laut yang Dangkal....

LENTERA ACEH – Meski sudah berulang kali dilaporkan terkait dangkalnya Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Singkil, namun sampai saat ini kondisi Kuala Kuala...

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan:...

LENTERA MALUT – Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KA FKTP),...

Kasdam Buka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program Kerja...

LENTERA ACEH – Kasdam IM, Brigjen TNI A Daniel Chardin S.E membuka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program kerja dan Anggaran Kodam Iskandar Muda Ta 2019...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...