Wabub Rahim: Halteng Butuh Resep Penyembuhan

0
632 views
Wabub Halteng, Abdurahim Ode Yani

TERNATE.LENTERA.CO.ID — Menanggapi kualitas sumber daya manusia serta serktor lainnya di Kabupaten Halmahera Tengah, Wakil Bupati Halteng, Abdurahim Ode Yani mengatakan pihaknya dituntut berkomitmen memajukan pembangunan di daerah tersebut.

“Saya ingin menyampaikan bahwa Penerintah Halmahera Tengah saat ini memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) diberbagai sektor,” katanya saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) Ke-VIII Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Patani Maluku Utara (Malut) di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Kota Ternate, Minggu, 04 Maret 2018.

BACA JUGA Bangun Paradigma Intelektual Fagogoru, ini Kata Wabub Halteng

Ia mengatakan, wujud komitmen tersebut dlakukan mulai pembenahan sektor pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Pergurua Tinggi (PT). Olehnya, kata dia, saat ini pemerintah Bupati Edi bersama dirinya (Elang-Rahim) berkomitmen memberikan beasiswa kepada generasi Fagogoru yang mau melanjutkan Studi S1, S2, dan S3 diberbagai PT dengan beragam disiplin keilmuan. Komitmen yang sama juga berlaku pada sektor ekonomi, kesehatan, dan maupun pembangunan infrastruktur.

“Saya besama Pak Bupati memiliki komitmen untuk mendorong kebijakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Halmahera Tengah yang sekian tahun lamanya diabaikan ini,” ujarnya.

Selain itu, ketua DPD Partai Nasdem Halteng ini menyatakan, pada pemerintahan ini, masyarakat Gebe telah menikmati penerangan listrik yang sekian tahun dinanti-nanti masyarakat. “Itulah salah satu komitmen yang saya maksudkan” jelasnya.

Oleh sebelumnya, kata Abdurahim, masyarakat Halteng menjadi saksi sejarah perjalanan Kabupaten dalam rentang waktu tersebut, pemerataan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan sebagai wujud ber-Fagogoru, masih jauh panggang dari api. Padahal, menurut dia, negeri Halteng yang kaya dengan hasil tabang, hasil hutan, hasil laut atau perikanan, memiliki tanah yang subur, memiliki komoditas unggulan berupa pala yang dikenal dari zanan kolonial hingga kini. Namun sayangnya pengelolaan potensi SDA itu hanya dinikmati segelintir orang dan kelompok tertentu untuk memperkaya diri.

“Rakyat Haalteng tidak merasakan manfaat yang lebih dan berlanjutan. Kasus pertambangan dari Weda hingga Gebe, belum lagi Hak Penguasaan Hutan (HPH) di beberpa lokasi seperti Dote dan Sibenpopo, ilegal fishing oleh nelayan asing di peraran Patani dan Gebe dan berbagai macam masalah yang melanda negeri ini, rakyat kecil menjadi korbannya,” jelas wabub Halteng ini dihadapan puluhan mahasiswa asal Patani.

Abdurahim juga mengatakan, bahwa pemerintah sebelumnya meninggalkan utang daerah sebesar 120 milyar yang dibebankan kepada penerintah Elang-Rahim untuk segera diatasi dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang begitu kecil. “Ini fakta,” katanya. Lanjut dia, makanya pemerintah Elang-Rahim harus mendesain kebijakan pembangunan untuk beberapa infrastruktur yang mendesak dalam rangka menjawab ketertinggalan pembangunan di Halteng dengan menggunakan skenario multi year. “Pemimpin kita dimasa lalu itu seolah-olah menutup mata dengan fakta ketertinggalan yang dialami daerah ini.”

“Misalnya, jalan penghubung Sif-Patani-Gemia-Tèpeleo-Peniti-Sakam, tidak disediakan. Padahal ini urat nadi yang mèghubungkan perekonomian setempat,” ungkapnya dengan penuh penuh kesal terhadap pemerintah sebelumnya.

Akses jalan ini, menurutnya, akan berkonstribusi pada perbaikan berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat di wilayah tersebut. Belum lagi listrik di Gebe sudah hampir 2 tahun lebih mati total, ditambah lagi dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan masih dibawah standar sehingga ikut mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halteng dibawah standar pula. “Semua fakta ini terkesan ditutupi,” jelasnya.

Olehnya, kata dia, pemerintah Elang-Rahim harus menggunakan semua potensi dan kekuatan yang dimiliki untuk membenahi satu persatu masalah yang dihadapi rakyat. “Tidak boleh berlarut-larut membiarkan masalah yang menjerat rakyat,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Dihadapan mahasiswa serta sesepu Halteng ini, wabub mengatakan bahwa Pemerintah Elang-Rahim yang dipercaya rakyat memimpin Halteng 5 tahun kedepan, membuka diri dengan menerima masukan dan solusi yang ditawarkan, termasuk mahasiswa dan rakyat terhadap pembangunan untuk masyarakat. Ia bahkan mencontohkan Halteng bagai manusia yang sedang sakit, butuh resep obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

“Kami juga berharap kepada kita sekalian, terutama mahasiswa untuk tidak sekedar mendiagnosa penyakit yang diderita negeri ini, melainan juga berani membuat resep untuk menyembuhkan penyakit tersebut,” tutup.

Red: Mail

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini