10.2 C
Munich
Kamis, Mei 28, 2020

Pamkab Haltim Tetapkan Tapal Batas, Warga Gotowasi Menolak. Ini Tanggapan Kepala DPMD

Must read

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

HALTIM, LENTERA.CO.ID – Masyarakat Desa Gotowasi, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara menolak tapal batas desa yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Penolakan ini disuarakan melalui rapat hering bersama Dinas Tehnis Batas, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Halmahera Timur yang dihadiri Kapolsek Kota Maba, Danramil dan Polisi Pomong Praja, di ruang kerja Kepala BPMD, Senin 10 September 2018.

Informasi yang dihimpun media ini, masyarakat Gotowasi melakukan hearing penolakan ini karena merasa bahwa penetapan titik batas yang disosialisasikan oleh Tim Tapal Batas, tidak mengakomodir batas ulayat adat Kimalaha Gotowasi yang sampai pada Pajibayo.

Kepala Dinas Pemberdaan Masyarakat Desa (BPMD) Haltim, Badalan Ulawat kepada lentera.co.id, Senin, 10 September 2018 mengaku, pihanya tidak bisa memutuskan serca langsung.

“Hal ini Tim Tapal Batas Desa serta Kacamatan akan memutuskan titik batasnya lalu disosialisakan kembali kepada masyarakat,” katanya.

Kepala BPMD menambahkan, bahwa sebagai lembaga tehnis akan menyampaikan ke pimpinan Tim Pperbatasan dalam hal ini Plt. Bupati. Bahwa masrakat Gotowasi meminta batas tersebut harus sesuai dengan petunjuk perbatasan adat dari Gotowasi sampai Pajibayo, berdasarkan tanah adat Kimalaha Gotowasi.

“Intinya, kami Tim Perbatasan akan sampaikan ke pimpinan tim perbatasan pemerintah daerah bahwa masyarakat Gotoasi tak terima titik batas yang suda digariskan oleh pemeritah daerah,” ujarnya.

Red: Ilham H

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT — Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test pada...