Diduga Melanggar Kode Etik, Ketua Bawaslu Tikep Dilaporkan ke Bawaslu dan Polda Malut

0
27
Aksi demonstrasi dJAMAN Maluku Utara

TERNATE, LENTERA.CO.ID — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam dJaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN) Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi mendesak Bawaslu Provinsi Maluku utara mengevaluasi ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan atas dugaan pelanggaran kode etik yang di lakukan oleh ketua Bawaslu Kota Tikep, Baharudin Tosofu.

Pasalnya, Ketua Bawaslu Baharudin Tosofu jalin komunikasi via massangger facebook dengan anggota DPRD Kota Tikep, Ahmad Ishak dengan maksud meminta uang demi kepentingan tertentu. Para demonstran menilai percakapan ini di anggap sebagai tindakan yang mencedrasi institusi Penyelenggara khusunya di kota tidore kepulauan.

Bukti dugaan percakapan angata Ketua Bawaslu dengan oknum Anggota DPRD Tikep

Aksi yang digelar sejak pukul 11.00 WIT di depan kantor Bawaslu Provinsi Malut sekaligus menyerahkan berkas bukti pelangaran tersebut untuk ditindaklanjuti oleh Bawaslu Provinsi Malut hingga sampai ke tangan Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu ( DKPP).

Ketua umum dJAMAN Maluku Utara Imran Husen saat ditemui mengatakan kasus ini akan di kawal oleh dJAMAN Maluku Utara hingga tuntas. Dia mengaku bukti percakapan antara ketua Bawaslu dengan anggota DPRD Kota Tikep yang ia di kantongi itu, sudah di serahkan ke Bawaslu Provinsi Maluku Utara.

“Saya bersama pengurus dJAMAN akan tetap mengawal kasus ini hingga mendapat efek jerah bagi okmun yang bersangkutan. Selain itu, kami suda mengantongi bukti-bukti tentang percakapan ketua bawaslu sendiri dengan Pak Ahmad ishak yang di dalamnya persoalan meminta uang. Oleh karenanya kami mengawal ini demi menjaga kelancaran demokrasi di kota Kota Tidore Kepulauan,” jelas Imran Husen saat di wawancarai reporter Lentera.co.id, Rabu 29 Agustus 2018.

Selain kasus pelanggaran kode etik, ketua Bawaslu Baharudin Tosofu juga melecehkan Organisasi dJAMAN Maluku Utara melalui Via Facebook (Inbox). Pada saat beliau sedang berkomunikasi melalui inboks dengan salah satu komisioner panwas dengan nama aku FB ”M. Alwan Baba” tertanggal 11 juli 2018.

Disalah satu percapannya, Ketua Bawaslu Baharudin mengatakan organisasi dJAMAN adalah organisasi kampungan. Menanggapi hal itu, Ketua Umum dJAMAN Malut Imran Husen menyatakan ia bersama pengurusnya menyepakati untuk melaporkan kasus ini ke Polda Maluku Utara atas tuduhan pencemaran nama baik institusi.

Percakapan yang diduga melehkan nama baik organisasi jDAMAN Malut

“Kami sudah menyerahkan laporan pencemaran nama baik ini ke Kriminal Khusus Polda Maluku Utara, tinggal kami menunggu proses selanjutnya,” ujar Imran.

Aksi tersebut berakhir secara damai pada pukul 14.00 setelah laporan pencemaran nama baik di serahkan kepada Krimsus Polda Malut.

Red: Jun

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini