Tarif Angkutan Berfariasi, Warga Halut Minta Pemkab Tertibkan

0
29
Ilustrasi Angkutan Umum

HALUT.LENTERA.CO.ID – Tarif angkutan di Halmahera Utara berfariasi. Hal itu membuat warga setempat keluhkan hal tersebut karena menilai tarif angkutan ditentukan sesuka hati, tanpa kontrol pemerintah. Demikian itu disampaikan seorang warga ketika menemukan tarif angkutan kota, antara Kao Barat-Tobelo yang berfariasi antara angkutan kota yang satu dengan angkutan kota yang lain.

“Ada sopir yang minta Rp. 25.000 dan ada pula yang minta Rp. 30.000. Dan Saya pun mengalami hal demikian. Ketika Saya turun ke pusat kota (Tobelo) dan menaiki salah satu angkutan kota tujuan Tobelo, Saya menyerahkan uang Rp. 50.000, dan dikembalikan Rp. 20.000. Setelah itu lalu balik menaiki angkutan kota yang sama, Saya diminta membayar Rp. 25.000,” kata Mutlaben Kapita.

Setelah itu, ia pun menanyakan tarif angkutan kota dari Kao Barat-Tobelo kepada beberapa masyarakat. Dia menemukan pengakuan warga bahwa harga transportasi itu bervariasi; antara Rp. 20.000, Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000. “Apa lagi di bulan Desember ini, itu biasanya tarif angkutan kota bervariasi, tapi itu tidak semua,” tutur Garbriel Rongaila, salah satu pemuda Desa Bailengit kepada Mutlaben.

Dengan berfariasinya tarif angkutan kota tersebut, Mutlaben berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Halmahera Utara untuk segera membuat peraturan Bupati (PERBUB) jika itu belum ada peraturan itu, dan jika sudah ada PERBUB terkait tarif angkutan umum di Kab. Halmahera Utara, maka perlu di sosialisasikan kepada masyarakat sebagai pengguna angkutan umum, juga pada seluruh sopir angkutan umum. “Agar masyarakat tahu besaran tarif setiap route di wilayah Kab. Halmahera Utara,” katanya kepada redaksi Lentera via WhatsApp, Selasa, 13 Februari 2018.

Red: Midun

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini