Sekda Aceh Dorong Percepatan Penetapan APBDes 2020

Must read

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

LENTERA ACEH –Perencanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2020 harus dapat diselesaikan paling telat tanggal 20 Desember 2019. Lalu pada 10 Januari 2020 nanti, sudah dapat direalisasikan untuk membiayai pembangunan desa atau Gampong.

Hal tersebut disampaikan Sekda Aceh dr. Taqwallah, M.Kes di hadapan 1039 orang pengelola dana desa pada Pertemuan Evaluasi Pengelolaan Dana Desa dan Gerakan BEREH, Kabupaten Aceh Tengah, di Gedung Olah Seni (GOS), Takengon, Ahad, 8 Desember 2019.

Menurut Sekda, Taqwallah, pemerintah telah kuncurkan dana desa sejak tahun 2015, namun penggunaannya belum efektif.

“Dana desa yang mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun belum mampu mengatasi pengangguran dan menekan angka kemiskinan di kalangan penduduk desa,” katanya. Lanjutnya, “Dana desa harus dapat membuka lapangan kerja bagi warga dan mengurangi orang miskin di desa.”

Menurut mantan dokter Puskesmas itu, bahwa dari kasus sejumlah kecamatan di Aceh, penyebab belum optimal dan efektifnya dana desa selama ini karena selalu terlambat penetapannya, dan tidak efektif perencanaannya. “Penetapan APBDes rata-rata pada April dan realisasi baru terjadi pada bulan Juli dalam tahun berjalan,” ujarnya.

Akibatnya, lanjut Taqwallah, sisa waktu pelaksanaan anggaran tinggal lima bulan, dan acap tidak dapat mencapai target pembangunan desa yang ditetapkan sebelumnya. Fenomena inilah yang menghambat kesejahteraan rakyat, karena dana pembangunan tidak direalisasikan secara optimal dan efektif.

“Bila dana desa tidak direalisasikan dengan cepat, sama artinya menunda kesejahteraan masyarakat desa,” kata Taqwallah.

Sekda Aceh itu juga memberi arahan bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan di desa. Pengangguran di desa hanya bisa diatasi dengan cara menyediakan lapangan kerja baru.

“Hitung berapa jumlah penduduk yang tidak memiliki pekerjaan di desa, tapi mereka mau bekerja. Kemudian merencang program pemberdayaan ekonomi yang dapat melibatkan mereka bekerja di sana,” anjur Sekda.

Ia mengatakan, program pembangunan yang dirancang sedapat mungkin tidak membuat dana desa “lari” ke luar desa dalam pelaksanaannya. Bahan baku ada di desa, pekerjaanya warga desa, dan hasilnya untuk kesejahteraan desa. Peran pendamping sangat penting dalam mengarahkan rancangan program desa yang cerdas dan memberdayakan.

“Dana desa harus memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, bukan membelanjakan seluruhnya ke luar desa,” pungkas Taqwallah.

Pertemuan Evaluasi Pengelolaan Dana Desa dan Gerakan BEREH, Kabupaten Aceh Tengah, itu antara lain diikuti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampung (DPMG) Aceh Azhari, SE, M.Si, Sekda Aceh Tengah Karimansyah, SE, MM, Kepala DPMG Aceh Tengah Drs. Latif Rusdi, MM, 295 Reje (kepala desa) dan 295 tuha peut desa, serta ratusan pendamping dari propinsi Aceh, kabupaten, dan desa di Aceh Tengah.

Sumber : Humas Pemerintah Aceh

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

Bahas Tentang Film Disney Mulan, Kenapa Banyak Menimbulkan Kontroversi?

JAKARTA – Ok first of all, saya merasa sedikit ‘tertipu’ karena mengira launching film Mulan akan segera bisa dinikmati di Disney+ setelah subscribe. Tapi ternyata,...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609