DM Kembali Tolak Reklamasi Pantai di Patani

0
797 views
Aksi mahasiswa di depan Kantor Bupati, Rabu, 1 Agustus 2018

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Aksi demonstrasi menolak reklamasi kembali dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Dewan Mahasiswa Maluku Utara di depan Kantor Bupati Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Rabu, 1 Agustus 2018.

Aksi DM Malut yang didalamnya terdapat organisasi pergerakan seperti GeMPAR Maluku Utara, LMD dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Patani ini, sudah tiga kali di gelar, mulai dari Kota Ternate hingga Kota Weda. Aksi penolakkan reklamasi dibawa dibawah kordinator Aslan Saifuddin ini, mengiginkan kawasan ekonomi tanpa reklamasi.

Puluhan mahasiswa ini berteriak mendukung pemberdayaan dan ekonomi kerakyatan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kedilan di masyarakat, bukan reklamasi.

Koordinator aksi DM, Aslan mengatakan, pembangunan kawasan ekonomi terpadu dan kawasan perikanan di Patani Selatan dan Patani Utara oleh Pemkab Halteng, dapat diapresiasi. Namun bukan pembangunan reklamasi pantai.

“Kami mendukung kawasan pembangunan, ekonomi dan perikanan terpadu, tapi bukan untuk reklamasi,” teriaknya.

Menurutnya, proyek reklamasi dikawasan pesisir pantai adalah sebuah pilihan yang tidak tepat karna masi banyak ketersediaan lahan yang sangat memadai untuk keperluan perluasan infrastruktur.

Tak hanya itu, Aslan juga mengatakan mengatakan proyek reklamasi adalah tindakan pemborosan anggaran. “Seharusnya anggaran sebesar 37 miliar dan 26 miliar digunakan dalam kebutuhan prioritas yang mendesak,” pungkas dia.

Selain dampak pemborosan keuangan daerah yang belum menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, proyek reklamasi tersebut juga berdampak buruk terhadap keseimbangan ekologi, sosial, budaya dan lingkungan kemasyarakatan yang ada di pesisir pantai.

“Seharusnya ekonomi terpadu, perikanan terpadu di kawasan pesisir pantai segera dipindahkan di darat yang lebih strategis dan tetap memperhatikan perluasan infrastruktur, pemukiman dan keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Dikatakan, ekonomi dan perikanan harus mengintegrasikan karakter petani dan nelayan. Seperti komoditi unggulan kemudian perikanan berbasis partisipatif dalam akses maupun pengelolaanya sehingga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan rakyat dan daya saing daerah ditingkat rigional maupun nasional.

“Olehnya, kami minta kepada Bupati dan Wakil Bupati serta Anggota DPRD Halteng agar segera membatalkan proyek reklamasi di pesisir pantai Patani Selatan dan Patani Utara,” desak Aslan.

Red: Is

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini