oleh

Aksi Mahasiswa Menolak Reklamasi, Ini Tanggapan Warga Batudua dan Pemuda Tepeleo

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Polemik Reklamasi Pantai di Patani Utara dan Selatan belakangan ini, membuat salah satu warga Desa Batudua anggat bicara.

“Desa Tepeleo dimasa Cina Ton dan Cina Un di tahun 70-an, memiliki Perubahan yang luar biasa karna mereka (pedagang) mempermuda kebutuhan masyarakat petani,” kata Masono Hi.Lada, warga Desa Batudua, Patani Utara pada reporter Lentera.co.id, Senin, 30 Juli 2018.

Dia juga mengatakan, suasana kemajuan Desa Tepeleo antara sebelum dan sesudah dermaga (pelabuhan). Kini sudah terlihat maju. “”Apalagi dengan bangunan reklamasi, ini akan lebih memberikan keuntungan masyarakat di Patani Utara,” ujarnya.

BACA JUGA Demo Mahasiswa: Tolak Reklamasi di Patani. Ini Alasannya

Olehnya, kata dia, sangat mendukung reklamsi tersebut. “Saya mendukung”.

Selain Masono, sala satu pemuda Desa Tepeleo, Ferdi Umar juga menyatakan, bahwa dirinya tidak sependapat dengan penolakan reklamasi oleh mahasiswa. “Sebab bagi saya, demi kelancaran kebutuhan kita (ekonomi), maka reklamasi harus didukung,” katanya.

Menurut Ferdi, Patani Utara akan menjadi terminal perdagangan sehingga masyarakat tidak lagi disubukkan untuk belanja dilain daerah.

Saat ditannya soal dampak terhadap pengusaha lokal, kata Ferdi, tidak merugikan karna pasti bermitra secara ekonomi.

Red: Is

Penulis: Reporter HALTENG,- IKEM

Gambar Gravatar
Reporter Biro Halteng, sekaligus Redaktur dan Pembimbing Media Omdesa.id

Komentar