Empat Mahasiswa Korban DO Bertekad Temui Rektor, BEM Unkhair Janji Mediasi

Must read

Dispar Halteng Lakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark

LENTERA MALUT — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halteng melakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark,di Gedung Mardelia Desa Nurweda Kecamatan...

Sambut HUT-47 PT Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Donor dan Himpun 201 Kantong Darah

Bireuen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 47 PT Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Bireuen bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah...

F.PDIP Mendesak Bupati Elang Segera Menanggapi Surat Pimpinan DPRD Halteng

LENTERA MALUT — Fraksi PDI Perjuangan mendesak bupati Elang untuk secepatnya menanggapi surat pimpinan DPRD Halteng terkait dengan Pemberhentian & Pengangangkatan Sekertaris DPRD Halteng...

Demi Stabilitas Kerja, DPRD Minta Bupati Halteng Segera Menunjuk Plt. Sekwan

LENTERA MALUT – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad meminta kepada Bupati Edi Langkara untuk segera menunjuk Plt. Sekretaris Dewan untuk menggantikan Sekwan...

LENTERA PENDIDIKAN – Sejak Selasa 28 Januari 2020 kemarin, empat mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) yang di-Drop Out (DO) terus menggelar aksi berdiri di depan rektorat kampus Unkhair. Mereka bertekad sebelum bertemu rektor, Husen Alting, aksi tersebut akan tetap digelar.

Fahyudi Marsaoly, Arbi M. Nur, Fahrul Abdullah dan Ikra S. Alkatiri di-DO karena dinilai melanggar kode etik mahasiswa dan melakukan tindakan disintegesi bangsa dengan terlibat dalam aksi peringati hari deklarasi kemerdekaan bangsa west Papua di depan kampus Muhammadiyah Maluku Utara, 2 Desember 2019 lalu. Keempatnya di-DO melalui Surat Keputusan Rektor Unkhair nomor: 1860/UN44/KP/2019 yang terbit pada 12 Desember 2019 lalu.

“Kami hanya ingin bertemu dengan rektor, kami ingin meminta rektor agar mencabut SK DO,” ujar Arbi M Nur, salah satu mahasiswa yang kena DO kepada Lentera.co.id, Kamis 30 Januari 2020.

Empat mahasiswa yang berdiri di depan gedung rektorat Unkhair Kamis, 30 Januari 2020 (Lentera/Ajun)

Arbi bilang mereka tidak melakukan orasi, hanya sekadar membentangkan poster. Tujuannya agar rektor bertemu mereka untuk membicarakan perihal pemberhentian mereka dari kampus. Mereka yakin, masalah yang tengah dialami masih bisa dibicarakan secara persuasif tanpa ke jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Arbi dan ketiga kawannya berdiri ditangga rektorat di bawah terik matahari, hingga akan menginap di pelataran rektorat. Sudah beberapa kali menginap, namun tetap dibubarkan keamanan kampus. Itu sejak dua hari berturut-turut.

Aksi berdiri, mogok makan dan tidur itu usaha terakhir mereka. Sebelumnya mereka telah meminta bantuan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unkhair untuk memediasi bertemu rektor, tapi tak berhasil.

Sementara, Ketua BEM Unkhair, Zulfahmi F T, mengatakan akan mengupayakan memediasi masalah Arbi dan ketiga temannya untuk bertemu Rektor, Husen Alting. Saat ini, dia bilang baik Rektor maupun Wakil Rektor III, Syawal Abdulajid sedang sibuk mengurus persiapan wisuda mahasiswa.

“Setelah kami rapat beberapa kali dengan teman-teman, dan baru saja tadi, kami akan kejar dalam waktu dua minggu ini,” ujar Fahmi, sapaan akrab mahasiswa Fakultas Ekonomi itu kepada media ini tadi sore.

“Pertama kesana mereka rapat senat. Entah soal apa, dari pagi sampai sore sehingga tidak sempat,” tuturnya.

Fahmi pun mengungkapkan, mereka pernah berdiskusi dengan pihak rektorat, namun statement pihak Rektorat perkara ini harus di bawa ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) di Ambon, Provinsi Maluku.

“Jadi sikap Rektor dan Warek III itu kalau ingin mencabut SK D.O harus ke PTUN. Tapi kami akan berusaha, dengan melayangkan surat resmi,” terangnya.

Sebelumnya, beberapa pekan lalu, Pendamping Hukum Rizkal Kunio juga menjelaskan akan menyampaikan gugatan perkaran SK DO ke PTUN terhitung 90 hari setelah SK DO terbit.

“Disana kita lebih mendapat kepastian, apakah SK itu dikeluarkan sudah sesuai dengan asas-asa umum pemerintahan yang baik atau belum,” katanya setelah usai menemui Wakil Rektor III, Syawal Abdulajid pekan lalu.

Reporter: Darman
Editor: Ajun

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dispar Halteng Lakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark

LENTERA MALUT — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halteng melakukan Pelatihan Pemandu Wisata Geopark,di Gedung Mardelia Desa Nurweda Kecamatan...

Sambut HUT-47 PT Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Donor dan Himpun 201 Kantong Darah

Bireuen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 47 PT Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Bireuen bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah...

F.PDIP Mendesak Bupati Elang Segera Menanggapi Surat Pimpinan DPRD Halteng

LENTERA MALUT — Fraksi PDI Perjuangan mendesak bupati Elang untuk secepatnya menanggapi surat pimpinan DPRD Halteng terkait dengan Pemberhentian & Pengangangkatan Sekertaris DPRD Halteng...

Demi Stabilitas Kerja, DPRD Minta Bupati Halteng Segera Menunjuk Plt. Sekwan

LENTERA MALUT – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad meminta kepada Bupati Edi Langkara untuk segera menunjuk Plt. Sekretaris Dewan untuk menggantikan Sekwan...

Akhirnya DPRD Pultab Sahkan Pansus Pengelolaan Keuangan Desa

LENTERA MALUT – Agenda Pembentukan panitia khusus (pansus) Pengelolaan Keuangan Desa yang sempat tertunda sebulan lalu pada 7 juli 2020 karena tidak Qorum, kini...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609