Penerang Pembaca

Arsip 2015

Empat Mahasiswa Korban DO Bertekad Temui Rektor, BEM Unkhair Janji Mediasi

Bagikan :

LENTERA PENDIDIKAN – Sejak Selasa 28 Januari 2020 kemarin, empat mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) yang di-Drop Out (DO) terus menggelar aksi berdiri di depan rektorat kampus Unkhair. Mereka bertekad sebelum bertemu rektor, Husen Alting, aksi tersebut akan tetap digelar.

Fahyudi Marsaoly, Arbi M. Nur, Fahrul Abdullah dan Ikra S. Alkatiri di-DO karena dinilai melanggar kode etik mahasiswa dan melakukan tindakan disintegesi bangsa dengan terlibat dalam aksi peringati hari deklarasi kemerdekaan bangsa west Papua di depan kampus Muhammadiyah Maluku Utara, 2 Desember 2019 lalu. Keempatnya di-DO melalui Surat Keputusan Rektor Unkhair nomor: 1860/UN44/KP/2019 yang terbit pada 12 Desember 2019 lalu.

“Kami hanya ingin bertemu dengan rektor, kami ingin meminta rektor agar mencabut SK DO,” ujar Arbi M Nur, salah satu mahasiswa yang kena DO kepada Lentera.co.id, Kamis 30 Januari 2020.

Empat mahasiswa yang berdiri di depan gedung rektorat Unkhair Kamis, 30 Januari 2020 (Lentera/Ajun)

Arbi bilang mereka tidak melakukan orasi, hanya sekadar membentangkan poster. Tujuannya agar rektor bertemu mereka untuk membicarakan perihal pemberhentian mereka dari kampus. Mereka yakin, masalah yang tengah dialami masih bisa dibicarakan secara persuasif tanpa ke jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Arbi dan ketiga kawannya berdiri ditangga rektorat di bawah terik matahari, hingga akan menginap di pelataran rektorat. Sudah beberapa kali menginap, namun tetap dibubarkan keamanan kampus. Itu sejak dua hari berturut-turut.

Aksi berdiri, mogok makan dan tidur itu usaha terakhir mereka. Sebelumnya mereka telah meminta bantuan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unkhair untuk memediasi bertemu rektor, tapi tak berhasil.

Sementara, Ketua BEM Unkhair, Zulfahmi F T, mengatakan akan mengupayakan memediasi masalah Arbi dan ketiga temannya untuk bertemu Rektor, Husen Alting. Saat ini, dia bilang baik Rektor maupun Wakil Rektor III, Syawal Abdulajid sedang sibuk mengurus persiapan wisuda mahasiswa.

“Setelah kami rapat beberapa kali dengan teman-teman, dan baru saja tadi, kami akan kejar dalam waktu dua minggu ini,” ujar Fahmi, sapaan akrab mahasiswa Fakultas Ekonomi itu kepada media ini tadi sore.

“Pertama kesana mereka rapat senat. Entah soal apa, dari pagi sampai sore sehingga tidak sempat,” tuturnya.

Fahmi pun mengungkapkan, mereka pernah berdiskusi dengan pihak rektorat, namun statement pihak Rektorat perkara ini harus di bawa ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) di Ambon, Provinsi Maluku.

“Jadi sikap Rektor dan Warek III itu kalau ingin mencabut SK D.O harus ke PTUN. Tapi kami akan berusaha, dengan melayangkan surat resmi,” terangnya.

Sebelumnya, beberapa pekan lalu, Pendamping Hukum Rizkal Kunio juga menjelaskan akan menyampaikan gugatan perkaran SK DO ke PTUN terhitung 90 hari setelah SK DO terbit.

“Disana kita lebih mendapat kepastian, apakah SK itu dikeluarkan sudah sesuai dengan asas-asa umum pemerintahan yang baik atau belum,” katanya setelah usai menemui Wakil Rektor III, Syawal Abdulajid pekan lalu.

Reporter: Darman
Editor: Ajun

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Sukseskan Swasembada Pangan, Babinsa Meureudu Bantu Petani...

LENTERA ACEH – Dalam menyukseskan ketahanan pangan di wilayahnya, Babinsa Koramil 19/Meureudu Kodim 0102/Pidie Serda Dedi Alamsyah bersama unsur terkait lainnya senantiasa melakukan pendampingan...

Rapat Paripurna DPRK Setujui Usulan Pengangkatan Bupati...

LENTERA ACEH – DPRK Bireuen menggelar rapat paripurna perihal usulan pengangkatan Bupati Bireuen dan usulan Pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Bireuen masa jabatan tahun 2017-2022...

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah Warga Beuringen

LENTERA ACEH – Satu unit rumah panggung milik Halimah Puteh warga Gampong Beuringen Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya dilalap si jago merah yang...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan...

LENTERA MALUT – Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis Maluku Utara (SC-MU) melakukan demostrasi...

Gantikan Fitrah Aulia Nurdin, Fharis Alfaizar Terpilih...

LENTRA ACEH – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH ) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan musyawarah besar untuk...

Terpopuler

5 Teknik Mengajar Masa Kini Untuk Guru...

LENTERA ACEH – Menurut Gropper didalam Wiryawan dan Noorhadi (1998), teknik mengajar masa kini untuk guru SD (Sekolah Dasar) harus berbasis latihan. Beliau...

Suamiku dan Handuk

LENTERA ACEH – Bersama lama sebelum halal (pacaran red) tak lantas membuatku tahu detail tentang suami. Kalau makes, mikes, filkes udah khatam lah ya....

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Kades ini Beberkan 12 Desa dan 1...

LENTERA SUMSEL – Seorang kepala desa di Kecamatan STL ULu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan mengaku diperintahkan untuk menyetor dana senilai 10 juta...

Muntasir, Cowok Ganteng Sang DPO Pengendali 41,6...

LENTERA ACEH – Wajah rupawan tak juga mencerminkan jika kelakuannya baik, seperti Muntasir (36) yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

Tak Perlu ke Paris lagi, Kini Menara...

LENTERA ACEH – Menara Eiffel atau yang biasa disebut oleh orang Prancis dengan nama La Tour Eiffel merupakan salah satu bangunan yang paling terkenal...