Penerang Pembaca

Arsip 2015

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki Polres

Bagikan :

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang diamankan di Polres Ternate.

Hingga Senin, 3 Desember 2019, pukul 01.00 WIT malam terus berdatangan solidaritas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ternate.

Seorang mahasiswa disalah satu perguruan tinggi ternama di Malut, Muktamim Amin, yang baru tiba pada sekitar pukul 12.40 WIT, mengatakan kedatangan mereka adalah bentuk solidaritas terhadap 10 rekan mahasiswa yang ditangkap.

“Kami bisa beda pendapat, beda ideologi, tapi kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak asasi manusia yang telah diatur dalam UUD 1945,” terangnya.

Dalam pantauan media ini, ratusan mahasiswa berhamburan diluar kantor Polres Ternate. Mereka duduk diemperan jalan sembari meminum kopi dan menghisap rokok.

Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Fandi Pomsa berharap ada kejelasan terkait 10 rekannya yang diamankan dan belum keluar hingga pukul 01.10 WIT ini.

“Belum jelas siapa saja yang didalam, tapi kami yakin seluruhnya kawan kami yang ditangkap, 5 orang lainnya sampai saat ini belum juga diketahui siapa, sementera 5 orang lainnya sudah teridentifikasi namanya,” terang Fandi saat ditemui.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda, saat dikonfirmasi via whatsapp, mengatakan aksi yang digelar oleh FRI-WP dan KMP itu tidak ada pemberitahuan. “Sehingga perlu kami amankan dan interogasi,” terangnya.

“Kami tidak melihat mereka mahasiswa, tapi mereka adalah kelompok organisasi pembebasan Papua,” tutur Kapolres Azhari, pada Senin, 2 Desember 2019 siang tadi.

Kaporles juga enggan menyebut itu sebagai penangkapan, tapi pengamanan. Ada sekitar 10 orang yang “diamankan” untuk diintrogasi.

Hingga berita ini dirilis, ratusan mahasiswa masih terus datang bersolidaritas untuk mendesak agar rekan-rekannya dibebaskan.

Sebelumnya, motif penangkapan 10 mahasiswa itu berawal dari aksi yang digelar oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa (KMP) didepan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin, 2 Desember 2019 pagi tadi.

Mereka menyuarakan soal hari lahirnya embrio West Papua pada 1 Desember 1961, atau 58 tahun silam dan meminta agar tahanan politik (tapol) yang ditahan di Mako Brimob, salah satunya Juru Bicara FRI-WP, Surya Anta dibebaskan.

Penangkapan Surya Anta dan rekan-rekan di Jakarta motifnya berasal dari aksi yang dilakukan di Surabaya yang berujung rasisme terhadap mahasiswa papua pada Agustus lalu. (Ajn)

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

ACEH : Daerah Istimewa Dan Otonomi Khusus...

LENTERA ACEH – Penulis : Raja Alqausar Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi...

Rasa rindu menanti

Sebait puisi mencurahkan rasa Mengurai aksara dalam karya Dilangit jiwa menguntai syahdu Melebur sunyi merengkuh rindu Bait demi bait terangkai indah Semilir angin tetapkan rasa Bervegas pawana menari Meliuk lenggang menebar...

Warga Keluhkan Kuala Baru Laut yang Dangkal....

LENTERA ACEH – Meski sudah berulang kali dilaporkan terkait dangkalnya Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Singkil, namun sampai saat ini kondisi Kuala Kuala...

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan:...

LENTERA MALUT – Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KA FKTP),...

Kasdam Buka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program Kerja...

LENTERA ACEH – Kasdam IM, Brigjen TNI A Daniel Chardin S.E membuka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program kerja dan Anggaran Kodam Iskandar Muda Ta 2019...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...