Satpam Minta Biaya Bet ke Keluarga Pasien, ini Jawaban Ditektur RSUD Halteng

0
1.074 views
ilustrasi Bet Pasien

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Tidur di Bet pasien, dikenakan biaya 100 ribu per malam. Demikian itu disampaikan seorang Satpam kepada keluarga pasien di RSUD Kota Weda pada Kamis, 19 Juli 2018.

Direktur RSUD Kota Weda, Dr. Fransisten saat dikonfirmasi mengatakan, pihak Rumah sakit sudah teragreditasi dan tidak semuannya dihargai dengan uang. “Kami memasang aturan itu dengan maksud, keluarga pasien tidak memakai Bet itu. Karena Bet itu murni untuk pasien, bukan keluarga pasien,” katanya pada reporter Lentera Online, Jumat, 20 Juli 2018 malam di Apotiknya, Kota Weda.

Sebelumnya, kata dia, setiap hari Bet itu dibersihkan oleh Cleaning Service. Banyak keluarga pasien yang menaruh barangnya diatas Bet itu. Sementara ketika pasien baru yang masuk, mereka tidak membersihkan tempat itu. “Banyak yang begitu. Minta diturunkan saja tidak mau,” ujarnya.

Menurutnya, RSUD bukanlah milik sekelompok orang, tapi milik masyarakat Halteng sehingga semua punya hak untuk menempatinya.

“Jadi kami tidak pernah managi uang itu kepada keluarga pasien. Kalau ada Satpamnya yang meminta, sampaikan kepada saya. Itu hanya bentuk teguran agar jangan tidur disitu,” kata Dr. Fransisten.

Meski begitu, ia juga membenarkan bahwa biaya 100 ribu itu sebelumnya disepakati hanya untuk menakuti keluarga pasien agar tak menggunakan Bet tersebut.

“Tapi pada prinsipnya tidak seperti itu. Hanya saja, itu hanya bentuk teguran agar jangan memakai Bet itu,” tutur dia.

Red: Iswan

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini