10.1 C
Munich
Kamis, Mei 28, 2020

Harga Sapi Menurun, Pengekspor Sapi Lokal Meningkat

Must read

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

TERNATE, LENTERA.CO.ID — Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Sapi dan Kerbau Ternate, Maluku Utara, Ibrahim Hamid mengatakan harga dagin sapi segar mengalami penurunan harga normal menjadi Rp.110.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya saat Idul Adha Rp.120.000 kg.

Dikatakan, harga pasaran daging sapi di kota Ternate sebenarnya harus tetap stabil pada angka Rp. 120.000,_ per kilogram tapi karena permintaan konsumen pasca hari raya kurban menurun maka harga daging harus disesuaikan dengan permintaan.

“Jadi dengan terpaksa kita harus turunkan harga daging seperti harga semula”, kata Ibrahim di pasar Higienis Bahari Barkesan Kota Ternate, pada selasa 28 Agustus 2018.

Ibrahim mengatakan, ini Kota Ternate mendapat pasokan daging sapi dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Maluku Utara.

“Sapi didatangkan dalam keadaan hidup, sampai di Ternate baru di potong,” katanya.

Namun, sebagai pihak yang ikut menjaga dan mengantisipasi agar kebutuhan terhadap daging sapi di Kota Ternate selalu terpenuhi, Ibrahim menyayangkan adanya oknum yang selalu mengekspor stok sapi lokal dari Maluku Utara yang dibawa ke luar daerah.

“Yang kami sayangkan adalah sapi yang di ekspor keluar, sehingga harga daging harus naik untuk mengimbangi pembeli di luar Maluku Utara”. Katanya.

Olehnya, dia berharap agar penjual sapi di Maluku Utara tidak melakukan impor keluar, agar kebutuhan masyarakat di Maluku Utara, khususnya di Ternate terpenuhi dengan baik.

Red: Ajun

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT — Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test pada...