Penerang Pembaca

Arsip 2015

Keterpurukan Pendidikan Maluku Utara

Bagikan :

TERNATE, LENTERA.CO.ID — Fenome pendidikan Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir cukup memprihatinkan. Pelaksanaan Ujin Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung tahun 2018 ini bisa diprediksi kemungkinan besar tidak akan meningkatkan “peringkat apalagi “naik kelas” pada posisi dibawah standar dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data statistik dari 34 Provinsi, posisi Maluku Utara selalu berada pada urutan 31 dalam Indek Pembangunan Manusia (IPM).

Beberapa indikator utama keterpurukan pendidikan Maluku Utara adalah pertama, tata kelola pendidikan (good education governance) yang kurang baik bagi penciptaan lingkungan yang kondusif terhadap perkembangan pendidikan. Hal ini bisa dicermati dari kelembagaan pengelola pendidikan, sumber daya manusia, dan pendanaan pendidikan belum menunjukan kebijakan yang profesional, transparan, dan pro terhadap kualitas pendidikan. Kedua, implikasi turunan dari kelemahan tata kelola adalah administrasi pendidikan yang kurang baik dengan sering terlambatnya pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) sehingga memberikan pengaruh besar bagi pelaksanaan proses belajar mengajar. Secara psikologi sangat mengganggu pelaksana pendidikan (guru, siswa, dan aparat sekolah) dalam meningkat kualitas pendidikan sesuai dengan target kinerja yang diharapkan. Ketiga, Kemauan politik (political will) pemerintah belum sepenuh menempatkan pendidikan sebagai investasi dalam proses percepatan pembangunan. Ketidak seimbangan antara pembangunan fisik dan non fisik ini menjadi salah satu penyebab kualitas pembangunan sumber daya manusia yang lamban.

Jika indikatornya human development index (indek pembangunan manusia-IPM) yang tidak pernah beranjak dari posisi terbawah ke posisi menengah bahkan teratas dalam sepuluh atau lima tahun terkahir, maka fenomena ini mengindikasikan visi yang lemah dari pemerintah untuk mengimplementasikan komitmen dalam undang-undang pendidikan nasional. Berdasar dari kondisi riil ini, rasanya sulit bagi Maluku Utara untuk mencapai lompatan pembangunan yang membanggakan dalam lima sampai sepuluh tahun kedepan.

Ujian Nasional yang dilaksanakan tahun ini dari tingkat SMA/MA/SMK, SMP/MTs dan SD/MI dengan harapan adanya peningkatan peringkat kualitas pendidikan secara statistik posisi Maluku Utara, maka kemungkinan besar karena dua peran utama stakeholders pendidikan; pertama, para orang tua murid yang peduli dan benar-benar mengharapkan prestasi bagi anaknya untuk melanjutkan studi pada tingkat atau jenjang pendidikan selanjutnya. Kerja keras para orang tua ini karena kesadaran pendidikan yang tumbuh dikalangan masyarakat, sementara peran pemerintah kurang maksimal dan cenderung abai terhadap proses ini. Kedua, para pendidik/guru-guru kelas yang karena tugas dan tanggungjawabnya sescara sungguh-sungguh mengabdikan tenaga untuk peningkatan kualitas peserta didiknya tanpa peduli terhadap buruknya administrasi kebijakan pendidikan oleh birokrasi penyelenggara pendidikan.

Dengan demikian sulit rasanya mengharapkan kemajuan pendidikan ditengah buruknya tata kelola pendidikan maluku utara. kita butuh reformasi total dan revolusi pendidikan (mental aparatur birokrasi pendidikan) untuk keluar dari keterpurukan menuju percepatan pembangunan sumber daya manusia Maluku Utara.

Perilis: Kusman Malik

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

ACEH : Daerah Istimewa Dan Otonomi Khusus...

LENTERA ACEH – Penulis : Raja Alqausar Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi...

Rasa rindu menanti

Sebait puisi mencurahkan rasa Mengurai aksara dalam karya Dilangit jiwa menguntai syahdu Melebur sunyi merengkuh rindu Bait demi bait terangkai indah Semilir angin tetapkan rasa Bervegas pawana menari Meliuk lenggang menebar...

Warga Keluhkan Kuala Baru Laut yang Dangkal....

LENTERA ACEH – Meski sudah berulang kali dilaporkan terkait dangkalnya Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Singkil, namun sampai saat ini kondisi Kuala Kuala...

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan:...

LENTERA MALUT – Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KA FKTP),...

Kasdam Buka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program Kerja...

LENTERA ACEH – Kasdam IM, Brigjen TNI A Daniel Chardin S.E membuka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program kerja dan Anggaran Kodam Iskandar Muda Ta 2019...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...