Penerang Pembaca

Arsip 2015

Mohsen: Teheran akan Menangkap dan Mengadili Presiden AS, Donald Trump

Bagikan :

LENTERA NEWS — Seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Teheran akan menangkap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan menyeretnya ke pengadilan atas tindakannya terhadap Iran dan negara lain.

Penasihat Khamenei itu bernama Mohsen Rezaei. Dia adalah mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Dan kini ia menjabat sebagai sekretaris Dewan Kemanfaatan yang menasihati Khamenei.

“Pada akhirnya, kami akan menangkap Trump dan menempatkannya di pengadilan, Insya Allah. Pengadilan internasional akan bersidang dan Trump harus diadili. Dia harus diadili tidak hanya karena apa yang dia lakukan terhadap rakyat kami, tetapi juga atas kejahatannya terhadap bangsa-bangsa lain,” ujarnya kepada Channel 2 yang dilansir Times of Israel, Sabtu, 28 September 2019 dan dikutip sindonews.com.

Wawancara dengan Rezaei itu sejatinya berlangsung 22 September, namun baru diterjemahkan dan disebarkan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI).

Rezaei mengejek Washington karena gagal menanggapi jatuhnya pesawat nirawak mata-mata AS, RQ-4 Global Hawak oleh rudal Teheran. Dia juga meledek Amerika yang dia sebut tidak bisa menjadi sekutu yang bisa diandalkan Arab Saudi, rival regional Iran.

“Ketika Amerika tidak mampu membalas dendam terhadap Iran karena menjatuhkan pesawat ultra-rahasia mereka, akankah mereka dapat membantu Arab Saudi? Mereka tidak bisa membela diri, jadi bagaimana mereka membela Arab Saudi? Semua orang telah menerima pesan itu,” katanya.

Ketegangan meningkat di Teluk Persia sejak Mei tahun lalu ketika Trump secara sepihak menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 antara negara-negara besar dan Iran. Sejak itu, Washington mulai menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan Teheran, yang oleh pemerintah Trump disebut sebagai kampanye “tekanan maksimum”.

Ketegangan berkobar lagi Mei tahun ini ketika Iran mulai mengurangi komitmennya sendiri terhadap kesepakatan nuklir yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. Washington merespons dengan mengerahkan aset-aset militer ke wilayah Teluk.

Sejak itu, kapal-kapal tanker asing di kawasan Teluk Persia diserang, meski Iran membantah sebagai pelakunya. Iran kemudian menembak jatuh drone RQ-4 Global Hawk AS dan menyita kapal tanker minyak berbendera Inggris.

Bulan ini, serangan besar-besaran melanda fasilitas minyak Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais, Arab Saudi. Serangan telah melumpuhkan separuh dari total produksi minyak Kerajaan Arab Saudi. Washington dan negara-negara Eropa menyalahkan Iran, namun Teheran membantah terlibat.

Kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim sebagai pelakunya. Namun, Riyadh dan Washington tak percaya dengan klaim tersebut.

“Trump sudah memainkan semua kartunya,” kata Rezaei. “Dia sudah menembakkan semua pelurunya. Sekarang dia berdiri di depan kita tanpa peluru, dan dunia menertawakannya. Di masa depan, itu akan menjadi lebih buruk,” imbuh dia.

Dia menambahkan bahwa Teluk Persia tidak akan aman sampai pasukan Barat hengkang dari wilayah tersebut.

“Selama Amerika, Inggris, dan negara-negara asing lainnya ingin tetap di kawasan itu, kurangnya keamanan selama 40 tahun terakhir akan terus berlanjut,” katanya. “Kondisi pertama untuk keamanan adalah kemerdekaan negara-negara (kawasan).

“Pada hari orang Amerika meninggalkan wilayah itu, semua negara akan menjadi teman satu sama lain,” paparnya.

Pada hari Jumat, Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim AS telah menawarkan untuk mencabut semua sanksi terhadap Teheran jika Iran setuju untuk membahas perundingan nuklir. Klaim itu langsung dibantah oleh Trump.

Download

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Latihan Pra Operasi “Zebra Kie Raha 2019,...

LENTERA MALUT — Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Suroto didampingi Wakpolda Malut Kombes Pol Lukas Akbar Abriari dan Dir Lantas Kombes Pol Abrianti Pardede...

Hasil Audit Anggaran Desa Losseng akan Disampaikan...

LENTERA MALUT – Terkait hasil audit inspektorat Kabupaten Pulau Taliabu atas dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun 2017-2018...

Stop Pengrusakan Lingkungan, Pulihkan Hak Warga...

LENTERA SULSEL — Dewasa ini perusakan lingkungan tidak hanya dilakukan oleh kegiatan bisnis ekstraktif seperti tambang dan perkebunan. Melainkan ada aktor baru yakni pemilik...

Perusahan Batu Bara belum Miliki Ijin, DPRD...

LENTERA MALUT — Delapan anggota DPRD Halteng Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara ditemui puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Fagogoru Halmahera (Gemuruh)...

Warga Tanah Goyang Digegerkan Ikan Bertuliskan Kata...

LENTERA NEWS — Warga Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku pada Senin, 21 Oktober 2019, digegerkan dengan penemuan...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Chelsea Raup Keuntungan dari Penjualan Kostum Willian

LENTERA SPORT — Chelsea meraup keuntungan dari segi komersial penjualan kostum. Itu setelah jersey bernomor punggung 10 Chelsea yang kini dipakai Kostum Willian secara...

DPRD Haltim Gelar Sidang Istimewa Pergantian Antara...

HALTIM, LENTERA.CO.ID – Sidang paripurna…

Teknologi Tingkatkan Pendapatan UKM Hingga 40 Persen

LENTERA, TEKNO — Teknologi menjadi…