Pemangku Adat Kerajaan Loloda Dikukuhkan

Must read

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

LENTERA MALUT — Dalam upaya mengembangkan nilai-nilai adat se-atorang di bumi Ngara Mabeno, pada Jumat, 6 Desember 2019, bertempat di Desa Soa-SioKec. Loloda Kabupaten Halmahera Barat, berlangsung upacara pengukuan Pemangku Adat Kerajaan Moloku Loloda yang dilakukan oleh Jo’Ou Kolano Loloda, YM. Kompol. Suaib Sjamsudin Sjah.

Ketua Pengelenggara kegiatan yang juga selaku Bangsa Madopolo Kerajaan Moloku Loloda “Kaicil Yusman Dumade, SKM” dalam laporannya antaralain, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan pengukuhan ini adalah agar terbentuknya lembaga adat Kerajaan Moloku Loloda yang reprsentatif berdasarkan hukum adat Loloda. Pihaknya mempersiapkan kegiatan dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Loloda. Terima kasih kepada Pak Camat dan jajaran yang sudah membantu panitia menyelenggarakan acara penting, tambah Ketua Penyelenggara.

Sekretaris Besar (Tuli Lamo) Kerajaan Loloda Kaicil, Mustafa Mansur

Sementara itu, Sekretaris Besar (Tuli Lamo) Kerajaan Loloda Kaicil, Mustafa Mansur mengatakan, bahwa Pemangku Kerajaan yang dikukuhkan, diantaranya:
Jogugu (PerdanaMenteri) Habib Mamang Kharie, SH.,
Kapita Lau (Panglima Utama Maritim) Kaicil Sahil Sahjuan,
Jo Hukum Soa-Sio (Menteri Urusan Dalam Negeri) RusdiMaxsud,
Kapita Kie (Panglima Teritorial Daratan) Jefri Toseho,
Kapita Juanga (Komandan Kapal Perang) Yopi Luow,
Sowohi (Humas dan Protokoler) Irwan Muksin, ST,
Dilengkapi sejumlah perangkat baik pada tingkat Staf Bobato Kolano hinggap adatingkat Soa.

Sekretaris Besar (Tuli Lamo) Kerajaan Loloda Kaicil, Mustafa Mansur bersama Bupati Halbar, Dani Misy

Adapun beberapa Bobato yang belum dikukuhkan antara lain; Jo HukumSangaji (Menteri Luar Negeri), Hi. Syukur Lila, S.Hut., Msi dan beberapa perangkat yang lain. “Mereka akan dikukuhkan oleh Jo’Ou Kolano bersamaan dengan pengukuhan Pemangku Adat di wilayah Loloda Kepulauan.

upacara pengukuan Pemangku Adat Kerajaan Moloku Loloda yang dilakukan oleh Jo’Ou Kolano Loloda, YM. Kompol. Suaib Sjamsudin Sjah.

Ketua penyelenggara kegiatan juga mengatakan bahwa pengukuhan para pemangku adat pada tingkat soa yang dilaksanakan tersebut baru terbatas pada 16 desa dalam wilayah Loloda bagian selatan, sementara di wilayah Loloda Tengah, Loloda Utara, dan Loloda Kepulauan akan dilakukan pengukuhan dalam waktu dekat. Sekadar diketahui, bahwa wilayah Loloda bagian selatan dan Loloda bagian tengah masuk dalam wilayah Kabupaten Halmahera Barat, sedangkan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan masuk dalam wilayah Kabupaten Halmahera Utara.

Secara terpisah, Humas dan Protokoler (Sowohi), Irwan Mucksin, ST, mengatakan, bahwa pada Pengukuhan yang dilakukan oleh Jo’Ou Kolano Loloda dengan menggunakan bahasa Loloda tersebut adalah, untuk mengingatkan bahwa para pemangku adat tersebut hendaknya menjalankan adat se-atorang dengan baik dan benar.

“Tidak boleh ditambahkan, tidak boleh dikurangi, tidak boleh dikesampingkan, baik ke kir maupun ke kanan. Intinya, tidak boleh sama sekali, kalau tidak Anda kehutan, ular dan pohon besar akan menerpa, dan apabila kelaut, Anda akan menjadi makanan Ikan Gurango dan Buaya. Sumpah ini sangat mengingat sekali, mengingat di perairan Loloda terdapat banyak buayanya,” tegas Sowohi.

Penyampaian Momalo Denanga Rasai (Penyampaian perasaan, kesan, dan pesan) oleh Jo’Ou Kolano Loloda, YM. Kompol. Suaib Sjamsudin Sjah.

Sementara pada penyampaian Momalo Denanga Rasai (Penyampaian perasaan, kesan, dan pesan) oleh Jo’Ou Kolano mengatakan, bahwa tantangan saat ini dan kedepan sangatlah kompleks. Permasalahan adat, terutama yang berkaitan dengan hak-hak komunal masyarakat sangat sering terjadi. Olehnya, kita harus berikhtiar dan mencari solusi-solusi yang terbaik demi kemanusiaan dan kesejahteraan kita selaku bagian dari masyarakat adat. Disadari betul, bahwa hukum adat adalah hukum yang tidak tertulis, tetapi hukum adat adalah hukum yang hidup dan diakui oleh masyarakat secara turun-temurun. “Bagi kita masyarakat adat Loloda, hukum adat adalah hukum yang senantiasa hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sosial-budaya masyarakat Loloda,” tegasJo’OuKolano.

Adapun Camat Loloda, Aman Samsudin, S.IP dalam sambutannya mengatakan bahwa, pemangku Adat yang baru dikukuhkan ini hendaknya dapat menjadi mitra pemerintah dalam menunjang tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, khususnya di Loloda. “Dalam konteks ini, keberadaan lembaga adat tersebut harus memposisikan dirinya sebagai bagian dari masyarakat sipil untuk melakukan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan,” terang dia.

Sambutan terakhir yang disampaikan oleh Bupati Halmahera Barat, Dani Misy

Pada sambutan terakhir yang disampaikan oleh Bupati Halmahera Barat, Dani Misy, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akan mengintervensi anggaran pengeloaan dana desa di Kecamatan Loloda untuk membangun rumah adat “SALU” pada masing-masing desa. “Selain itu, kita juga akan berupaya bersinergi dengan Gubernur Maluku Utara untuk mendorong pembanguna fisik Kerajaan Loloda,” ujar Bupati Halbar.

Masyarakat adat yang ikut menyaksikan pengukuhan pemangku adat Loloda

Sekedar diketahui, dalam acara pengukuhan Pemangku Adat Kerajaan Loloda juga dihadiri Asisten I, Staf Ahli serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Halmahera Barat. Ada juga dari unsur MUSPIKA Kecamatan Loloda, Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan masyarakat sekitarnya.

Kontributor: TuliLamo/Sekretaris Besar Kerajaan Loloda, Mustafa Mansur

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

Bahas Tentang Film Disney Mulan, Kenapa Banyak Menimbulkan Kontroversi?

JAKARTA – Ok first of all, saya merasa sedikit ‘tertipu’ karena mengira launching film Mulan akan segera bisa dinikmati di Disney+ setelah subscribe. Tapi ternyata,...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609