Penerang Pembaca

Arsip 2015

Peringati Hari HAM, Mahasiswa Sebut Pelanggaran HAM Meningkat diera Jokowi

Bagikan :

LENTERA MALUT – Ratusan aktivis dari Solidaritas Perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK) Ternate melakukan aksi ditengah peringatan Hari HAM Internasional ke-71, di kota Ternate, Selasa, 10 Desember 2019.

Massa aksi yang terdiri dari belasan organisasi mahasiswa dan rakyat ini menilai pelanggaran HAM dan pembungkaman demokrasi di Indonesia masih masih terus terjadi. Kebebasan sipil kian merosot didua periode pemerintahan presiden Jokowi.

“Rakyat yang melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah seringkali harus berhadapan dengan moncong senjata serdadu negara,” ujar Kordinator Lapangan, Meilani, siang tadi.

Dia menilai, sudah 21 tahun usia demokrasi, Indonesia bukannya menunjukan arah kemajuan demokrasi, tegaknya supermasi hukum dan HAM, justru malah sebaliknya.

“Dibawah pemerintahan Jokowi, negara semakin represif terhadap rakyat,” pungkasnya.

Merujuk 4 tahun terakhir, laporan komnas HAM menempatkan aktor negara, terutama aparat kepolisian sebagai urutan pertama pelaku pelanggaran HAM.

“Aparat selalu dilibatkan [terlibat] dalam menangani gerakan rakyat yang berakhir dengan praktik kriminalisasi, baik pada buruh, petani dan aktivis HAM,” tambahnya.

Mei, sapaan akrab aktivis mahasiswa Srikandi itu, mengungkap kasus represif yang dilakukan TNI-Polri terhadap aktivis mahasiswa dari FRI-WP dan KMP yang gelar aksi peringati 1 Desember 1961, embrio lahirnya west Papua, atau kemerdekaan Papua 58 tahun silam di depan Univ. Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin (2/12/19) lalu.

Massa aksi ditangkap secara tidak tidak manusiawi. Kedua organisasi yang juga menyuarakan untuk pembebasan tahanan politik Papua, salah satunya Surya Anta itu dipukul dan ditahan selama semalam di Polres Ternate.

Pada esok harinya, pembungkaman demokrasi juga terjadi di kampus STKIP Kieraha. Mahasiswa dari organisasi Samurai-MU yang melakukan mimbar orasi dipukul dan dibubarkan paksa oleh salah satu dosen.

Saat ini, kampus, kata Mei, khususnya di Univ. Khairun [tak luput juga kampus lainnya] ada surat edaran Rektor yang terbit september lalu, yang pada subtansinya melarang mahasiswa berdemonstrasi.

“Kami percaya bahwa kampus adalah benteng terakhir demokrasi, selama pembungkaman demokrasi terjadi dikampus, maka indonesia masih juga darurat demokrasi,” paparnya.

Masuknya TNI-Polri dilingkungan kampus, adalah krisis dan ancaman demokrasi bagi mahasiswa, apalagi kebijakan kampus yang seperti menginjak mahasiswa.

Sebab itu, mereka menuntut agar militerisme stop masuk dalam lingkungan kampus.(Ajn)

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Aceh, menggelar...

LENTERA ACEH- Informasi kegiatan sosial ini, disampaikan koordinator kegiatan Donor Darah dalam rangka HUT Gerindra ‪Ke 12‬, Rosmaini, Sabtu, 25 Januari 2020  Menurutnya, kegiatan ini...

Ketua SEMA UIN Ar-Raniry Terpilih Siap Tampung...

LENTERA ACEH – Pada tanggal 26 Januari 2020 merupakan saat yang bersejarah di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry karena telah sukses diadakannya pergantian Ketua...

Usung Tema Syariat Islam, SPMA Gelar BLC...

LENTERA ACEH – Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Wilayah Bireuen sukses menggelar panggung diskusi Bireuen Lawyer Club (BLC) ke-V dengan mengusung tema “Syariat Islam...

Cegah Virus Conora di Halteng, Nuryadin: Pemda...

LENTERA MALUT – Upaya mencegah Penyebaran virus corona yang berasal dari kota Wuhan, Cina, yang saat ini menjadi pemberitaan hangat di dunia Internasional harus...

Terpilih Menjadi Presma UIN Ar-Raniry, Reza: Kita...

LENTERA ACEH – Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (Presma UIN Ar-Raniry) pada tanggal 25 Januari 2020 yang berlokasi di Gedung Museum UIN...

Terpopuler

5 Teknik Mengajar Masa Kini Untuk Guru...

LENTERA ACEH – Menurut Gropper didalam Wiryawan dan Noorhadi (1998), teknik mengajar masa kini untuk guru SD (Sekolah Dasar) harus berbasis latihan. Beliau...

Suamiku dan Handuk

LENTERA ACEH – Bersama lama sebelum halal (pacaran red) tak lantas membuatku tahu detail tentang suami. Kalau makes, mikes, filkes udah khatam lah ya....

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Muntasir, Cowok Ganteng Sang DPO Pengendali 41,6...

LENTERA ACEH – Wajah rupawan tak juga mencerminkan jika kelakuannya baik, seperti Muntasir (36) yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Raih Suara Terbanyak, Hamdani S.Pd, M.Pd Terpilih...

LENTERA ACEH – Kepala SMAN 1 Bireuen, Hamdani S.Pd, M.Pd, terpilih sebagai ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Kabupaten Bireuen. Pemilihan tersebut berlangsung...