10.1 C
Munich
Kamis, Mei 28, 2020

Tim Pengelola RM Sosialisasi Penyakit Campak dan Rubella di Sekolah

Must read

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...
Reporter HALTENG,- IKEM
Reporter HALTENG,- IKEMhttps://www.lentera.co.id
Reporter Biro Halteng, sekaligus Redaktur dan Pembimbing Media Omdesa.id

HALTENG, LENTERA.CO.ID — Tim Pengelola Imunisasi Measless Rubella (RM) Puskesmas Kecamatan Patani Utara (Pantura), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara melakukan sosialisasi penanggulangan penyakit campak dan rubella ke sejumlah sekolah di kecamatan Patani Utara. Kegiatan yang merupakan program nasional kementrian kesehatan ini menargetkan bebas campak dan rubella pada anak usia 9 sampai dengan 15 tahun.

Ikbal Muuddin, salah satu Tim pengelola Imunisasi Campak dan Rubella Kecamatan Patani Utara kepada media ini, Kamis 30 Agustus 2018 menyampaikan pada tahap awal penanggulan campak dan rubella di patani utara masih dalam tahapan penyuluhan yang dilaksanakan pada jenjang pendidikan TK, SD dan SMP.

“Program Kementerian Kesehatan dalam penanggulangan penyakit Campak dan Rubelle, di seluruh Indonesia yang dimulai dari bulan Agustus 2018. bukan langsung mengobati tapi tahap pertama adalah penyuluhan” kata Ikbal.

Menurutnya, sosialisasi MR ini dilakukan disekolah agar para guru dan siswa memahami dan mengenali dampak dari penyakit menular Campak dan Rubela sehingga lebih mudah dalam tindak pencegahan dan pengobatannya.

“Tahapan selanjutnya dari penyuluhan ini akan diberikan vaksinasi Measless Rubella (MR), setelah bulan Agustus nanti, kita menargetkan akan seratus persen di bulan september,” jelas Ikbal.

Selain itu, Ikbal juga menjelaskan gejala penyakit campak akan muncul tandabintik-bintik merah disertai demam tinggi hingga menembus paru-paru dan otak yang bisa mengakibatkan kematian. Sementara untuk rubella gajalanya tak terlihat.

Olehnya, ia berharap adanya kerjasama semua pihak, terutama pada perangkat pemerintah desa dan kecamatan.

“Semoga dengan begini, kita menjadi harapan masyarakat Pantura,” tutup Ikbal.

Red: Iswan

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT — Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test pada...