Ibnu Akui Utang Pemkab ke Kemenkeu, bukan ke BPD

0
18
Wakil ketua II DPRD Halbar, Ibnu Hi. Kadam,

HALBAR, LENTERA.CO.ID – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Ibnu Saud Kadim, mengakui Pinjaman utang Pemkab Halbar sebesar Rp. 150 miliar sesuai dengan yang disetujui DPRD ke Kementrian Keuangan, bukan ke BPD Malut seperti yang disampaikan Sekertaris Dewan (Sekwan).

“Memang benar ada persetujuan perda tentang APBD oleh DPRD, tetapi itu karena pertimbangan kondisi keuangan daerah yang tidak stabil saat ini,” aku Ibnu kepada wartawan Sabtu 3 Maret 2018.

Lanjutnya Ibu, mengatakan penjelasan Sekkab Halbar Syahril Abd Radjak pada saat rapat pembahasan pinjaman, yakni jika Pemkab melakukan pinjaman, maka akan terjadi stabilitas fiskal, namun realita malah sebaliknya.

“Kalau kita mau jujur, sebaiknya kita sama-sama berpikir, guna meninjau kembali pinjaman daerah tersebut,” sebut Ibnu.

Bukan saling menyalahkan, seperti yang disampaikan Sekwan. ” Karena Sekwan tidak tahu apa – apa soal asal muasal pengajuan hinga terjadi pinjaman, jadi jangan membela terlalu berlebihan,” terang Waka I DPRD Halbar.

BACA JUGA Sekwan: DPRD Halbar Harus Ingat Asal Mula Pinjaman 150 M itu

Dia juga mengakui bahwa sekwan adalah pembantu bupati, tapi tugasnya juga membantu DPRD jadi harus bisa mengimbangi antara keduanya, dan tidak perlu berkomentar soal ini karena Sekwan tidak mengetahui asal muasalnya.

Ibnu menjelaskan, awalnya pinjaman yang diketahui DPRD sesuai persetujuan ke Kemenkeu, namun secara diam-diam pinjaman diajukan ke BPD Maluku yang notabene bunga pinjamannya sangat besar, belum lagi ditambah dengan utang pihak ketiga tahun 2017 lalu yang belum dibayar.

“Jujur saja, kami (DPRD) selalu mendukung program Bupati Halbar terkait dengan pembangunan infrastruktur, tetapi jangan mengorbankan kebutuhan dasar (basic needs) masyarakat,” cetusnya.

“Lebih baik kita bersama – sama meninjau kembali pinjaman yang dimaksud, daripada APBD hanya digunakan untuk membayar hutang dan bunganya,” pinta Ibnu.

Red: chull

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini