Penerang Pembaca

Arsip 2015

Home School Sekolah Alternatif

Bagikan :

LENTERA NEWS — Oleh : Ilham Wahyu Hidayat, Guru SMP Negeri 11 Malang

Siapa bilang pendidikan hanya bisa ditempuh di sekolah? Menurut UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pendidikan dapat ditempuh dengan berbaga cara.

Menurut Pasal 13 UU RI di atas jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

Untuk jalur yang terakhir (informal) dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang salah satu bentuknya adalah home school atau sekolah rumah.

Jadi jelas, sekolah bukan satu-satunya solusi untuk mendapatkan pendidikan. Salah satu alternatifnya adalah sekolah rumah.

Sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orang tua atau keluarga di rumah atau tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas. Demikian menurut Pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 129 Tahun 2014 tentang Sekolah Rumah.

Sekolah rumah tunggal adalah layanan pendidikan berbasis keluarga yang dilaksanakan oleh orang tua dalam satu keluarga.

Sekolah rumah majemuk adalah layanan pendidikan berbasis lingkungan yang diselenggarakan oleh dua orang tua atau lebih dan pembelajarannya dalam satu keluarga.

Sekolah rumah komunitas adalah kelompok belajar berbasis gabungan sekolah rumah majemuk yang menyelenggarakan pembelajaran bersama.

Jika diamati tujuan yang ingin dicapai dalam sekolah rumah juga sangat rasional. Pasal 2 Permendikbud Nomor 129 Tahun 2014 menyebutkan sekolah rumah diselenggarakan dengan tiga tujuan. Pertama, pemenuhan layanan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu bagi peserta didik yang berasal dari keluarga yang menentukan pendidikan anak.
Kedua, melayani peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk meningkatkan mutu kehidupan.

Ketiga, pemenuhan layanan pendidikan yang secara sadar, teratur, dan terarah dengan mengutamakan untuk menumbuhkan dan menerapkan kemandirian dalam belajar.

Untuk mengadakan sekolah rumah juga gampang. Orang tua hanya perlu datang ke Dinas Pendidikan membawa beberapa persyaratan.

Persyaratan yang dimaksud antara lain; 1) Identitas diri orang tua dan peserta didik, 2) Surat pernyataan kedua orang tua yang menyatakan bertanggung jawab melaksanaan pendidikan di rumah, 3) Surat pernyataan peserta didik telah berusia 13 (tiga belas) untuk bersedia mengikuti pendidikan dan 4) dokumen program sekolah rumah berupa rencana pembelajaran.

Yang perlu diperhatikan kurikulum yang diterapkan dalam sekolah rumah mengacu kepada kurikulum nasional. Dengan demikian penyelenggara sekolah rumah wajib mengajarkan pendidikan Agama, pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan pendidikan bahasa Indonesia.

Kurikulum nasional sebagaimana dimaksud di atas dapat berupa kurikulum pendidikan formal atau kurikulum pendidikan kesetaraan, dengan memperhatikan secara lebih meluas atau mendalam bergantung pada minat, potensi, dan kebutuhan anak.

Secara tidak langsung keberadaan sekolah rumah ini merupakan bukti nyata dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga sekolah.

Bisa jadi sekolah dianggap kurang mampu dalam mengembangkan potensi dan bakat anak. Tidak menutup kemungkinan juga orang tua takut anaknya akan terpengaruh hal-hal negatif dari pergaulan sekolah.

Bagi orang tua yang merasa mampu mendidik anaknya sendiri tidak perlu ragu memilih sekolah rumah sebagai alternatif pendidikan. Pemerintah telah memberi jaminan hukum terhadap sekolah model ini.

Pasal 27 Ayat 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Pada ayat 2 pasal yang sama disebutkan hasil pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diakui sama dengan pendidikan formal. Sedangkan ayat 3 menyatakan ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Peraturan pemerintah yang dimaksud di atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 129 Tahun 2014 tentang Sekolah Rumah. Dalam Pasal 4 Permendikbud ini dinyatakan hasil pendidikan sekolah rumah diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Jadi jelas, berdasarkan peraturan yang ada sekolah rumah itu sah, legal dan setara dengan sekolah pada umumnya.

Artikel ini dikirim ke Redaksi melalui email: opini@lentera.co.id pada 18 November 2019

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

ACEH : Daerah Istimewa Dan Otonomi Khusus...

LENTERA ACEH – Penulis : Raja Alqausar Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi...

Rasa rindu menanti

Sebait puisi mencurahkan rasa Mengurai aksara dalam karya Dilangit jiwa menguntai syahdu Melebur sunyi merengkuh rindu Bait demi bait terangkai indah Semilir angin tetapkan rasa Bervegas pawana menari Meliuk lenggang menebar...

Warga Keluhkan Kuala Baru Laut yang Dangkal....

LENTERA ACEH – Meski sudah berulang kali dilaporkan terkait dangkalnya Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Singkil, namun sampai saat ini kondisi Kuala Kuala...

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan:...

LENTERA MALUT – Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KA FKTP),...

Kasdam Buka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program Kerja...

LENTERA ACEH – Kasdam IM, Brigjen TNI A Daniel Chardin S.E membuka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program kerja dan Anggaran Kodam Iskandar Muda Ta 2019...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...