Penerang Pembaca

Arsip 2015

Cagar Budaya Hutan Karet dan Taman Budaya Saruma, Alternatif Wisata Kota

Bagikan :

LABUHA, LENTERA.CO.ID — Hutan Karet yang terletak di Desa Tomori, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, awalnya merupakan lokasi perkebunan kopi terbaik dunia bahkan dikenal para wisatawan dunia.

Mulanya lokasi ini merupakan hutan belantara dalam penguasaan Kesultanan Bacan. Lalu pada 27 April 1881, terjadilah perjanjian kerja antara Perusahaan Hindia Belanda dengan Kesultanan Bacan. Perjanjian tersebut tertuang dalam penandatangan kontrak antara Sri Sultan Bacan ke 18 Joou Kolano Oesman Shadik yang diwakili Ompu Abdul Gani Bakari Ang.

Gerbang Wisata Kota

Kabak Humas Pemkab Halsel, Mujiburahman pada reporter Lentera Online, Ahad, 10 Juni 2018 mengatakan, selaku petinggi kesultanan Bacan yang menjabat sebagai Datuk Alolong (Perdana Menteri Kerajaan Bacan) dengan M.R.E.F.E Lout Van Guten Would, PP.M Biebrt on Hope Louds untuk membuka pelabuhan Batjan Archipelago Mascapai (BAM) yang hasil kopinya hanya di ekspor melalui negara Belanda.

Kerjasama ini dilakukan selama 75 tahun dengan tujuan menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Kesultanan Bacan saat itu.

“Namun hamparan pepohonan kopi yang cukup luas ini terbentang di atas dataran tinggi sehingga pada musim hujan terjadi banjir dan erosi yang bermuara ke dataran rendah seperti Desa Labuha dan Amasing (Kawasan Ibukota Kesultanan Bacan),” katanya.

Lokasi Wisata Pogo Pogo Hailoa

Untuk mengantisipasi bencana tersebut, Lanjut Kabag Mujiburahman perusahaan asal Hindia Belanda ini menanami pohon karet sebagai pelindung serta penyangga erosi pada saat banjir.

“Jadi Pohon Karet dalam Hutan kota ini bukanlah tanaman komoditi ekspor, tetapi merupakan cagar budaya yang wajib dilindungi Undang-Undang dan dilestarikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, banyaknya pohon karet yang ditanami menjadikan cagar budaya tersebut sebagai tempat tinggal monyet Bacan (Macaca Nigra) yang bagi masyarakat Bacan, monyet ini disebut Yakis Bacan. Yakis Bacan juga merupakan salah satu ikon Halmahera Selatan, karena memiliki keunikan tersendiri seperti tidak memiliki ekor, berpantat merah.

Rumah Wisatawan

“Dulu, Yakis Bacan banyak banyak dijumpai di Hutan Karet. Kini, cagar budaya hutan karet itu telah dikembangkan dan dikelola oleh Pemerintah Daerah dibawa kepemimpinan Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim. Pada 2017 pemerintah membangun salah satu tempat wisata yang diberi nama Taman Budaya Saruma,” tuturnya.

Taman Budaya Saruma dilengkapi dengan rumah adat yang melambangkan sekitar 20 rumpun etnis yang menetap di Kabupaten Halmahera Selatan. Selain menunjukan beragam budaya yang mendiami Halsel, Taman Budaya juga sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena saat ini telah dikelola secara profesional oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Konservasi Taman Budaya Saruma.

Rumah adat tersebut juga bisa digunakan oleh para wisatawan untuk menginap dengan tarif yang telah ditentukan. Selain itu, wisatawan juga dapat memperoleh berbagai informasi tentang sejarah dari berbagai macam etnis yang mendiami Halmahera Selatan. Adanya taman budaya ini, para wisatawan lokal maupun nasional dengan mudah berkunjung ke tempat tersebut karena berada di tengah-tengah lokasi perkantoran yang mudah diakses.

“Para wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan Yakis Bacan yang masih mendiami Taman Budaya Saruma,” ujarnya.

Tempat para wisatawan

Red: Utam

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Sukseskan Swasembada Pangan, Babinsa Meureudu Bantu Petani...

LENTERA ACEH – Dalam menyukseskan ketahanan pangan di wilayahnya, Babinsa Koramil 19/Meureudu Kodim 0102/Pidie Serda Dedi Alamsyah bersama unsur terkait lainnya senantiasa melakukan pendampingan...

Rapat Paripurna DPRK Setujui Usulan Pengangkatan Bupati...

LENTERA ACEH – DPRK Bireuen menggelar rapat paripurna perihal usulan pengangkatan Bupati Bireuen dan usulan Pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Bireuen masa jabatan tahun 2017-2022...

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah Warga Beuringen

LENTERA ACEH – Satu unit rumah panggung milik Halimah Puteh warga Gampong Beuringen Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya dilalap si jago merah yang...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan...

LENTERA MALUT – Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis Maluku Utara (SC-MU) melakukan demostrasi...

Gantikan Fitrah Aulia Nurdin, Fharis Alfaizar Terpilih...

LENTRA ACEH – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH ) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan musyawarah besar untuk...

Terpopuler

5 Teknik Mengajar Masa Kini Untuk Guru...

LENTERA ACEH – Menurut Gropper didalam Wiryawan dan Noorhadi (1998), teknik mengajar masa kini untuk guru SD (Sekolah Dasar) harus berbasis latihan. Beliau...

Suamiku dan Handuk

LENTERA ACEH – Bersama lama sebelum halal (pacaran red) tak lantas membuatku tahu detail tentang suami. Kalau makes, mikes, filkes udah khatam lah ya....

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Kades ini Beberkan 12 Desa dan 1...

LENTERA SUMSEL – Seorang kepala desa di Kecamatan STL ULu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan mengaku diperintahkan untuk menyetor dana senilai 10 juta...

Muntasir, Cowok Ganteng Sang DPO Pengendali 41,6...

LENTERA ACEH – Wajah rupawan tak juga mencerminkan jika kelakuannya baik, seperti Muntasir (36) yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

Tak Perlu ke Paris lagi, Kini Menara...

LENTERA ACEH – Menara Eiffel atau yang biasa disebut oleh orang Prancis dengan nama La Tour Eiffel merupakan salah satu bangunan yang paling terkenal...