Konflik China-India, Samsung Untung

Must read

Viral Kisah Remaja yang Hidup Tanpa Kasih Sayang & Motivasi dari Orangtua

Jakarta – TikTok memang terkenal seringkali mempopulerkan banyak tren dan kisah-kisah unik yang mencuri perhatian. Baru-baru ini yang tengah viral di TikTok adalah kisah...

Lawan GSP, Peluang Terbaik Khabib Batal Pensiun dari UFC

Jakarta – Bos UFC Dana White menyebut masih ada peluang bagi Khabib Nurmagomedov meralat keputusan pensiun. Merujuk lawan yang ada, hanya Georges St-Pierre yang mungkin bisa menggoda...

Datang Minta Izin Menikah, Anak Kandung Ini Malah Disetubuhi Bapak Sendiri

Tuban – Seorang bapak di Tuban menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Padahal korban datang ke bapaknya ingin meminta izin untuk menikah. Bapak bejat itu adalah...

Model Vieranni Bikin Heboh, Dinikahi Pengacara Tajir dengan Uang Panai Rp 1,7 M

Jakarta – Model seksi Vieranni mendadak bikin heboh Instagram. Hal itu karena dirinya ramai disebut dinikahi pria dengan uang panai Rp 1,7 miliar. Dilihat...

LENTERA NEWSPasar ponsel pintar India belakangan ini didominasi oleh merek-merek China. Namun analis percaya bahwa ketegangan yang sedang berlangsung antara India dan China dapat mengubah posisi itu.

Dilansir dari Sindonews.com, bulan lalu, bentrokan mematikan antara kedua negara di perbatasan Himalaya Barat yang disengketakan menyebabkan 20 tentara India tewas. China belum mengkonfirmasi kematian.

Ini adalah pertama kalinya keduanya terlibat dalam konflik mematikan dalam 45 tahun dan tidak mungkin semuanya akan mendingin dalam waktu dekat. Karena kematian pasukannya, Pemerintah India berada di bawah tekanan untuk mengambil sikap keras.

Dua hari yang lalu, negara itu melarang 59 aplikasi China, termasuk TikTok, yang pasarnya besar di India, yakni lebih dari 30% dari total unduhan.

Pengamat industri meyakini merek smartphone China akan menjadi sasaran tambahan berikutnya. India adalah negara berkembang dan harga adalah faktor pembelian utama bagi pelanggan seluler di sana.

Perkiraan terbaru, Xiaomi memiliki pangsa 30% di pasar smartphone, vivo berada di urutan kedua dengan 17%, diikuti oleh Samsung (16%), Oppo (12%), dan realme (14%). Secara keseluruhan, perusahaan China menyumbang 81% dari penjualan handphone di India. Lainnya, termasuk Apple, hanya 11% dari pasar.

Menurut Counterpoint Technology Market Research, Neil Shah, jika sentimen negatif terhadap China tidak mengarah pada penurunan permintaan, gangguan yang disebabkan rantai pasokan dan manufaktur masih dapat memengaruhi pengiriman. Dan pengiriman Apple tampaknya sudah menderita.

Samsung, di sisi lain, memiliki rantai pasokan yang lebih beragam dan memiliki posisi yang baik untuk menyalip vivo untuk menjadi vendor terbesar kedua di India. Ada kemungkinan bahwa Sammy telah melampaui vivo di kuartal kedua ini, karena perusahaan sudah dalam jarak yang sangat dekat dengan Samsung. Kalau tidak, tampaknya raksasa Korea siap untuk mencapai itu pada bulan September.

Karena Xiaomi memiliki keunggulan besar atas keduanya, Samsung masih belum menjadi ancaman dalam waktu dekat. Namun, jika konflik berlanjut, Xiaomi akan punya alasan untuk khawatir.

Dalam jangka panjang, bahkan Apple dapat mengambil manfaat dari situasi ini. Baru-baru ini, kita telah melihat perubahan dalam strategi, dengan perusahaan tidak hanya mengurangi harga awal ponselnya tapi juga merilis iPhone SE yang relatif terjangkau.

Pabrikan AS itu dilaporkan berencana merakit handphone di India, yang akan membantunya mengurangi bea impor yang saat ini dikenakan pada perangkat. Sekaligus mengerek permintaan dari konsumen India.

Samsung Aktif Meningkatkan Pangsa Pasar di India
Samsung tampaknya sudah mulai memanfaatkan peluang itu. Dalam waktu 10 hari, perusahaan telah meluncurkan empat ponsel entry-level di negara ini.

Periset Counterpoint, Tarun Pathak, percaya Samsung harus melakukan lebih dari itu untuk menarik konsumen mencari alternatif untuk merek China. Mereka harus meningkatkan kehadiran digitalnya karena banyak orang sekarang mendapatkan ponsel secara online.

Samsung sudah cukup berinvestasi dalam seri A menengah dan jajaran ponsel murah Galaxy M. Prospek peningkatan permintaan di India kemungkinan akan memotivasi Samsung untuk meningkatkan fokusnya lebih lanjut.

Salah satu ponsel perusahaan yang akan datang menggunakan layar OLED pihak ketiga untuk menurunkan biaya. Ini akan menjadi kali pertama Samsung menggunakan sumber panel OLED dari produsen lain, dan itu menunjukkan mereka berkomitmen untuk mengeluarkan ponsel murah guna mengonsolidasikan pangsa pasar. []

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Viral Kisah Remaja yang Hidup Tanpa Kasih Sayang & Motivasi dari Orangtua

Jakarta – TikTok memang terkenal seringkali mempopulerkan banyak tren dan kisah-kisah unik yang mencuri perhatian. Baru-baru ini yang tengah viral di TikTok adalah kisah...

Lawan GSP, Peluang Terbaik Khabib Batal Pensiun dari UFC

Jakarta – Bos UFC Dana White menyebut masih ada peluang bagi Khabib Nurmagomedov meralat keputusan pensiun. Merujuk lawan yang ada, hanya Georges St-Pierre yang mungkin bisa menggoda...

Datang Minta Izin Menikah, Anak Kandung Ini Malah Disetubuhi Bapak Sendiri

Tuban – Seorang bapak di Tuban menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Padahal korban datang ke bapaknya ingin meminta izin untuk menikah. Bapak bejat itu adalah...

Model Vieranni Bikin Heboh, Dinikahi Pengacara Tajir dengan Uang Panai Rp 1,7 M

Jakarta – Model seksi Vieranni mendadak bikin heboh Instagram. Hal itu karena dirinya ramai disebut dinikahi pria dengan uang panai Rp 1,7 miliar. Dilihat...

Gubernur Buka Pelantikan dan Rakerda BAPERA Malut

TERNATE, Beritamalut.co – Gubernur Maluku Utara, Kh. Abdul Gani Kasuba, Lc secara resmi membuka acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah Pengurus Dewan Pimpinan Daerah...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4613