Mahasiswa Ternate Aksi lagi, Tolak RUU Ngawur dan Sahkan RUU P-KS

0
17
mahasiswa-ternate-aksi-lagi,-tolak-ruu-ngawur-dan-sahkan-ruu-p-ks

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa dibadan jalan menuju Bandara Babullah, depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair Ternate, pada Kamis, 26 September 2019.

Aksi ini ialah lanjutan dari aksi kemarin dengan massa ribuan yang sempat memblokade kantor DPRD Kota Ternate dan jalan umum dibeberapa titik Kota.

Massa aksi ini masih dengan tuntutan serupa, mereka menolak seluruh Rancangan Undang-undang yang dibuat DPR saar ini. Mulai dari RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Minerba, RUU Permasyarakatan dan lainnya. Mereka mendesak agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) harus disahkan tanpa terkecuali.

Baca juga:
Aksi Desak Usut Tuntas Penembakan Seorang Mahasiswa di Ternate
Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

Menurut massa aksi, dalam RKUHP ada sejumlah pasal yang cukup bermasalah dan menindas rakyat. Misalnya pasal soal Korupsi, penghinaan Presiden, tentang Makar, Penghinaan Bendera. Juga pasal soal Pembiaran Unggas dan Hewan Ternak, Pasal RKUHP tentang Tindak Pidana Narkoba, soal Penghinaan terhadap Badan Peradilan atau contempt of court, Pasal Tindak Pidana terhadap Agama, dan Pasal terkait Pelanggaran HAM Berat (pasal 598-599).

Dan terkait pasal soal Alat Kontrasepsi, Aborsi, soal Gelandangan, Zina dan Kohabitasi, Pencabulan juga dikecam massa aksi.

“RKUHP itu regulasi yang paling bobrok sekali, masa mengatur sampai ditingkat privasi dan rumah tangga orang, kan brengsek,” tutur Irawati Harun, salah satu peserta aksi sore tadi saat orasi.

Massa aksi depan jalan FKIP Univ Khairun Ternate, saat memblokade jl. Bandara Babullah, Kamis, 26 September 2019. (Lentera/Ajun)

Didalam pasal-pasal itu juga, yang paling bobrok kata Ira sapaan akrab aktivis Korps PMII Cabang Ternate, juga soal korban pemerkosaan. Korban bahkan bisa dipenjara.

“Sudah jadi korban, dipenjara pula,” tururnya.

Padahal kata Ira, korban harusnya mendapat penanganan khusus untuk rehabilitasi karena menanggung beban psikologi, beban stiga masyarakat, dan lainnya.

Oleh karena itu, RKUHP harus ditolak karena mencederai hak dan martabat kaum perempuan. RUU lainnya juga harus ditolak.

Ira bilang, untuk menghentikan atau meminimalisir kekerasan seksual maka, RUU P-KS adalah alternatif agar korban dilindungi dan dalam pasal-pasal RUU P-KS juga akan memberi efek jera pada pelaku kekerasan seksual.

BACA: Pasal Kontroversial ini Bikin Aksi Mahasiswa Kian Meluas

Aksi yang digelar dari siang hingga sore hari itu berjalan aman. Tampak dikawal ratusan aparat kepolisian dengan peralatan lengkap. Aparat kepolisian berjaga-jaga depan Makobrimob, depan jl. Bandara Babullah, Kota Ternate.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa mewarnai titik pusat kota Ternate, dan ribuan lainnya depan DPRD Ternate, pada Rabu, 25 September 2019 kemarin.

Massa aksi menuntut beragam isu, terutama soal RUU yang dinilai timpang dan ngawur serta jauh dari persoalan rakyat. Diantaranya RUU KUHP, RUU Pertanahan,dan sejumlah RUU lainnya. (Ajn)

Berita terkait:
Viral, Dosen Unkhair Dukung Mahasiswa ‘Kuliah Dijalan Demo’
Aksi Tolak RUU Sempat Ricuh, Satu Mahasiswa Tertembak
Poster Veronica Koman dan Surya Anta Saat Aksi Tolak RUU di Ternate

The post Mahasiswa Ternate Aksi lagi, Tolak RUU Ngawur dan Sahkan RUU P-KS appeared first on LENTERA Malut.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini