Pamkab Haltim Tetapkan Tapal Batas, Warga Gotowasi Menolak. Ini Tanggapan Kepala DPMD

0
26
Kepala Dinas Pemberdaan Masyarakat Desa (DPMD) Haltim, Badalan Ulawat

HALTIM, LENTERA.CO.ID – Masyarakat Desa Gotowasi, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara menolak tapal batas desa yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Penolakan ini disuarakan melalui rapat hering bersama Dinas Tehnis Batas, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Halmahera Timur yang dihadiri Kapolsek Kota Maba, Danramil dan Polisi Pomong Praja, di ruang kerja Kepala BPMD, Senin 10 September 2018.

Informasi yang dihimpun media ini, masyarakat Gotowasi melakukan hearing penolakan ini karena merasa bahwa penetapan titik batas yang disosialisasikan oleh Tim Tapal Batas, tidak mengakomodir batas ulayat adat Kimalaha Gotowasi yang sampai pada Pajibayo.

Kepala Dinas Pemberdaan Masyarakat Desa (BPMD) Haltim, Badalan Ulawat kepada lentera.co.id, Senin, 10 September 2018 mengaku, pihanya tidak bisa memutuskan serca langsung.

“Hal ini Tim Tapal Batas Desa serta Kacamatan akan memutuskan titik batasnya lalu disosialisakan kembali kepada masyarakat,” katanya.

Kepala BPMD menambahkan, bahwa sebagai lembaga tehnis akan menyampaikan ke pimpinan Tim Pperbatasan dalam hal ini Plt. Bupati. Bahwa masrakat Gotowasi meminta batas tersebut harus sesuai dengan petunjuk perbatasan adat dari Gotowasi sampai Pajibayo, berdasarkan tanah adat Kimalaha Gotowasi.

“Intinya, kami Tim Perbatasan akan sampaikan ke pimpinan tim perbatasan pemerintah daerah bahwa masyarakat Gotoasi tak terima titik batas yang suda digariskan oleh pemeritah daerah,” ujarnya.

Red: Ilham H

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini