oleh

SPBU Jailolo Diduduki Puluhan Bentor

HALBAR, LENTERA.CO.ID – Puluhan angkutan Becak Motor (Bentor), ojek dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Barat (Halbar) mengelar aksi damai dan menduduki sentral pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara pada Senin 13 Agustus 2018 tadi.

Aksi yang dikordinir Frangky Makagangsa, menuntut pihak SPBU Jailolo segera menyelesaikan terjadinya kelangkaan BBM, yang sudah terjadi selama kurang lebih dua pekan terakhir ini, sehinga membuat aktivitas masyarakat lumpuh, serta berdampak terjadinya kenaikan BBM secara sepihak dilakukan oleh para pengecer.

“Kita Menduduki SPBU ini dengan damai, untuk mempertanyakan kelangkaan BBM, apalagi penyebabnya kita belum tahu, padahal terjadi kelangkaan ini sudah dua minggu terakhir,” ungkap Suprianto, salah seorang sopir Bentor, sore tadi.

Ketua GAMKI Cabang Halbar, Yohanis Basay mengatakan, dari organisasi gerakan mengakomodir angkutan umum mulai dari ojek, bentor, dan dump truk, bertujuan mempertanyakan kelangkaan BBM, dan dari hasil penyampaian dari pihak SPBU bahwa ternyata kendala kelangkaan selama dua pekan ini adalah soal kuota yang didistribusikan dari Pertamina Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) ke SPBU Jailolo berkurang.

“Dari keterangan pihak SPBU Jailolo, misalnya permintaan mereka dari 30 ton per hari tetapi yang terjadi hanya diberikan 10 ton perhari, bahkan hanya 7 ton,” ungkapnya mengutip.

Untuk itu, kata dia, pihaknya juga akan mengajak pihak SPBU Jailolo, bersama – sama ke Pemkab Halbar, untuk mempertanyakan langsung ke pihak Pertamina Tobelo dan bahkan Pertamina di Papua yang mewadahi wilayah Indonesia Timur.

“Kami pun berharap dukungan SPBU Jailolo, dan besok sama – sama dengan kami untuk menyampaikan kepada Pemkab Halbar,” tandasnya.

Terpisah, Audit Internal SPBU Jailolo, Sofifi, dan Batu Anteru Ternate, Fransiskus Letsoin, menagakui, Memang betul kurang lebih dua minggu berjalan telah terjadi kelangkaan, itu karena kendalanya dari pasokan BBM.

“Penyebabnya kami belum tahu pasti dari mana karena biasanya kuota yang diminta 30 ton tetapi hanya perole 20 ton per hari, sehingga terjadi kepadatan antrian,” jelasnya.

Red: Chull

Penulis: Reporter Halbar - CHASRUL Tampilang

Gambar Gravatar
CHASRULL, Reporter Biro HALBAR sekaligu Redaktur dan Pembimbing Omdesa.id

Komentar