KPA RI Prihatin atas Kasus Seksual Terhadap Anak dan Proses Hukum di Haltim

0
23

HALTIM, LENTERA.CO.ID – Kasus kejahatan seksual terhadap anak di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim, Maluku Utara (Malut) menjadi perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak RI.

Anggota Komnas Perlindungan Anak RI, Arist Merdeka Sirait saat berkunjung ke Haltim pada Selasa, 18 September 2018 ini menyatakan, dari Januari hingga Juni 2018, kejehatan seksual terhadap anak yang dilaporkan ke Polres Haltim sebanyak 18 kasus. “Itu belum dengan kasus diselesaikan dengan pendekatan damai, karena dianggap aib,” kata Arist Sirait kepada wartawan, di Kabupaten Haltim.

Kondisi itu, dia mengatakan, Haltim adalah salah satu daerah yang harus mendapatkan perhatian. Ia juga menyampaikan perhatian tersebut, yakni bagaimana memberikan yang terbaik bagi anak-anak, karena terancam berbagai kasus kejehatan seksual.

Tak hanya itu, ia menyentil kasus di Desa Miaf, Kecamatan Maba Tengah. Dia mengatakan, tidak ada alasan Polres menghentikan penyelidikan, jika tak ada akte lahir.

“Setiap orang dirugikan secara hukum, baik anak dan lansia sekali pun. Kalau sudah ada dua alat bukti, polisi tidak bisa hentikan kasus itu dan harus dilanjutkan proses hukumnya,” katanya.

Olehnya, lanjut Arist, jika proses hukum yang terjadi terus seperti ini, maka kasus kejahatan seksual di Haltim tak akan diselesaikan.

“Atas keperhatinan inilah, kita perlu sosialisasi di Haltim, agar tahun 2019, kita harapkan Kabupaten ini menuju Kota layak anak, dan ada 31 indikator yang harus di penuhi,” terangnya.

“31 Indikator menuju Kota Layak Anak, salah satunya Infrastruktur, lingkungan sekolah yang ramah pada anak, lingkungan puskesmas yang ramah anak dan regulasi perda tentang miras,” ujarnya.

Red: Ilham H

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini