ACEH : Daerah Istimewa Dan Otonomi Khusus “Aceh Loen Sayang”

Must read

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

LENTERA ACEH – Penulis : Raja Alqausar

Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.

Tetapi dibalik kesejahtraan aceh yang di beri status sebagai salah satu daerah istimewa dan diberi kewenangan otonami khusus di indonesia. Ternyata masyarakat Aceh masih menyimpan luka pilu yang sangat mendalam yaitu dari kejadian konflik masa dom di aceh yang telah memakan ribuan korban jiwa

Akibat kejadian itu banyak Masyarakat Aceh kehilangan keluarganya dan anak di aceh kehilangan kasih sayang sosok ayah, seorang istri kehilangan sosok suami yang menafkahi dirinya dan sibuah hati mereka .

Ternyata kisah pilu itu tidak berhenti disitu saja 26 Desember 2004 Tepat di hari Minggu pukul 07 : 59 WIB. Nangroe Aceh Darussalam terjadi Gempa dan Gelombang Stunami yang sangat dasyat menghancur kan wilayah yang di juluki Serambi Mekkah itu.

Lagi lagi Aceh menangis mereka kehilangan Harta,keluarga dan kerabat, bekas duka yang sangat mandalam bagi Masyarakat Aceh Membuat sebagian dari mereka trauma akan tragedi yang menipa mereka di masa lampau.

Setelah tragedi bertubi tubi itu menimpa masyarakat Aceh, Kini mereka menjalankan hidup nya dengan menyimpan trauma dan luka yang mendalam,

Baik itu dari anak yang ditinggalkan oleh ayahnya di waktu korban konflik, istri yang di tinggalkan oleh suaminya di waktu pilu berdarah itu terjadi. Ada juga yang kehilangan harta, keluarga dan kerabat yang dibawa oleh gelombang stunami.

Setelah kejadian duka itu sekarang masyarakat Aceh mencoba menempuh hidup baru walaupun luka itu masih terbekas dipikiranya untuk seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya mereka harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya dan anak nya.

Dalam sejarah untuk perempuan Aceh kita tidak pernah akan meragukan lagi akan ketangguhannya seperti pahlawan Cut nyak dien, Cut mutia dan pahlawan wanita Aceh lain nya. walaupun tampa sosok suami mereka tetap bisa menafkahi anaknya dikarenakan jiwa tangguh itu memang sudah tertanam di jiwa wanita Aceh.

Demi mencukupi kebutuhanya atau keluarga dan anak nya wanita Aceh ini rela setiap hari harus merendam dalam air asin dan berlumpur selama berjam-jam , hanya demi menghasilkan uang 15 ribu atau 35 ribu untuk mempertahankan hidupnya anak dan keluarga

Dalam kondisi yg tidak nyaman dan juga penuh risiko, mereka harus berjalan di atas permukaan batu sangat licin yg mudah terpeleset hingga jatuh dan dapat melukai fisik terkena sayatan cangkang Tiram yg sangat tajam.

Walaupun mereka menggunakan sepatu karet dan sarung tangan, namun cangkang Tiram yg keras dan tajam itu juga masih dapat membelah dan menembus sepatu karet dan sarung tangan yg mereka gunakan itu, hingga menyayat tangan dan kaki mereka.

Pekerjaan berat ini telah dilakukan secara turun temurun sejak dari kakek-nenek, ayah-ibu hingga anak-cucunya saat ini selalu bekerja berusaha mencari rezeki dengan cara mencari Tiram untuk menghidupi keluarga mereka sehari-hari.

Sungguh sangat ironis, mereka tidak ada pilihan pekerjaan lain yang lebih manusiawi dan nyaris tidak bisa keluar dari lingkaran “Kaum Pencari Tiram”, nasib mereka seperti “terlahir dan terkutuk” untuk menjadi Petani Tiram abadi sepanjang masa.

Padahal, sebagaimana diketahui bahwa total Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) mencapai Rp. 15-17 Triliun per tahun. Kemudian masing-masing Kabupaten/Kota di Aceh juga mengelola anggaran mencapai ratusan Miliar hingga Rp. 2 Triliun lebih per tahun.

Apalagi, saat ini Dana Otonomi Khusus (Otsus) sedang mengalir melimpah di Aceh. Perolehan dari Dana Otsus Aceh mencapai Rp. 5 – 8 Triliun per tahun. Aceh telah menerima Dana Otsus selama 12 tahun (sejak 2008 sampai 2019) sebesar Rp. 76,2 Triliun dari Jakarta.

Namun, Petani Tiram masih tetap berprofesi sebagai Petani Tiram, tidak ada yang berubah dan tidak ada peningkatan taraf hidup mereka.[]

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

Bahas Tentang Film Disney Mulan, Kenapa Banyak Menimbulkan Kontroversi?

JAKARTA – Ok first of all, saya merasa sedikit ‘tertipu’ karena mengira launching film Mulan akan segera bisa dinikmati di Disney+ setelah subscribe. Tapi ternyata,...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609