LSI: Pengguna Medsos Miliki Pengaruh Besar pada Pilpres 2019

Must read

PC PMII Kota Lhokseumawe Kecam Tindakan Perempuan Gowes Berbusana Ketat Di Kota Banda Aceh

LENTERA ACEH – Sekelompok perempuan tidak menggunakan jilbab dan berbaju ketat membuat heboh Kota Banda Aceh hari Minggu kemarin. Berbagai foto dan video yang beredar...

Rumah-QU selenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma”

LENTERA ACEH – Senin (06/07/20), Rumah-QU menyelenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma” di Kebun Kurma Barbate. Kegiatan ini digandeng...

Polemik Tapal Batas, UIN dan Unsyiah Kembali Berseteru

LENTERA ACEH – Persoalan Batas UIN Ar Raniry dengan Unsyiah belum selesai di ranah hukum, Unsyiah kembali melakukan tindakan sepihak dengan menutup pintu masuk...

Malas Berkantor, Ketua DPRD Meylan Mus dan Bupati Aliong Mus Didemo

LENTERA MALUT – Front peduli desa (FPD) menggelar aksi protes terhadap kinerja pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Pulau Taliabu di kota bobong dengan rute...

Pengguna medsos dinilai lebih memiliki suara untuk menyampaikan pendapat

JAKARTA, LENTERA.CO.ID — Pengguna media sosial (medsos) berpengaruh besar dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa mengatakan pengaruh tersebut di antaranya dalam hal pembentukan opini publik yang berkaitan dengan pilpres.

Saat ini pemilih yang menggunakan medsos hanya 28,5 persen. Namun, angka tersebut lebih memiliki suara untuk menyampaikan pendapat. Menurut Ardian, pengguna medsos memiliki sumber informasi yang lebih banyak dibandingkan mereka yang bukan pengguna.

“Secara pertukaran informasi juga lebih banyak sehingga yang terjadi 28,5 persen ini menjadi aktor-aktor di masyarakat,” kata dia di Jakarta, Rabu, September 2018.

Ardian mengatakan pengguna medsos bisa menjadi rujukan masyarakat yang tidak menggunakan medsos. Informasi yang dimiliki pengguna medsos, kata dia, secara otomatis akan mewarnai lingkungan di sekitarnya. Karena itu, menurut dia, angka pengguna medsos akan menjadi krusial jika tidak dikelola oleh masing-masing kubu. “Kalau tidak mengarap segmen sosmed adalah hal bahaya,” ujarnya.

Dia menyebut, yang menarik dari fenomena medsos adalah banyak pengguna nonorganik. Artinya, orang bisa mengelola lebih dari satu akun medsos di satu platform.

Akun-akun tersebut, kata dia, dapat menciptakan perbincangan viral di medsos. “Tentu karena ini pertarungan medsos, hal-hal tersebut bisa terjadi dan ini yang nanti lebih banyak,” kata dia.

Ardian melihat dari fenomena yang terjadi, isu-isu yang menjadi viral di medsos secara umum berasal dari berita buruk. Hal itu, kata dia, sekaligus memberi alasan elektabilitas pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin kalah di beberapa segmen pertarungan medsos. Padahal, kata dia, secara tingkat keterkenalan, Jokowi jauh lebih dikenal dibandingkan penantangnya, Prabowo Subianto.

“Di Instagram dan Twitter, misalnya, Jokowi lebih banyak followers-nya,” ujar Ardian.

Menurut dia, kubu Prabowo lebih banyak mengeluarkan hal yang relatif negatif untuk menjatuhkan citra bakal calon presiden (capres) pejawat. Namun, kata Ardian, selama yang disampaikan adalah fakta, hal itu harus diterima. “Kalau hoaks itu harus dihindari,” ujarnya.

Ardian mengatakan kehadiran KH Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi relatif mengurangi pembahasan isu agama di medsos. Berdasarkan survei LSI, pasangan Jokowi-KH Ma’ruf meraih elektabilitas 48,3 persen di pengguna medsos. Sementara Prabowo-Sandiaga Uno meraih 39,5 persen.

Source:mROL

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

PC PMII Kota Lhokseumawe Kecam Tindakan Perempuan Gowes Berbusana Ketat Di Kota Banda Aceh

LENTERA ACEH – Sekelompok perempuan tidak menggunakan jilbab dan berbaju ketat membuat heboh Kota Banda Aceh hari Minggu kemarin. Berbagai foto dan video yang beredar...

Rumah-QU selenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma”

LENTERA ACEH – Senin (06/07/20), Rumah-QU menyelenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma” di Kebun Kurma Barbate. Kegiatan ini digandeng...

Polemik Tapal Batas, UIN dan Unsyiah Kembali Berseteru

LENTERA ACEH – Persoalan Batas UIN Ar Raniry dengan Unsyiah belum selesai di ranah hukum, Unsyiah kembali melakukan tindakan sepihak dengan menutup pintu masuk...

Malas Berkantor, Ketua DPRD Meylan Mus dan Bupati Aliong Mus Didemo

LENTERA MALUT – Front peduli desa (FPD) menggelar aksi protes terhadap kinerja pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Pulau Taliabu di kota bobong dengan rute...

Beredar Kabar Oknum Anggota DPRK Aceh Timur Diduga Keroyok Yunan Nasution

LENTERA ACEH — Salah seorang oknum Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur diduga mengeroyok Yunan Nasution, warga Desa Lhok Dalam, Keucamatan Peureulak.Pengeroyokan itu terjadi...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609