Penerang Pembaca

Arsip 2015

Himasylva Unkhair sebut Jokowi bukan Senior Kehutanan

Bagikan :

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar aksi unjuk rasa didepan Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 27 September 2019 sore.

Massa aksi ini mendesak agar perusahaan nikel, PT. Weda Bay Nikel (PT. WBN) dan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) segera angkat kaki dari tanah Suku Tobelo Dalam Akejira, di Halmahera Tengah, Malut.

Baca juga: Himasylva Desak PT. WBN dan PT. IWIP Angkat Kaki dari Tanah Akejira

Selain itu, massa aksi juga menilai pemerintahan Presiden Jokowi saat ini abaikan perosalan rakyat. Misalnya, perampasan hak tanah dan hutan, ditambah dengan beberapa RUU yang tumpang tindih dan mengancam tanah petani.

Salah seorang mahasiswa kehutanan Unkhair yang memegang umbul-umbul. (Lentera/Ajun)

“Kami mahasiswa Kehutanan Unkhair tidak mengakui bahwa Jokowi adalah senior kami,” kata Pj. Pengurus Harian Himasylva Unkhair, Gadri Umar kepada Lentera. Sembari menunjuk umbul-umbul yang dibentangkan massa aksi.

Menurut Gadri, selama kepemimpinan Jokowi yang juga sebagai rimbawan alumnus Kehutanan UGM itu, tak punya nawacita yang baik. 6 Tahun belakangan ini, Gadri sebut masalah lingkungan semakin meningkat, ekspolitasi hutan terus terjadi, kebakaran hutan besar-besaran di Riau Sumatera Utara.

Lingkungan sedang krisis malah, lanjut Gadri, pemerinta melalui DPR RI mengeluarkan beberapa RUU yang melegalkan ekspolitasi hutan dan lahan petani. Misalnya, RUU Pertanahan, RUU Minerba, RKUHP, Revisi UU KPK, dan beberapa RUU lainnya.

“RUU ini harus ditolak, keculai RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Harus disahkan,” tuturnya.

Baca juga:
Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang
Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

Himasylva juga, kata dia, saat ini kecewa dengan menteri KLHK, Pemda Halteng, Dinas Kehutanan Provinsi Malut, KPH Halteng Unit VI Ake Kobe dan Unit VII kawasan Damuli. Instansi tersebut, tuturnya telah memberikan izin pinjam pakai kawasan hutan Akejira untuk diekspolitasi.

“Padahal hutan Akejira itu sebagai paru-paru dari Pulau Halmahera, yang didalamnya juga terdapat spot burung Wallacea atau Bidadari,” sebutnya.

Dengan hadirnya pertambangan di wilayah adat Akejira, Suku Tobelo Dalam, masyarakat selalu merasa tak nyaman.

Gadri menduga, jika Presiden bersama menteri KLHK, Pemda Halteng, Dinas Kehutanan dan HPH Halteng bekerja sama dengan investor asing untuk mengekspolitasi hutan demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampak ekologi dan HAM masyarakat adat Akejira. (Ajn)

Berita terkait:
Sniper Fc dan Mace 1 Merah Juara di Laga Turnament Himasylva Unkhair Cup I
Besok, Event Turnament Himasylva Unkhair Cup I Akan di Mulai
Himasylva Unkhair Aksi Bebaskan Jeruji Sampah di Kota Ternate

The post Himasylva Unkhair sebut Jokowi bukan Senior Kehutanan appeared first on LENTERA Malut.

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Dandim Aceh Jaya Silaturrahmi Dengan Masyarakat Krueng...

LENTERA ACEH – Komandan Kodim 0114/Aceh Jaya Letkol Czi Arief Hidayat didampingi oleh Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Dim 0114 Ny. Rhomita Arief Hidayat...

Ketua PGRI, Pemerintah Harus Selesaikan Semua Masalah...

LENTERA ACEH – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah harus memikirkan nasib guru honorer jika ke depan dihapuskan sepenuhnya.  Terutama bagi nasib honorer yang tidak...

HIPMASIL : Aceh Singkil di Dasar Jurang...

LENTERA ACEH – Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh dan Aceh Besar periode 2019-2020. Suarakan ACEH SINGKIL DI DASAR JURANG...

Meriahkan HUT Kecamatan Tabona yang ke 9...

Omdesa.id, TALIABU – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Tabona yang ke-9, kini pendaftaran sepak bola usia 14 tahun telah di buka...

PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen Bersama...

LENTERA ACEH – PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen bekerjasama dengan LAZISMU menggelar kegiatan pelatihan Ecoprint dan Clay tepung kokorudan dibimbing dan dilatih oleh...

Terpopuler

5 Teknik Mengajar Masa Kini Untuk Guru...

LENTERA ACEH – Menurut Gropper didalam Wiryawan dan Noorhadi (1998), teknik mengajar masa kini untuk guru SD (Sekolah Dasar) harus berbasis latihan. Beliau...

Suamiku dan Handuk

LENTERA ACEH – Bersama lama sebelum halal (pacaran red) tak lantas membuatku tahu detail tentang suami. Kalau makes, mikes, filkes udah khatam lah ya....

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Muntasir, Cowok Ganteng Sang DPO Pengendali 41,6...

LENTERA ACEH – Wajah rupawan tak juga mencerminkan jika kelakuannya baik, seperti Muntasir (36) yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Tak Perlu ke Paris lagi, Kini Menara...

LENTERA ACEH – Menara Eiffel atau yang biasa disebut oleh orang Prancis dengan nama La Tour Eiffel merupakan salah satu bangunan yang paling terkenal...