Hadiri Rapat Amdal-Andal yang Digelar DLH Malut, ini Pernyataan PT. HJM

0
74
hadiri-rapat-amdal-andal-yang-digelar-dlh-malut,-ini-pernyataan-pt.-hjm

LENTERA MALUT – Setiap Perusahaan harus memiliki ijin lingkungan karena apapun usaha/kegiatan suatu perusahaan pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Itu sebabnya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara ( DLH Malut), melakukan rapat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk kehadiran PT.Halmahera Jaya Mining (PT. HJM).

Rapat yang dimaksud adalah rapat tim teknis dan komisi penilaian dokumen andal rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan (RKL. RPL) Rencana pertambangan emas pada wilayah ijin usaha pertambangan eksplorasi ( Hoo9ipe05-1) seluas 1500 Ha oleh PT. HJM di kec. Galela Barat Kab.Halmahera Utara dan Kec. Loloda Tengah, Kab. Halamahera Barat.

Kajian andal tersebut di hadiri oleh Direktur PT.HJM, komisi penilai amdal, Bapeda dan melibatkan berbagai unsur elemen masyarakat dari 9 desa yang berasal dari dua kecamatan yaitu Desa Ngidiho, Makete, Gotalamo, Duma, Kira, Dokulamo, Soata Baru, Samuda, dan Roko.

Suasana Rapat

Direktur PT. HJM, Andy Purnama Tjandra menjelaskan bahwa semua usaha pertambangan di indonesia atau dimanapun, harus memiliki jenis-jenis ijin usaha. Satu sisi, ijin pertambangan harus di lengkapi dengan ijin lingkungan, karena di bagaimanapun perusahaan punya tangung jawab besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

“Saya pikir kajian andal ini cukup untuk melingkupi semua aspek, jika andal yang di bahas tidak bermasalah maka ijin operasi produksi pun akan mulai diterbitkan,” ujarnya.

Untuk tahapannya, jika penerbitan ijin sudah keluar, maka PT.HJM akan melakukan persiapan pertambangan dan kemungkinan membutuhkan waktu satu sampai 2 tahun untuk membangun infrastruktur pertambangan dan persiapan. “Agar tidak ada masalah ke depan,” kata Andy

Rekrutmen kariawan, kata Andy, belum bisa dipastikan. Ia bahkan mengatakan pihaknya akan memperhatikan tenaga kerja loka. “Kalau ada yang lokal kenapa harus butuh dari luar,” ujar Andy. Tak hanya itu, lanjut dia, “Jika perusahaan telah beroperasi maka saya akan berusaha membuka pendidikan kejuruan untuk melakukan pelatihan pada tenaga kerja”.

Sementara itu, Camat Galela Barat Hanafi Otinoru pada waktu bersamaan mengatakan pihaknya sekaligus perwakilan masyarakat sangat mengapresiasi penuh dengan kehadiran PT.HJM. Olehnya, dia meminta kepada seluruh elemen, baik masyarakat, pemerintah, maupun pihak swasta harus senantiasa bersinergi dalam menjemput PT.HJM dan mendorong agar dapat memberikan hasil yang di inginkan oleh kita semua.

“Jika PT.HJM sudah berjalan, tetap harus mematuhi kaidah-kaidah yang telah di sepakati dan di inginkan oleh masyarakat dan pemerintah,” harapnya

Menurutnya, dari hasil pemaparan andal oleh konsultan PT.HJM, ternyata dokumen tersebut masih banyak kekurangan yang perlu di lengkapi dalam rangka untuk memenuhi kualitas bobot dari dokumen itu agar dijadikan acuan bagaimana pengelolaan perusahan yang akan datang.

Dia juga meminta kepada konsultan agar tidak bertahan dengan prinsip, tetapi konsultan juga harus memiliki nurani dengan harus mendengar dan mematuhi saran dan masukan dari berbagai perwakilan elemen masyarakat sehingga dapat memberikan kontribusi dokumen andal yang terbaik.

Camat menambahkan, masyarakat sangat mengiginkan adanya peningkatan kesejahteraan, dan penyerapan tenaga kerja baik yang ada di lokal, regional dan nasional.

“kita tidak bisa menutup mata. Jika kita tidak punya keahlian, maka tetap menjemput tenaga kerja dari luar. Namun Kesepakatan tenaga kerja antara masyarakat dengan pemerintah sesuai dalam Andal yaitu 70 lokal dan 30 dari luar,” terangnya.

Selaku camat, dirinya senantiasa mengawal, melindungi, dan memotivasi suoaya ada agar sinergi antara pihak perusahaan, konsultan, masyarakat dan pihak pemerintah. “Dan jangan ada lintas sektor yang mementingkan diri sendiri dan mengabaikan keinginan masyarakat,” kata dia.

Kepala bidang penataan dan penaatan lingkungan hidup provinsi Malut (PPLH), Wajihudin Fabanyo kepada media ini, Sabtu, 12 Oktober 2019 menjelaskan bahwa terkait hasil proses andal oleh PT. HJM yang berlangsung di Hotel muara pada Kamis, 10 Oktober 2019 kemarin yang beroperasi di dua kecamatan tersebut, telah selesai.

Rep:Hana/Red:Jun

The post Hadiri Rapat Amdal-Andal yang Digelar DLH Malut, ini Pernyataan PT. HJM appeared first on LENTERA Malut.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini