10.1 C
Munich
Kamis, Mei 28, 2020

Aksi Mahasiswa Menolak Reklamasi, Ini Tanggapan Warga Batudua dan Pemuda Tepeleo

Must read

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...
Reporter HALTENG,- IKEM
Reporter HALTENG,- IKEMhttps://www.lentera.co.id
Reporter Biro Halteng, sekaligus Redaktur dan Pembimbing Media Omdesa.id

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Polemik Reklamasi Pantai di Patani Utara dan Selatan belakangan ini, membuat salah satu warga Desa Batudua anggat bicara.

“Desa Tepeleo dimasa Cina Ton dan Cina Un di tahun 70-an, memiliki Perubahan yang luar biasa karna mereka (pedagang) mempermuda kebutuhan masyarakat petani,” kata Masono Hi.Lada, warga Desa Batudua, Patani Utara pada reporter Lentera.co.id, Senin, 30 Juli 2018.

Dia juga mengatakan, suasana kemajuan Desa Tepeleo antara sebelum dan sesudah dermaga (pelabuhan). Kini sudah terlihat maju. “”Apalagi dengan bangunan reklamasi, ini akan lebih memberikan keuntungan masyarakat di Patani Utara,” ujarnya.

BACA JUGA Demo Mahasiswa: Tolak Reklamasi di Patani. Ini Alasannya

Olehnya, kata dia, sangat mendukung reklamsi tersebut. “Saya mendukung”.

Selain Masono, sala satu pemuda Desa Tepeleo, Ferdi Umar juga menyatakan, bahwa dirinya tidak sependapat dengan penolakan reklamasi oleh mahasiswa. “Sebab bagi saya, demi kelancaran kebutuhan kita (ekonomi), maka reklamasi harus didukung,” katanya.

Menurut Ferdi, Patani Utara akan menjadi terminal perdagangan sehingga masyarakat tidak lagi disubukkan untuk belanja dilain daerah.

Saat ditannya soal dampak terhadap pengusaha lokal, kata Ferdi, tidak merugikan karna pasti bermitra secara ekonomi.

Red: Is

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT — Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test pada...