Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wpkw_options`

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wpkw_options`

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wpkw_options`

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wpkw_options`


Warning: mysqli_query(): (HY000/1): Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system") in /home/lentera8/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2024

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SELECT t.*, tt.*, tr.object_id FROM wpkw_terms AS t INNER JOIN wpkw_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpkw_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id WHERE tt.taxonomy IN ('category', 'post_tag', 'post_format', 'coderevolution_post_source') AND tr.object_id IN (13456) ORDER BY t.name ASC

Lagi, Aksi Bisu Di Unkhair Soal DO, Pendamping Hukum: Kita Harus ke PTUN | LENTERA.CO.ID
Warning: mysqli_query(): (HY000/1): Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system") in /home/lentera8/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2024

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SELECT t.*, tt.* FROM wpkw_terms AS t INNER JOIN wpkw_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpkw_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id WHERE tt.taxonomy IN ('category') AND tr.object_id IN (13452) ORDER BY t.name ASC


Warning: mysqli_query(): (HY000/1): Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system") in /home/lentera8/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2024

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SELECT t.*, tt.* FROM wpkw_terms AS t INNER JOIN wpkw_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpkw_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id WHERE tt.taxonomy IN ('category') AND tr.object_id IN (13463) ORDER BY t.name ASC

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wpkw_postmeta`


Notice: Array to string conversion in /home/lentera8/public_html/wp-includes/shortcodes.php on line 343

Warning: mysqli_query(): (HY000/1): Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system") in /home/lentera8/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2024

Galat basis data WordPress: [Can't create/write to file '/tmp/#sql_544_0.MAI' (Errcode: 30 "Read-only file system")]
SELECT t.*, tt.* FROM wpkw_terms AS t INNER JOIN wpkw_term_taxonomy AS tt ON t.term_id = tt.term_id INNER JOIN wpkw_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id WHERE tt.taxonomy IN ('post_tag') AND tr.object_id IN (13456) ORDER BY t.name ASC

Array

Lagi, Aksi Bisu Di Unkhair Soal DO, Pendamping Hukum: Kita Harus ke PTUN

Must read

PC PMII Kota Lhokseumawe Kecam Tindakan Perempuan Gowes Berbusana Ketat Di Kota Banda Aceh

LENTERA ACEH – Sekelompok perempuan tidak menggunakan jilbab dan berbaju ketat membuat heboh Kota Banda Aceh hari Minggu kemarin. Berbagai foto dan video yang beredar...

Rumah-QU selenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma”

LENTERA ACEH – Senin (06/07/20), Rumah-QU menyelenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma” di Kebun Kurma Barbate. Kegiatan ini digandeng...

Polemik Tapal Batas, UIN dan Unsyiah Kembali Berseteru

LENTERA ACEH – Persoalan Batas UIN Ar Raniry dengan Unsyiah belum selesai di ranah hukum, Unsyiah kembali melakukan tindakan sepihak dengan menutup pintu masuk...

Malas Berkantor, Ketua DPRD Meylan Mus dan Bupati Aliong Mus Didemo

LENTERA MALUT – Front peduli desa (FPD) menggelar aksi protes terhadap kinerja pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Pulau Taliabu di kota bobong dengan rute...

LENTERA MALUT — Empat mahasiswa yang diberhentikan atau di-drop out (DO) dari kampus Universitas Khairun (Unkhair) bersama puluhan teman-teman mahasiswanya kembali melakukan aksi bisu di depan rektorat Unkhair, pada Senin, 13 Januari 2020.

Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK) ini melakban mulutnya dengan memegang poster dan spanduk menghadap ke jalan tepat di pelataran kampus. Mereka menunggu pendamping hukum, Rizkal Kunio yang tengah masuk menemui rektor Unkhair.

Seperti diwartakan sebelumnya, empat mahasiswa yang di DO, yaitu Arbi M. Nur (Prodi Kimia) dan Ikra S Alkatiri (Prodi PPKn) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fahyudi Kabir Prodi Elektro dari Fakultas Teknik, dan Fahrul Abdullah Prodi Kehutanan, Fakultas Pertanian.

Keempatnya dinilai melanggar kode etik mahasiswa dan melakukan tindakan disitegrasi bangsa kaena ikut demo peringati 58 tahun deklarasi kemerdekaan West Papua, 2 Desember 2019 lalu di depan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.

Menjelang beberapa saat, Rizkal turun dari rektorat. Ia langsung memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. Katanya dia tidak bertemu rektor sehingga difasilitasi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Syawal Abdulajid

Kata Rizkal, setelah menjelaskan, Warek III tetap memilih menempuh jalur letigasi atau penyelesaian melalui jalur hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Disisi lain, Rizkal juga menyebut baiknya ke PTUN di Ambon.

“Supaya di sana kita lebih mendapat kepastian, apakah SK itu dikeluarkan sudah sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik dan sudah sesuai dengan prosedur pengambilan keputusan di unit tingkat Universitas, mulai dari fakultas, senat atau tidak, nanti kita buktikan di PTUN,” terangnya

Namun, Rizkal bilang masih ada satu alternatif di jalur non-letigasi. Tapi ia enggan menyebut bentuk-bentuknya seperti apa. Itu pekerjaan lain. Bila yang terakhir pun masih buntut. Maka jalan satu-satunya ke PTUN. “Sampai dengan hari ini, saya di sini 80% kita harus ke PTUN, untuk kawan-kawan itu,” jelasnya.

Sementara itu, untuk membawa perkara ini ke PTUN akan didurasikan waktu dengan penerbitan SK DO. Jangka waktu pendaftaran atau pengaduan gugatan ke PTUN adalah 90 hari setelah SK itu di tetapkan atau kebijakan itu di ambil.

“Kalau SK itu tertanggal 12 desember, berarti 90 hari sejak 12 Desember, artinya 3 bulan, jadi masi ada waktu ke PTUN,” tambahnya lagi. Namun, pendamping hukum bersama Kuswani Buamona ini mengatakan tergantung keputusan empat klien mahasiswanya.

Usai menjelaskan itu, mahasiswa langsung membubarkan diri secara teratur pada pukul 12.00 WIT siang.

Pernyataan Pendamping Hukum itu pun dibenarkan Warek III Syawal Abdulajid saat sambangi di ruang kerjanya. Dia bilang, waktu Rizal masuk berkordinasi, sudah dia jelaskan bahwa bila empat mahasiswa yang di DO merasa keberatan, silahkan ke PTUN. “Kalau memang mau, karena hanya jalur [ke PTUN] itulah yang menyelesaikan masalah,” tambah Syawal.

Syawal tegaskan bila empat mahasiswa itu hanya melakukan koordinasi dan turun aksi, maka hasilnya tidak ada. “Hasilnya akan tidak ada. Kan SK rektor itu sudah final,” sembari berulang kali menegaskan siap berhadapan di PTUN nanti.

Reporter: Darman
Editor: Ajun

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

PC PMII Kota Lhokseumawe Kecam Tindakan Perempuan Gowes Berbusana Ketat Di Kota Banda Aceh

LENTERA ACEH – Sekelompok perempuan tidak menggunakan jilbab dan berbaju ketat membuat heboh Kota Banda Aceh hari Minggu kemarin. Berbagai foto dan video yang beredar...

Rumah-QU selenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma”

LENTERA ACEH – Senin (06/07/20), Rumah-QU menyelenggarakan seminar parenting dengan tema “Belajar Mendidik dari Pohon Kurma” di Kebun Kurma Barbate. Kegiatan ini digandeng...

Polemik Tapal Batas, UIN dan Unsyiah Kembali Berseteru

LENTERA ACEH – Persoalan Batas UIN Ar Raniry dengan Unsyiah belum selesai di ranah hukum, Unsyiah kembali melakukan tindakan sepihak dengan menutup pintu masuk...

Malas Berkantor, Ketua DPRD Meylan Mus dan Bupati Aliong Mus Didemo

LENTERA MALUT – Front peduli desa (FPD) menggelar aksi protes terhadap kinerja pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Pulau Taliabu di kota bobong dengan rute...

Beredar Kabar Oknum Anggota DPRK Aceh Timur Diduga Keroyok Yunan Nasution

LENTERA ACEH — Salah seorang oknum Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur diduga mengeroyok Yunan Nasution, warga Desa Lhok Dalam, Keucamatan Peureulak.Pengeroyokan itu terjadi...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609