Penerang Pembaca

Arsip 2015

Aksi Tuntut DPRD Ternate agar desak DPR RI Sahkan RUU P-KS

Bagikan :

LENTERA.CO.ID, Ternate — Sejumlah orang yang tergabung dalam Komite Sahkan RUU-PKS menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Kota Ternate, Selasa, 8 Oktober 2019. Massa aksi menuntut DPRD Kota Ternate untuk mendesak DPR RI agar serius membahas dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Kordinator Aksi, Meilani mengatakan RUU P-KS sudah lama mangkir di Prolegnas. Itu sejak 2016 yang sebelumnya diusung pada 2012 silam. Hingga saat ini, RUU itu tak ada progresif, DPR dinilai lamban, padahal kasus kekerasan seksual selalu meningkat setiap tahun.

Baca juga: Tak mu Hering, FTT Curiga ‘ada duri’ di Pemda Taliabu

“Padahal RUU P-KS itu penting untuk disahkan, karena kami menilai sistem hukum Indonesia tak mengakomodasi beragam situasi kekerasan seksual yang terjadi dilapangan,” kata Aksara, sapaan akrab Meilani, kepada Lentera.

Didalam RUU P-KS, jelas tercantum bentuk-bentuk kekerasan seksual. Misalnya, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, pemaksaan pelacuran, perbudakan seksual, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan perkawinan, pemerkosaan, pemaksaan aborsi dan penyiksaan seksual.

Sedangkan, Mei menilai KUHP hanya mengatur jenis kekerasan seksual terbatas pada pemerkosaan dan pencabulan saja. “Itu lemahnya penegakan keadilan jika proses penegakan hukumnya mengacu pada KUHP,” tambahnya. Ia enggan menyebut RKUHP yang sedang hangat dibahas.

Massa aksi Komite Sahkan RUU P-KS saat hering bersama sejumlah anggota DPRD Kota Ternate, (Lentera/Istimewa)

Sebab itulah, RUU P-KS harus jadi prioritas dan segera disahkan untuk melindungi korban dan menjerat pelaku kekerasan seksual. Dalam RUU P-KS juga ada rumusan jenis-jenis pemidanaan sebagai pidana pokok maupun pidana tambahan yang berbeda dengan KUHP.

“Misalnya pidana pokok berupa rehabilitasi khusus kepada pelaku dengan tujuan mengubah pola pikir, cara pandang dan perilaku seksual terpidana. Juga mencegah keberulangan kekerasan seksual oleh terpidana,” tuturnya.

Selain itu, RUU ini mengatur peran dan tugas lembaga pengada layanan dalam penyelenggaraan perlindungan dan pemulihan korban kekerasan seksual — hal yang tidak diatur dalam KUHP.

Tanggapan DRPD Ternate

Tuntutan Komite Sahkan RUU P-KS ini direspon baik oleh sejumlah fraksi di DPRD Ternate. Aksi yang berlangsung hingga siang hari ini langsung diajak untuk menggelar hering bersama.

Anggota DPRD Ternate fraksi partai Demokrat, Heny Sutan Muda, saat hering bersama, ia merespon baik persoalan RUU yang tak kunjung disahkan itu

“Kami akan mendorong rekan-rekan kami di DPR RI untuk sesegera mungkin [mengsahkan RUU P-KS, red], itu komitmen kami,” ujar Heny, saat hering bersama massa aksi, Selasa, 8 Oktober 2019 siang tadi.

Heny juga bilang akan dorong DPRD Kota Ternate agar membahas tuntutan massa aksi soal RUU P-KS. Dan, bila DPRD Kota menyetujui, maka pihaknya akan membuat pernyataan sikap untuk mendesak DPR RI segera sahkan RUU P-KS.

Pun akan mengonfirmasi massa aksi soal sikap DPRD Ternate itu. (Ajn)

The post Aksi Tuntut DPRD Ternate agar desak DPR RI Sahkan RUU P-KS appeared first on LENTERA Malut.

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Dandim Aceh Jaya Silaturrahmi Dengan Masyarakat Krueng...

LENTERA ACEH – Komandan Kodim 0114/Aceh Jaya Letkol Czi Arief Hidayat didampingi oleh Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Dim 0114 Ny. Rhomita Arief Hidayat...

Ketua PGRI, Pemerintah Harus Selesaikan Semua Masalah...

LENTERA ACEH – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah harus memikirkan nasib guru honorer jika ke depan dihapuskan sepenuhnya.  Terutama bagi nasib honorer yang tidak...

HIPMASIL : Aceh Singkil di Dasar Jurang...

LENTERA ACEH – Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh dan Aceh Besar periode 2019-2020. Suarakan ACEH SINGKIL DI DASAR JURANG...

Meriahkan HUT Kecamatan Tabona yang ke 9...

Omdesa.id, TALIABU – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Tabona yang ke-9, kini pendaftaran sepak bola usia 14 tahun telah di buka...

PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen Bersama...

LENTERA ACEH – PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen bekerjasama dengan LAZISMU menggelar kegiatan pelatihan Ecoprint dan Clay tepung kokorudan dibimbing dan dilatih oleh...

Terpopuler

5 Teknik Mengajar Masa Kini Untuk Guru...

LENTERA ACEH – Menurut Gropper didalam Wiryawan dan Noorhadi (1998), teknik mengajar masa kini untuk guru SD (Sekolah Dasar) harus berbasis latihan. Beliau...

Suamiku dan Handuk

LENTERA ACEH – Bersama lama sebelum halal (pacaran red) tak lantas membuatku tahu detail tentang suami. Kalau makes, mikes, filkes udah khatam lah ya....

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Muntasir, Cowok Ganteng Sang DPO Pengendali 41,6...

LENTERA ACEH – Wajah rupawan tak juga mencerminkan jika kelakuannya baik, seperti Muntasir (36) yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Tak Perlu ke Paris lagi, Kini Menara...

LENTERA ACEH – Menara Eiffel atau yang biasa disebut oleh orang Prancis dengan nama La Tour Eiffel merupakan salah satu bangunan yang paling terkenal...