Mengenal Gagal Jantung, Penyakit yang juga Diidap Alm BJ Habibie

"Gagal jantung merupakan kondisi dimana ketika otot jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya"

Must read

Dispar Halteng Lakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark

LENTERA MALUT — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halteng melakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark,di Gedung Mardelia Desa Nurweda Kecamatan...

Sambut HUT-47 PT Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Donor dan Himpun 201 Kantong Darah

Bireuen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 47 PT Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Bireuen bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah...

F.PDIP Mendesak Bupati Elang Segera Menanggapi Surat Pimpinan DPRD Halteng

LENTERA MALUT — Fraksi PDI Perjuangan mendesak bupati Elang untuk secepatnya menanggapi surat pimpinan DPRD Halteng terkait dengan Pemberhentian & Pengangangkatan Sekertaris DPRD Halteng...

Demi Stabilitas Kerja, DPRD Minta Bupati Halteng Segera Menunjuk Plt. Sekwan

LENTERA MALUT – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad meminta kepada Bupati Edi Langkara untuk segera menunjuk Plt. Sekretaris Dewan untuk menggantikan Sekwan...

Lentera.co.id — Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019 pukul 18.05 WIB. Dalam usia 83 tahun, dia juga mengidap penyakit gagal jantung.

Dilansir dari Sindonews.com, sejak 1 September, BJ Habibie mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto. Selama masa perawatan, BJ Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Seperti diketahui, gagal jantung merupakan kondisi dimana ketika otot jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya. Kondisi tertentu, seperti arteri yang menyempit di jantung (penyakit arteri koroner) atau tekanan darah tinggi, secara bertahap membuat jantung terlalu lemah atau kaku untuk diisi dan dipompa secara efisien.

Dilansir Mayoclinic, tidak semua kondisi yang menyebabkan gagal jantung dapat dibalik, tetapi perawatan dapat meningkatkan tanda dan gejala gagal jantung dan membantu pasien hidup lebih lama.

Perubahan gaya hidup seperti berolahraga, mengurangi natrium dalam diet, mengelola stres dan menurunkan berat badan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung.

Salah satu cara untuk mencegah gagal jantung adalah dengan mencegah dan mengontrol kondisi yang menyebabkan gagal jantung. Seperti halnya penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, diabetes atau obesitas.

(tdy/sindonews)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dispar Halteng Lakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark

LENTERA MALUT — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halteng melakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark,di Gedung Mardelia Desa Nurweda Kecamatan...

Sambut HUT-47 PT Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Donor dan Himpun 201 Kantong Darah

Bireuen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 47 PT Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Bireuen bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah...

F.PDIP Mendesak Bupati Elang Segera Menanggapi Surat Pimpinan DPRD Halteng

LENTERA MALUT — Fraksi PDI Perjuangan mendesak bupati Elang untuk secepatnya menanggapi surat pimpinan DPRD Halteng terkait dengan Pemberhentian & Pengangangkatan Sekertaris DPRD Halteng...

Demi Stabilitas Kerja, DPRD Minta Bupati Halteng Segera Menunjuk Plt. Sekwan

LENTERA MALUT – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad meminta kepada Bupati Edi Langkara untuk segera menunjuk Plt. Sekretaris Dewan untuk menggantikan Sekwan...

Akhirnya DPRD Pultab Sahkan Pansus Pengelolaan Keuangan Desa

LENTERA MALUT – Agenda Pembentukan panitia khusus (pansus) Pengelolaan Keuangan Desa yang sempat tertunda sebulan lalu pada 7 juli 2020 karena tidak Qorum, kini...