10.1 C
Munich
Kamis, Mei 28, 2020

Jika Melanggar K3, Perusahaan Tambang Gebe ini Bakal Ditutup Pemerintah

Must read

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Masih ingat kecelakaan maut yang terjadi di area diperusahan tambang di pulau Gebe? Kini kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Tengah (Distranmigrasi Halteng), Fehby Alting menegaskan, perusahaan PT. Sinar Karya Mustika (SKM) harus bertanggung.

“Perusahaan harus bertanggung jawab, karena dalam ketentuan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi perusahaan dapat dipertanggung jawabkan,” katanya pada Kamis, 19 April 2018

Dia mengatakan, pemerintah akan mengawal pertanggungjawaban perusahaan kepada pekerja yang tewas itu.

“Kita akan datangi pihak perusahaan di Gebe untuk melihat langsung serta proses pihak perusahaan yang mengakibatkan 1 orang tewas,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pihak perusahaan akan dievaluasi soal kecelakaan yang menewaskan seorang karyawan bernama Arif Saleh ,(28) asal Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, provinsi Maluku Utara pada Rabu, 18 April 2018 kemarin, di areal perusahaan tersebut.

Dia juga menyebutkan, pihak pemerintah melalui Distranmigrasi Halteng setiap tahun ke Kecamatan Gebe untuk melakukan sosialisasi terkait aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi tenaga kerja. Untuk itu, kecelakaan maut di Gebe diduga melakukan pelanggaran K3 yang termuat dalam ketentuan tersebut. Dan terkait kejadian kecelakaan maut di PT. SKM Gebe, hingga kini belum mendapat informasi resmi dari pihak perusahaan.

“Terjadi kecelakaan maut tersebut hanya dengar informasi dari karyawan di perusahaan itu,” ujarnya.

Olehnya, lanjut Fehby, dalam waktu dekat, pihaknya akan ke lokasi. Karena sampai saat ini pihak perusahaan belum pernah melaporkan kejadian ini.

“Saya juga hubungi via handphone, namun pihak perusahaan tidak respon. Padahal kejadian seperti ini sangat penting untuk disampaikan oleh perusahaan. Persoalan ini juga merupakan catatan penting untuk menindak lanjuti masalah tersebut,” tturnya.

Fehby mengatakan, pihak pemerintah sangat sangat menyayangkan PT. SKM Gebe yang tidak pernah melaporkan secara resmi.

“Jadi, saya tegaskan bahwa yang bertanggung jawab atas kejadian kecelakaan maut merupakan tanggung jawab perusahaan PT. SKM Gebe, jika tidak Perusahan terancam di tutup, jika mereka tidak mengindahkan sesuai dengan K3,” tegasnya.

Sementara itu, kecelakaan maut di PT. SKM juga mendapat sorotan dari Alian Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Peduli K3 Pertambangan Halteng dengan melakukan orasi terbuka di pasar Fidi Jaya.
Aksi yang dikoordinir oleh Jalaluddin Ode Ily ini, mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi perusahaan tersebut serta evaluasi sejumlah perusahaan di Halteng yang mengabaikan K3.

“Kami juga minta pemerintah untuk mengeluarkan Perda tentang keselamatan kerja. Sebab kematian karyawan PT. SKM di Gebe, terbukti bahwa pihak perusahaan mengabaikan K3 bagi karyawan yang melakukan aktifitas di pertambangan,” kata Jalaluddin.

Red: ino

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT — Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test pada...