Penerang Pembaca

Arsip 2015

KPK Tetapkan Dirut PTPN III Tersangka Distribusi Gula

Bagikan :

LENTERA NEWS — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus suap distribusi gula di PT Perkebunan Nusantara III (PN III) (Persero). Ketiga orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah tangkap tangan terhadap lima orang oleh tim satgas KPK pada Selasa (3/9).

“Setelah melakukan pemeriksaan awal sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian/penerimaan hadiah atau janji terkait Distribusi Gula di PTPN III Tahun 2019. KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK Jakarta, Selasa, 3 September 2019.

Adapun para tersangka yakni Direktur Utama PT PN III Dolly Pulungan (DPU) dan Direktur Pemasaran PT PN III I Kadek Kertha Laksana (IKL) sebagai penerima suap. Sementara itu sebagai pemberi, KPK menetapkan pemilik PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi (PNO). Syarif menuturkan, Dolly dan Kadek Kertha Laksana diduga menerima hadiah atau janji terkait Distribusi Gula di PTPN III Tahun 2019 dari Pieko.

Awalnya, lanjut Syarif, kasus ini bermula ketika pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula awal 2019. Perusahaan Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PT PN III (Persero).

Dalam kontrak tersebut, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak di PT PN III terdapat aturan internal mengenai kajian penetapan harga gula bulanan. Pada penetapan harga gula tersebut harga gula disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, Pengusaha Gula (PNO), dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI).

Kemudian, pada 31 agustus 2019 terjadi pertemuan antara Pieko, Dolly, dan Ketua Umum Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia di Hotel Shangri La. Saat itu, Dolly meminta uang ke Pieko lantaran membutuhkan uang terkait persoalan pribadinya. “Menindaklanjuti pertemuan tersebut, DPU meminta IKL untuk menemui PNO untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya,” kata Syarif.

Syarif menyatakan uang senilai 345 ribu dolar Singapura diduga merupakan fee terkait dengan distribusi gula yang termasuk ruang lingkup pekerjaan PTPN III (Persero). Syarif menambahkan, KPK mengimbau Pieko dan Dolly untuk bersikap kooperatif dan menyerahkan diri. Karena, dalam tangkap tangan yang melibatkan lima orang, keduanya tak termasuk dalam pihak yang diamankan tim satgas KPK.

Akibat perbuatannya sebagai penerima Dolly dan Kadek disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Pieko sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: Republika.co.id

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Pemangku Adat Kerajaan Loloda Dikukuhkan

LENTERA MALUT — Dalam upaya mengembangkan nilai-nilai adat se-atorang di bumi Ngara Mabeno, pada Jumat, 6 Desember 2019, bertempat di Desa Soa-SioKec. Loloda Kabupaten...

PT. Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Seminar...

LENTERA ACEH — PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen kembali menggelar Seminar/Talkshow UMKM yang ke sekian kalinya ditahun 2019. Kali ini bank kebanggan masyarakat...

Penemuan Mayat Tanpa Identitas, Gegerkan Warga Kota...

LENTERA ACEH – Penemuaan mayat disebuah alur di Dusun Makmur kawasan Gampong Baro Kecamatan Langsa lama, sempat membuat geger warga Kota Langsa pada Selasa...

Bimtek : Membangun Generasi Cerdas Berkarakter di...

LENTERA ACEH – Bimbingan Teknis Pengimbasan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) integrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Pidie Jaya kali ini merupakan hal istimewa,...

Direktur Ma’Had Alkazim Menerima Pelakat Sebagai Cendramata...

LENTERA MALUT – Dalam Rangkaian kegiatan penyerahan 40.000 Al Qur’an plus 5.000 Iqra’ oleh Badan Wakaf Al-Quran (BWA) ke Halmahera atau di kenal...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...