oleh

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Laode Dipolisikan

LENTERA NEWS – Kuasa Direktur CV. Andalas, Ilham Maoeradji melaporkan Laode yang bekerja disalah satu media atas dugaan pencemaran nama baik melalui pemberitaan yang dimulai pada Selasa, 17 September 2019 dan Sabtu, 21 September 2019 di Polres Halmahera Tengah, dini hari.

Menurut Ilham, dirinya melaporkan Wartawan Laode atas pemberitaan yang diduga benar-benar merniat mencemarkan nama baiknya melalui berita soal Proyek Papan Informasi di Nusliko, Kabupaten Halmahera Tengah. Niat pencemaran nama baik itu, kata Ilham, tampak pada motivasi berita tersebut ditulis.

Bahwa, sebelumnya pada Selasa 17 September 2019, Laode menemui Ilham di penginapan Fagogoru dengan maksud konfirmasi berita yang mengatasnamakan salah satu media online, sebut saja media (A). Ditempat itu, Ilham menjelaskan secara detail kenapa pekerjaan mengalami keterlambatan lalu mendapat surat teguran. Setelah itu, Laode pun meninggalkan tempat tersebut.

Dihari yang sama, sekitar pukul 21.00 WIT (malam), Ilham mengisahkan dirinya berkomunikasi dengan Laode menanyakan perihal berita tersebut. Proses komunikasi itu, Laode mengaku tidak akan menulis sembari mengatakan ia (Laode) segera bergegas menemui Ilham di tempat sebelumnya. Pertemuan kedua pada malam itu, kata Ilham, keduanya tidak lagi membicarakan soal surat tersebut lantaran sebelumnya Laode mengaku tidak menulis masalah yang sudah berlalu itu.

“Malam ini karena dia mengaku tidak lagi menulis berita itu, makanya kami pun membicarakan hal lain hingga dia (Laode) pun pergi berpamitan dengan baik. Jadi tidak ada masalah ,” kata Ilham pada redaksi Lentera.co.id, Sabtu, 21 September 2019 via WhatsApp.

Ternyata, lanjut Ilham mengisahkan, Laode diam-diam memberitakan. Ilham mengaku menyadari berita yang diterbitkan pada Selasa 17 September melalui media A itu, diketahui pada Kamis 19 September 2019 (malam) melalui ketua PPK, Pak Riky.

“Maksud saya, kalau benar-benar jujur mengatakan bahwa akan tetap menerbitkan berita itu, maka saya pasti berkomentar dengan baik. Jangan mengaku tidak tulis lalu diam-diam menulis hingga hal-hal yang tidak bermaksud untuk dipublikasikan, dia publikasikan. Ini jelas melanggar ko etik jurnalis karena tidak menghargai hak sumber,” ujarnya.

Lalu pada malam itu juga, Kamis, 21 September 2019, Ilham menyampaikan rilis ke media Lentera.co.id, perihal meluruskan berita tersebut. “Seharusnya saya klarifiasi lewat media A yang Laode bekerja. Tapi kenapa saya tidak kesitu, karena sebelumnya dia mengaku tidak memberitakan,” kata Ilham.

BACA Ini Kronologis dan Motivasi Laode Menulis Berita, Niat Cemarkan Nama Baik

Setelah diberitakan Lentera, pimpinan media A pun jalin komunikasi dengan Ilham Maoeradji yang notabene adalah Direktur dari Perusahaan media Lentera.co.id pada Kamis, 21 September 2019 malam sekitar pukul 4.00 WIT (jelang subuh).

“Pimpinan Media yang Laode gunakan untuk menulis berita itu adalah teman dekat saya. Dia pun kaget ketika Lentera juga menulis berita terkait itu. Karena menjaga hubungan baik kami antara sesama pimpinan media, kami pun bersepakat masing-masing media hilangkan berita tersebut, demi menjaga hubungan baik antara media. Lagi pula, menurut saya dengan Pimpinan Media A itu, menilai soal itu tidak layak diberitakan karena ditulis setelah pekerjaan berjalan atau dilanjutkan. Selain itu, kami juga menilai berita itu ditulis karena motivasi pribadi, bukan pekerjaan profesionalisme wartawan,” tutur Ilham.

Besonya, pada Jumat 22 September 2019, Laode pun menemui Ilham di Penginapan Fagogoru.

“Saat ketemu, saya sampaikan, bahwa meski sudah dua hari berta itu ditulis dan saya tidak mengetahuinya, namun saya tidak lagi persoalkan karena kami selaku pimpinan media, saling memahami dan menjaga hubungan baik. Itu sebabnya, saya sampaikan ke Laode agar stop menulis hal yang bukan lagi masalah itu, karena itu merusak nama baik saya dan hubungan media karena sekali lagi, yang dia tulis itu sudah basi. Tidak ada masalah lagi,” tandasnya.

Ilham mengaku, meski dihadapannya dia jarang bicara, pertemuan pada sore itu diharapkan Laode dapat memahai penjelasannya hingga Laode pun berpamitan, bergegas keluar.

“Eh…padahal malam ini saya baca berita yang sama di media yang berbeda. Dia kirim melalui WhatsApp saya. Saya hanya membalas dengan “Jempol”. Saya langsung berkesimpulan, dia sungguh berniat merusak nama baik saya. Saya langsung ke Polres lalu melaporkan. Pihak Polres pun langsung mengeluarkan surat panggilan kepada Laode dengan nomor: B/18/IX/2019/Res Halteng/SPKT,” kata Ilham.

BACA Ini Kronologis dan Motivasi Laode Menulis Berita, Niat Cemarkan Nama Baik

Niat Pribadi Laode, Bukan Profesionalisme Media

Berita kedua dari media lain, sebut saja media (B), Leode menulis berita yang sama seperti sebelumnya. Padahal, kata Ilham, Laode saat menemui dirinya mengatakan kalau ia adalah wartawan dari media A. “Jadi kalau menulis berita di media B, itu tidak bisa karena dia tidak boleh seliar itu menulis berita dimedia yang berbeda karena ini soal identitas pertama dari media A, bukan media B,” terang Ilham.

Meski begitu, Ilham mengaku jalin komunikasi pimpinan media (B) tersebut dan menjelaskan kronoligisnya. Setelah mendengar kronologis dan motivasi Laode menulis berita tersebut, pimpinan media B juga menyadari hal itu. Ilham bahkan diminta untuk meluruskan isi berita, tapi menurut, tidak perlu dirubah agar itu jadi meteri laporan.

“Kenapa saya tidak melaporkan medianya, karena saya melihat motivasi pencemaran nama baik itu ada di Laode. Bukan kerja profesionalisme medianya. Sebab diduga Laode memiliki admin tersendiri sehingga bebas menulis dan meng-upload berita,” cetusnya.

“Dua pimpinan media A dan B adalah teman baik saya dan saya tahu, mereka sangat profesional sehingga mereka juga kaget ketika berita itu ditulis setelah saya ceritakan kronologisnya,” terang Ilham.

Laode yang sudah mengurung niatnya untuk mencemarkan nama baiknya, terbukti pada malam ini, Sabtu 21 September 2019, Laode yang tidak mengetahui kalau dirinya sudah dilaporkan ke Polres Halteng sekitar pukul 22.00 WIT, ia mengirim pesan melalui WhatsApp pribadi Ilham. Isi pesannya, lanjut Ilham, Laode sampaikan bahwa besok ia akan menulis satu berita yang tidak ada hubungannya dengan kasus itu.

“Isi pesannya juga akan saya simpan sebagai bukti niatanya. Itu yang menurut saya, dia sunggu berniat merusak nama baik saya sehingga layak saya pidanakan,” tegas Ilham.

Lanjutnya, setelah ia mengirim pesan tersebut, Ilham pun mengirim surat pemanggilan dari Polres Halteng melalui WhatsApp Laode. Saat surat tersebut dibaca, kata Ilham, Laode pun protes.

“Silahkan klarifikasi di Polres,” jawab Ilham.

Kenapa Laode dipolisikan tanpa melibatkan kedua media tersebut, karena menurut Ilham, niat Laode terlalu kelihatan dari rencana hingga beritanya. Ilham juga mengaku, Laode tidak sendirian dalam rencana tersebut. “Nanti kita lihat prosesnya, kasus ini akan menyeret siapa lagi dibalik Laode,” kata Ilham menutup liris ini.

Rep/Red: Ajun

Komentar