Penerang Pembaca

Arsip 2015

Daun Bawang; Potensi Baru Purbaligga

Bagikan :

LENTERA NEWS — Daun bawang (Allium fistulosum) merupakan salah satu jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan, khususnya dalam masakan khas Indonesia. Mulai dari makanan berkuah seperti sop, soto, bubur ayam, hingga jajanan cemilan seperti martabak dan mendoanmenggunakan daun bawang. Kurang nikmat rasanya jika makanan-makanan tersebut disajikan tanpa ada daun bawang didalamnya.

Selain menambah cita rasa, daun bawang juga kaya akan antioksidan. Daun bawang dapat melancarkan peredaran darah, mencegah anemia, dan juga baik untuk kesehatan mata. Mungkin khasiat-khasiat inilah yang menyebabkan petani-petani di Purbalingga memilih untuk menanam daun bawang sebagai tanaman andalannya.

Pada dasarnya daun bawang dapat tumbuh di lingkungan apapun. Namun lingkungan yang paling ideal untuk pertumbuhan daun bawang adalah daerah dengan ketinggian 900-1700 mdpl. Suhu pertumbuhan idealnya adalah 190C – 240C dengan tingkat keasaman tanah pH 6,5-7,5. Oleh karena itu, tempat yang cocok untuk menanam daun bawang adalah daerah dataran tinggi.

Perlu diketahui bahwa pada tahun 2018 Purbalingga adalah kabupaten yang memproduksi daun bawang terbanyak ke-5 di Jawa Tengah. Daerah yang paling cocok untuk menanam daun bawang di Purbalingga adalah daerah kaki Gunung Slamet, yaitu Kecamatan Karangreja. Jika dilihat dari data BPS (Badan Pusat Statistik), Kecamatan Karangreja merupakan satu-satunya kecamatan di Purbalingga yang memproduksi daun bawang. Meskipun hanya satu kecamatan, tapi Kecamatan Karangreja mampu menjadikan daun bawang sebagai produksi sayur terbesar di Purbalingga. Penduduk di Kecamatan Karangreja umumnya memiliki lahan untuk ditanami sayuran di pekarangan rumahnya untuk keperluan dapurnya sendiri.

Namun banyak juga dari mereka yang memiliki lahan sawah selain di pekarangan rumahnyayang digunakan untuk ditanami sayuran, khususnya daun bawang.

Proses pertumbuhan daun bawang memerlukan waktu selama kurang lebih dua setengah bulan. Jika dimaksimalkan, petani dapat memanen daun bawang 4 sampai 5 kali dalam setahun. Mungkin inilah salah satu alasan petani di Kecamatan Karangreja memilih menanam daun bawang dibandingkan dengan padi yang memerlukan waktu 4 bulan hingga panen. Selain itu, suhu di Kecamatan Karangreja juga kurang cocok untuk menanam padi.

Produksi daun bawang di Purbalingga pada tahun 2018 meningkat hampir dua kali lipat. Pada tahun 2017produksi daun bawang sebesar 5383,28 ton dan meningkat menjadi 9618,86 ton pada tahun 2018. Hal ini dikarenakan penggunaan lahan untuk menanam daun bawang yang juga meningkat pesat sebesar 341 hektar.

Produktivitas daun bawang juga mengalami peningkatan yang cukup besar, yaitu dari 8 ton per hektar menjadi 9,5 ton per hektar. Ini berarti Kabupaten Purbalingga khususnya Kecamatan Karangreja sangat berpotensi untuk terus meningkatkan hasil produksi daun bawang. Terlebih lagi, produktivitas per hektar dari daun bawang tersebut sebenarnya masih dapat ditingkatkan lagi.

Dari data yang ada, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Purbalingga memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi Produsen daun bawang terbesar di Jawa Tengah. Terlebih lagi jika dilihat dari kondisi alam Kabupaten Purbalingga yang sangat cocok untuk pertanian daun bawang. Maka dari itu, diperlukan usaha bersama dari petani daun bawang dan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas daun bawang demi Purbalingga yang lebih baik.

Penulis: Ghina Noviana, Mahasiswa Politeknik Statistika STIS, Jakarta.
Dikirim ke redaksi Lentera.co.id pada Kamis, 31 Oktober 2019

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Babinsa Bandar Baru Berikan Bimbingan Penggunaan Roter

LENTERA ACEH – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 11/Bandar Bau Kodim 0102/Pidie Sertu Ngadiran melaksanakan pendampingan peternak yang menggunakan pakan ternak hasil Fermentasi Pemuda...

Kapolsek Trieng Gadeng Berikan Sembako Kepada Fakir...

LENTERA ACEH Kamis 27 Februari 2020 Kapolsek Tring Gadeng Iptu.Mahyuddin,SH saat ditemui Wartawan Lentera Aceh dilapangan mengatakan Pemberian santunan sembako kepada fakir miskin di...

Memudahkan Akses Jalan, Babinsa Padang Tiji Bantu...

LENTERA ACEH – Begitu dekatnya hubungan Babinsa dan masyarakat di wilayah binaannya, seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 02/Padang Tiji Kodim 0102/Pidie ...

Sekda Pijay hadiri Acara Pendidikan Pelatihan Formal...

LENTERA ACEH – Pendidikan Pelatihan Formal Kebencanaan yang di gelar di Aula Kantor Camat Bandar Baru Pidie Jaya, Kamis (27/2/2020). Dengan Tema”Wujdkan Sinergisitas Penyelenggaraan...

APDESI Bireuen Dilantik. Plt Bupati : Harus...

LENTERA ACEH- Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) kabupaten Bireuen periode 2020-2025 dilantik dan dikukuhkan. Pelantikan sekaligus pengukuhan Induk organisasi...

Terpopuler

5 Teknik Mengajar Masa Kini Untuk Guru...

LENTERA ACEH – Menurut Gropper didalam Wiryawan dan Noorhadi (1998), teknik mengajar masa kini untuk guru SD (Sekolah Dasar) harus berbasis latihan. Beliau...

Suamiku dan Handuk

LENTERA ACEH – Bersama lama sebelum halal (pacaran red) tak lantas membuatku tahu detail tentang suami. Kalau makes, mikes, filkes udah khatam lah ya....

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Kades ini Beberkan 12 Desa dan 1...

LENTERA SUMSEL – Seorang kepala desa di Kecamatan STL ULu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan mengaku diperintahkan untuk menyetor dana senilai 10 juta...

Muntasir, Cowok Ganteng Sang DPO Pengendali 41,6...

LENTERA ACEH – Wajah rupawan tak juga mencerminkan jika kelakuannya baik, seperti Muntasir (36) yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

Tak Perlu ke Paris lagi, Kini Menara...

LENTERA ACEH – Menara Eiffel atau yang biasa disebut oleh orang Prancis dengan nama La Tour Eiffel merupakan salah satu bangunan yang paling terkenal...