Jembatan di Wasile Utara Rusak Dihantam Banjir, Warga Minta Perbaiki

Must read

Sambut HUT-47 PT Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Donor dan Himpun 201 Kantong Darah

Bireuen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 47 PT Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Bireuen bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah...

F.PDIP Mendesak Bupati Elang Segera Menanggapi Surat Pimpinan DPRD Halteng

LENTERA MALUT — Fraksi PDI Perjuangan mendesak bupati Elang untuk secepatnya menanggapi surat pimpinan DPRD Halteng terkait dengan Pemberhentian & Pengangangkatan Sekertaris DPRD Halteng...

Demi Stabilitas Kerja, DPRD Minta Bupati Halteng Segera Menunjuk Plt. Sekwan

LENTERA MALUT – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad meminta kepada Bupati Edi Langkara untuk segera menunjuk Plt. Sekretaris Dewan untuk menggantikan Sekwan...

Akhirnya DPRD Pultab Sahkan Pansus Pengelolaan Keuangan Desa

LENTERA MALUT – Agenda Pembentukan panitia khusus (pansus) Pengelolaan Keuangan Desa yang sempat tertunda sebulan lalu pada 7 juli 2020 karena tidak Qorum, kini...

LENTERA MALUT — Jembatan penghubung antar desa Labi-Labi dan Tatam Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, putus akibat dihantam banjir bandang sejak Desember lalu. Banjir itu diduga karena curah hujan yang cukup desar. Ini membuat aktifitas warga diantara kedua desa itu tersendat.

Pantauan lentera.co.id, sejak 9 Januari 2019, sungai kecil yang disebut kali atau air buli ini belum ada penanganan dari pemerintah setempat. Jembatan yang telah berusia lebih dari 5 tahun ini jadi prioritas perputaran ekonomi warga dan aktifitas sehari-hari.

Tampak ruyam. Tiang dan bahan-bahan jembatan terlihat rapuh. Tak layak lagi digunakan.

Omar (31) warga Desa Majikotongone, seblahan dengan Desa Labi-Labi, yang sering gunakan jasa jembatan itu, menjelaskan bila darurat, warga gunakan rakit atau tempat penyebrangan, biasa memakai kayu atau bambu terapung diatas sungai.

Dia sebut tak ada jalan penyebrangan lain selain melewati jalur jembatan itu. Warga akhirnya membuat rakit terbuat dari bambu untuk menyebrangkan anak-anak yang pergi ke sekolah dan warga yang beraktifitas lainnya.

Selain itu, saat angkut hasil panen, kebutuhan mendesak, sakit dan pergi ke puskesmas, rakit itu jadi jasa penyebrangan alternatif.

Selain Omar, Kamal (35) juga meminta agar pemerintah setempat pebaiki jembatan itu. “Tolong pemerintah daerah, tolong lia ka jembatan cuman itu saja baru so patah lagi,” ujarnya.

Dia bilang, sudah 15 tahun sejak dimekarkan Kabupaten, warga Wasile Utara seperti tak diperdulikan dalam hal pembangunan infrastruktur, baik itu jalan maupun jembatan.

Apalagi, katanya, tahun ini adalah tahun politik untuk pemilihan kepala daerah. Dia pesimis mendengar tahun politik

“Warga sudah capek mendengar para calon yang datang berkampanye disini sebab yang dikampanyekan itu soal perbaikan infrastruktur jalan juga jembatan pada hal sampai saat ini warga wasile utara tetap menikmati infrastruktur yang tidak sesuai apa yang di sampaikan paska kampanya bincang warga saat di lokasi jembatan,” terangnya.

Warga tetap berharap agar Pemerintah Daerah Haltim, agar bisa memperbaiki akses jalan jembatan untuk kebutuhan warga setempat. (Ajn)

Reporter: Riski

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sambut HUT-47 PT Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Donor dan Himpun 201 Kantong Darah

Bireuen – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 47 PT Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Bireuen bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah...

F.PDIP Mendesak Bupati Elang Segera Menanggapi Surat Pimpinan DPRD Halteng

LENTERA MALUT — Fraksi PDI Perjuangan mendesak bupati Elang untuk secepatnya menanggapi surat pimpinan DPRD Halteng terkait dengan Pemberhentian & Pengangangkatan Sekertaris DPRD Halteng...

Demi Stabilitas Kerja, DPRD Minta Bupati Halteng Segera Menunjuk Plt. Sekwan

LENTERA MALUT – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad meminta kepada Bupati Edi Langkara untuk segera menunjuk Plt. Sekretaris Dewan untuk menggantikan Sekwan...

Akhirnya DPRD Pultab Sahkan Pansus Pengelolaan Keuangan Desa

LENTERA MALUT – Agenda Pembentukan panitia khusus (pansus) Pengelolaan Keuangan Desa yang sempat tertunda sebulan lalu pada 7 juli 2020 karena tidak Qorum, kini...

Abaikan Undangan RDP DPRD, Dua OPD Pemkab Taliabu Diancam Jemput Paksa

LENTERA MALUT – Dua organisasi perangkat daerah (OPD) Yakni Dinas Pendidikan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) lingkup pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu,...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609