Peringati Hari HAM, Mahasiswa Sebut Pelanggaran HAM Meningkat diera Jokowi

Must read

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

LENTERA MALUT – Ratusan aktivis dari Solidaritas Perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK) Ternate melakukan aksi ditengah peringatan Hari HAM Internasional ke-71, di kota Ternate, Selasa, 10 Desember 2019.

Massa aksi yang terdiri dari belasan organisasi mahasiswa dan rakyat ini menilai pelanggaran HAM dan pembungkaman demokrasi di Indonesia masih masih terus terjadi. Kebebasan sipil kian merosot didua periode pemerintahan presiden Jokowi.

“Rakyat yang melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah seringkali harus berhadapan dengan moncong senjata serdadu negara,” ujar Kordinator Lapangan, Meilani, siang tadi.

Dia menilai, sudah 21 tahun usia demokrasi, Indonesia bukannya menunjukan arah kemajuan demokrasi, tegaknya supermasi hukum dan HAM, justru malah sebaliknya.

“Dibawah pemerintahan Jokowi, negara semakin represif terhadap rakyat,” pungkasnya.

Merujuk 4 tahun terakhir, laporan komnas HAM menempatkan aktor negara, terutama aparat kepolisian sebagai urutan pertama pelaku pelanggaran HAM.

“Aparat selalu dilibatkan [terlibat] dalam menangani gerakan rakyat yang berakhir dengan praktik kriminalisasi, baik pada buruh, petani dan aktivis HAM,” tambahnya.

Mei, sapaan akrab aktivis mahasiswa Srikandi itu, mengungkap kasus represif yang dilakukan TNI-Polri terhadap aktivis mahasiswa dari FRI-WP dan KMP yang gelar aksi peringati 1 Desember 1961, embrio lahirnya west Papua, atau kemerdekaan Papua 58 tahun silam di depan Univ. Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin (2/12/19) lalu.

Massa aksi ditangkap secara tidak tidak manusiawi. Kedua organisasi yang juga menyuarakan untuk pembebasan tahanan politik Papua, salah satunya Surya Anta itu dipukul dan ditahan selama semalam di Polres Ternate.

Pada esok harinya, pembungkaman demokrasi juga terjadi di kampus STKIP Kieraha. Mahasiswa dari organisasi Samurai-MU yang melakukan mimbar orasi dipukul dan dibubarkan paksa oleh salah satu dosen.

Saat ini, kampus, kata Mei, khususnya di Univ. Khairun [tak luput juga kampus lainnya] ada surat edaran Rektor yang terbit september lalu, yang pada subtansinya melarang mahasiswa berdemonstrasi.

“Kami percaya bahwa kampus adalah benteng terakhir demokrasi, selama pembungkaman demokrasi terjadi dikampus, maka indonesia masih juga darurat demokrasi,” paparnya.

Masuknya TNI-Polri dilingkungan kampus, adalah krisis dan ancaman demokrasi bagi mahasiswa, apalagi kebijakan kampus yang seperti menginjak mahasiswa.

Sebab itu, mereka menuntut agar militerisme stop masuk dalam lingkungan kampus.(Ajn)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

Bahas Tentang Film Disney Mulan, Kenapa Banyak Menimbulkan Kontroversi?

JAKARTA – Ok first of all, saya merasa sedikit ‘tertipu’ karena mengira launching film Mulan akan segera bisa dinikmati di Disney+ setelah subscribe. Tapi ternyata,...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609