Penerang Pembaca

Arsip 2015

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi Putusan Seadil-adilnya

Bagikan :

“Hakim PN Tobelo memutus bebas Greis tidak bersahabat, tidak memberikan rasa keadilan”

Lentera.co.id — Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) di Kota Ternate pada pada Selasa, 10 September 2019.

Sidang dengan agenda pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini dihadiri langsung terdakwa bernama Liem alias Grace, didampingi dua penasehat hukumnya.

Replik yang dibacakan jaksa Windra bahwa pada pokoknya tidak sependapat dengan pembelaan yang dibacakan PH terdakwa.

Jaksa tetap pada tuntutannya, yakni 2 tahun penjara terhadap terdakwa dan menyatakan terdakwa terbukti bersalah turut serta gunakan surat palsu.

Atas replik tersebut, ketua majelis hakim meminta PH terdakwa untuk menyampaikan tanggapan atas replik jaksa secara tertulis.

“Kami sampaikan secara lisan saja pak majelis hakim,” kata PH terdakwa dalam persidangan.

Atas permintaan itu, majelis hakim kemudian mengiyakannya.

Adapun duplik dari terdakwa pada intinya tetap pada pembelaan (pledoi) yang dibacakan pada sidang sebelumnya.

Sidang rencananya akan dilanjutkan pada Selasa, 24 September 2019 dengan agenda pembacaan putusan.

Sebelumnya, pada sidang 3 September 2019 di Pengadilan Negeri Tobelo, terdakwa dari YBSN, Greis Yakob divonis bebas oleh majelis hakim.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa 2 tahun penjara.

Seperti diberitakan, kegiatan mereka di Ternate yaitu sekitar 16-22 Februari 2019 dilakukan disejumlah sekolah dasar (SD) maupun SMP.

Di sekolah ini, mereka masuk dengan modus melakukan kampanye anti narkoba serta pendidikan seks usia dini. Hanya saja dalam prakteknya para siswa memakan biscuit yang di dalamnya terdapat gambar/symbol tertentu.

Sementara yang dilakukan di Kabupaten Pulau Morotai, setelah masuk di sekolah sekolah kemudian mengajak ratusan siswa ke pantai Army Dock melakukan semacam ritual hingga mandi di laut.

Menanggapi itu, Sekretaris KAHMI Maluku Utara, Hasbi Yusuf, mengatakan bahwa putusan majelis hakim PN Tobelo yang memutus bebas Greis merupakan putusan yang tidak bersahabat dan tidak memberikan rasa keadilan. Padahal, kata Hasby, apa yang mereka lakukan dengan menggelar karnaval merah putih di Army Dock, Morotai jelas-jelas upaya permurtadan yang mereka lakukan terhadap para siswa.

Ketua BKPRMI Malut ini meminta majelis hakim PN Ternate untuk memutus terdakwa Liem alias Grace dengan putusan yang seadil adilnya.

“Kami akan kawal betul perkara ini sampai dengan putusan nanti, begitu pun dengan perkara yang sama di Tidore,” kata Hasbi. (BM/mn)

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Aceh, menggelar...

LENTERA ACEH- Informasi kegiatan sosial ini, disampaikan koordinator kegiatan Donor Darah dalam rangka HUT Gerindra ‪Ke 12‬, Rosmaini, Sabtu, 25 Januari 2020  Menurutnya, kegiatan ini...

Ketua SEMA UIN Ar-Raniry Terpilih Siap Tampung...

LENTERA ACEH – Pada tanggal 26 Januari 2020 merupakan saat yang bersejarah di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry karena telah sukses diadakannya pergantian Ketua...

Usung Tema Syariat Islam, SPMA Gelar BLC...

LENTERA ACEH – Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Wilayah Bireuen sukses menggelar panggung diskusi Bireuen Lawyer Club (BLC) ke-V dengan mengusung tema “Syariat Islam...

Cegah Virus Conora di Halteng, Nuryadin: Pemda...

LENTERA MALUT – Upaya mencegah Penyebaran virus corona yang berasal dari kota Wuhan, Cina, yang saat ini menjadi pemberitaan hangat di dunia Internasional harus...

Terpilih Menjadi Presma UIN Ar-Raniry, Reza: Kita...

LENTERA ACEH – Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (Presma UIN Ar-Raniry) pada tanggal 25 Januari 2020 yang berlokasi di Gedung Museum UIN...

Terpopuler

5 Teknik Mengajar Masa Kini Untuk Guru...

LENTERA ACEH – Menurut Gropper didalam Wiryawan dan Noorhadi (1998), teknik mengajar masa kini untuk guru SD (Sekolah Dasar) harus berbasis latihan. Beliau...

Suamiku dan Handuk

LENTERA ACEH – Bersama lama sebelum halal (pacaran red) tak lantas membuatku tahu detail tentang suami. Kalau makes, mikes, filkes udah khatam lah ya....

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Muntasir, Cowok Ganteng Sang DPO Pengendali 41,6...

LENTERA ACEH – Wajah rupawan tak juga mencerminkan jika kelakuannya baik, seperti Muntasir (36) yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Raih Suara Terbanyak, Hamdani S.Pd, M.Pd Terpilih...

LENTERA ACEH – Kepala SMAN 1 Bireuen, Hamdani S.Pd, M.Pd, terpilih sebagai ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Kabupaten Bireuen. Pemilihan tersebut berlangsung...