Cegah DBD, Komunitas Pijay Gleeh Bersama Warga Bersihkan Lingkungan

Must read

Ternyata Ada Anggaran Rp 11 Miliar Bagi UMKM Terdampak Covid-19

TERNATE, Beritamalut.co – Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate Muhajirin Baylussy, mengatakan bahwa ada anggaran Rp 11 miliar untuk membantu Usaha Mikro,...

75 Persen, Target Kemenangan MS-SM di TBL

LENTERA MALUT — Sebagai putra kelahiran Desa Nggele, Ma’rif Ode Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI Perjuangan), Kabupaten Pulau Taliabu, siap...

Mimpi Pasangan Berselingkuh, Haruskah Ditanggapi Serius?

JAKARTA — Hampir setiap malam kita bermimpi, namun hanya sedikit isi mimpi yang bisa membuat kita terus memikirkannya sepanjang hari, salah satunya mimpi mendapati...

Menyapa Petani di Desa Samuya, MS-SM Bakal Prioritaskan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

LENTERA MALUT – Sebagai anak petani, Calon wakil bupati Pulau Taliabu, Safruddin Mohalisi mulai menyapa warga Desa Samuya, Kecamatan Taliabu Timur, mulai dari kebun-kebun...

LENTERA ACEH – Gotong Royong bersama Masyarakat Gampong Ulee Gle dan Keudeu Ulee Gle Kecamatan Bandar Dua diinisiasi oleh Komunitas Pijay Gleeh, bersihkan lingkungan. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu pagi 01 Desember 2019.

Kehadiran Komunitas Pijay Gleeh di Kecamatan Bandar Dua, untuk membangun kesadaran masyarakat Kecamatan Bandar Dua agar lebih peduli terjadap kebersihan lingkungan dan membudayakan kembali semangat gotong royong yang sudah mulai terkikis.

Pembersihan got atau saluran air

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk aksi dan sosialisasi untuk memberikan penyadaran kepada Masyarakat.

Kecamatan Bandar Dua termasuk salah satu Kecamatan yang rawan DBD. Untuk mencegah terjadinya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Komunitas Pijay Gleh melakukan aksi bersih solokan untuk memberantas sarang nyamuk Aides Egypti.

Aksi membersihkan lingkungan seperti rumput liar, membersihkan genangan air, saluran air atau got yang tersumbat, membersihkan sampah yang diduga sebagai tempat bersarangnya nyamuk penyebab DBD dan menguburkan sampah di Keude Ulee Gle.

Ketua komunitas Pijay Gleh Fazli Husin mengatakan, aksi bersih mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD dan tertinggi di Kecamatan Bandar Dua sesuai yang disampaikan Kabid P2P dan Promkes Dinkes-KB Pijay, Eddy Azwar SKM, M.Kes beberapa hari yang lalu.

“Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit DBD di Pidie Jaya, upaya yang kami lakukan adalah bersama-sama bergotong royong membersihkan lingkungan membasmi jentik sebagai bentuk perlindungan nyamuk dari faktor penyakit DBD,” kata Fazli kepada media.

Untuk mencegah terjadinya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Kita komunitas Pijay gleeh melakukan aksi bersih lingkungan untuk memberantas sarang nyamuk Aides Egypti dan menjaga lingkungan.

Menurutnya, akibat serangan nyamuk Aides Egypti penyebab DBD, banyak warga yang terkena musibah tersebut.

Itu sebabnya, kata dia, pihaknya sangat peduli dan mengajak masyarakat Kabupaten Pidie Jaya pada umumnya dan Bandar Dua khususnya agar bisa memperhatikan lingkungannya.

“Kami meminta kepada masyarakat Kabupaten agar selalu memperhatikan lingkungannya, untuk mencegah penyakit DBD,” pintanya.

“Ya kalau lingkungannya bersih siapa lagi yang sehat dan bangga.”

Kegiatan yang kita lakukan dua minggu ini merupakan kegiatan rutinitas dalam aksi peduli lingkungan dan edukasi kepada masyarakat, dan jangan ada anggapan sebagai musiman, tambahnya.

Kadis Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, SKp, M.P.H, melalui Kabid P2P dan Promkes. Eddy Azwar, menyebutkan, ada 68 kasus DBD dari Januari – November. “Dan kecamatan bandar dua ada 18 kasus dari total 68 kasus,” ujarnya.

Olehnya, ia mengajak masyarakat untuk menggalakkan kembali kegiatan gotong royong di masyarakat. Disebutkan, kehadiran komunitas Pijay Gleh begitu penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih apalagi saat ini pemerintah Aceh sedang menggalakkan program BEREH (Bersi, Rapi, Estetis dan Hijau) yang salah satu penekanannya apa upaya kebersihan lingkungan sekitar kita.

Ke depan, ia juga berharap kerjasama dari semua unsur baik OPD, Ormas, LSM dan dunia usaha serta masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yg bersih dan sehat,” tuturnya.

“Intinya kami sangat mendukung kegiatan ini, karena sumber penyakit 40% dikarenakan faktor lingkungan sisanya dipengaruhi oleh perilaku, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan,” tutupnya.

Pantauan media di lokasi turut ikut partisipasi Masyarakat Gampong Ulee Gle, MRI, PMI, Dinas Lingkungan Hidup dan Muspika Kecamatan Bandar Dua.

Rep/Red:TS

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Ternyata Ada Anggaran Rp 11 Miliar Bagi UMKM Terdampak Covid-19

TERNATE, Beritamalut.co – Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate Muhajirin Baylussy, mengatakan bahwa ada anggaran Rp 11 miliar untuk membantu Usaha Mikro,...

75 Persen, Target Kemenangan MS-SM di TBL

LENTERA MALUT — Sebagai putra kelahiran Desa Nggele, Ma’rif Ode Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI Perjuangan), Kabupaten Pulau Taliabu, siap...

Mimpi Pasangan Berselingkuh, Haruskah Ditanggapi Serius?

JAKARTA — Hampir setiap malam kita bermimpi, namun hanya sedikit isi mimpi yang bisa membuat kita terus memikirkannya sepanjang hari, salah satunya mimpi mendapati...

Menyapa Petani di Desa Samuya, MS-SM Bakal Prioritaskan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

LENTERA MALUT – Sebagai anak petani, Calon wakil bupati Pulau Taliabu, Safruddin Mohalisi mulai menyapa warga Desa Samuya, Kecamatan Taliabu Timur, mulai dari kebun-kebun...

Pirlo Sesalkan Juventus Tak Cetak Banyak Gol Lawan Sampdoria

JAKARTA – Andrea Pirlo melakoni debutnya melatih Juventus kala menang 3-0 melawan Sampdoria di laga pembuka Serie A 2020/2021, Senin (21/9) dini hari waktu Indonesia. Debut yang...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609