10.2 C
Munich
Kamis, Mei 28, 2020

Sebelum Lomba, Peserta Diminta Periksa Jantung

Must read

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

LENTERA LIFESTYLE — Deputy CEO OMNI Hospitals, Num Tanthuwait menyatakan pihaknya terus berupaya memberikan edukasi kepada para pelari mulai dari media offline, online, hingga mengadakan coaching clinic. Khususnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan memeriksakan kesehatan serta sebagai salah satu bekal persiapan dalam mengikuti Electric Jakarta Marathon Run 2019.

OMNI Hospitals merupakan partner kesehatan resmi Electric Jakarta Marathon Run 2019 yang diselenggarakan pada 27 Oktober 2019. Acara yang akan diikuti lebih 16 ribu partisipan yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri, ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu Full Marathon sepanjang 42 kilometer (km), Half Marathon Open (21 km), 10K, 5K, dan Marathoonz Open 1 km dengan garis start dan finis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Num mengingatkan olahraga lari sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung karena dapat menurunkan kolesterol jahat, menjaga tekanan darah, dan mencegah obesitas. Walaupun lari memang baik untuk kesehatan jantung, kata dia, namun sering masyarakat mendengar pelari mengalami serangan jantung pada saat berlari, bahkan sampai berujung pada kematian.

Num mengatakan, dalam jurnal American College of Cardiology disebutkan, satu dari 200 ribu pelari akan mengalami henti jantung meberlarie dan satu dari 50 ribu pelari akan mengalami serangan jantung akibat penyakit jantung koroner saat melakukan marathon. “Untuk yang memiliki hobi berlari, memilih dan mengatur pola makan, istirahat yang cukup, serta latihan dan melakukan pemanasan sebelum marathon, namun harus ditunjang dengan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala, karena seringkali penderita sakit jantung sudah mengalami tanda-tanda atau gejala penyakit jantung, namun mengabaikannya,” kata Num, Senin, 21 Oktober 2019.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah OMNI Hospitals, dr. Emile, Sp.JP, menambahkan, banyak studi yang telah dilakukan menyimpulkan, atlet seperti pelari jarak jauh memiliki pembuluh darah jantung yang lebih besar, tebal, dan lebih efisien memompa darah dibandingkan mereka yang tidak aktif bergerak. Kondisi itu disebut athlete’s heart. Namun ada hal penting yang perlu diperhatikan pada olahraga ketahanan, seperti lari jarak jauh karena dapat berisiko menimbulkan gangguan pada jantung.

Menurut Emile, hal itu disebabkan olahraga yang berlebihan justru meningkatkan radikal bebas dalam tubuh yang dapat mengikat kolesterol dan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Selain itu, dehidrasi dan gangguan elektrolit akibat lari jarak jauh juga dapat menimbulkan gangguan irama jantung.

“Oleh sebab itu, setiap orang wajib melakukan pemeriksaan jantung setidaknya setahun sekali. Jika merasakan gejala nyeri dada, sesak nafas, jantung berdebar cepat atau tidak teratur saat Anda berolahraga, sebaiknya segera periksakan diri Anda,” kata Emile.

OMNI Hospitals merupakan partner kesehatan resmi Electric Jakarta Marathon Run 2019 yang diselenggarakan pada 27 Oktober 2019. Acara yang akan diikuti lebih 16 ribu partisipan yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri, ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu Full Marathon sepanjang 42,195 kilometer (km), Half Marathon Open (21 km), 10K, 5K, dan Marathoonz Open 1 km dengan garis start dan finis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sumber: Republika.co.id

The post Sebelum Lomba, Peserta Diminta Periksa Jantung appeared first on LENTERA Lifestyle.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

LENTERA NEWS — Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pemakaian dua obat malaria untuk perawatan pasien Covid-19 karena obat itu berbahaya. Sebuah...

Diusulkan Pilkada 2020 Ditunda ke 2022

LENTERA NEWS — KPU berencana menggelar Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang. Namun, hal tersebut dikritik sejumlah pihak, karena saat ini Indonesia tengah dilanda...

Kesiapan Perang , China Tingkatkan Kemampuan Militernya

LENTERA NEWS — Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dalam bertempur. Pada Selasa, 26 Mei 2020, stasiun televisi China melaporkan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit mobil yang...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT — Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test pada...