Penerang Pembaca

Arsip 2015

¬Pengawasan Sektor Perikanan dan Kelautan, Mata Rantai yang Putus Dijalur Pasifik

Bagikan :

LENTERA MALUT – Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara adalah poros kemaritiman, namun mata rantai ini terputus diwilayah pasifik akibat pengawasan pemerintah yang masih rendah dalam penanganan kasus Ilegal fishing. Hal ini disampaikan Moh Taher Karim yang mengaku dirinya sebagai pmerhati kemaritiman dan kepulauan, pada Sabtu, 27 Juli 2019 dikediamannya, Kota Weda.

Taher mengatakan, wilayah perbatasan dan kebijakan kemaritiman adalah untuk melindungi kawasan pesisir, pulau-pulau terkecil, pulau terluar yang meliputi wilayah Gebe , Patani dan Weda adalah wilayah perbatasan. Wilayah seperti pulau Yiw adalah wilaya terluar Indonesiah yang disahkan melalu peraturan presiden dari 99 pulau terluar Indonesia.

Dalam peraturan presiden no 34 tahun 2015, bahwa Patani dan Pulau Gebe masuk dalam kategori wilayah strategis Nasional dan perbatasan antara Negara. Begitu juga UUD No 27 tahun 2007 tentang wilayah pesisir dan pulau pulau kecil.

“Olehnya, dalam kebijakan kemaritiman, kekayaan sumber yang ada disekitar pulau itu harus dilindung dan dikelola secara maksimal sehingga meningkatkan kesejahteraan Ekonomi Masyarakat diwilayah perbatasan,” ujarnya.

Upaya mengantisipasi ancaman terhadap potensi tersebut, Taher menyampaikan kepada Pemerintahan daerah dan DPRD agar seriusi persoalan tersebut.

“Kedepan harus ada inisiasif peraturan daerah (Perda) yang mempertegas ancaman illegal fishing yang makin liar dan terbuka di wilayah perairan Gebe, Patani dan Weda,” pintanya.

Ia juga menyarankan, agar para Nelayan lokal yang sudah mendapatkan fasilitas dari pemda, semestinya dijadikan sebagai sentral informasi untuk memberikan laporan bahwa ada ancaman illegal fishing atau praktek-prakte lainya seperti penyeludupan narkoba atau pelanggaran batas wilayah laut. “Jangan kemudian terkesan mereka menutupi bahkan bekerja sama dengan pelaku illegal fihsing,” ujar Taher.

Menurut dia, sektor perikanan dan kelautan membutuhkan kebijakan yang berimbang. Artinya potensi kekayaan perikanan tidak boleh dipunggungi. “Prinsipnya, harus Jaya dilaut, sejahtera di darat,” kata Taher.

Melindungi sumber daya pada sektor perikanan, kata Taher, penting ada senirgitas atau kordinasi yang terpadu dengan melibatkan unsur TNI/Polri, Angkatan Laut. Sebab kata dia, kejahatan tersebut kian marak sehingga dibutuhkan skenario oleh pemerintah, guna menjaga wilayah perairan pasifik, baik dari dalam maupun luar. Menurut Taher, peran masyarakat dan pemerintah belum dioptimalkan dalam menjalankan fungsi pengawasan perikanan. “Disinilah letaknya mata rantai yang terputus,” katanya.

Rep: Afandy/Red: Ajun

The post ¬Pengawasan Sektor Perikanan dan Kelautan, Mata Rantai yang Putus Dijalur Pasifik appeared first on LENTERA Malut.

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

Pemangku Adat Kerajaan Loloda Dikukuhkan

LENTERA MALUT — Dalam upaya mengembangkan nilai-nilai adat se-atorang di bumi Ngara Mabeno, pada Jumat, 6 Desember 2019, bertempat di Desa Soa-SioKec. Loloda Kabupaten...

PT. Bank Aceh Syariah Bireuen Gelar Seminar...

LENTERA ACEH — PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen kembali menggelar Seminar/Talkshow UMKM yang ke sekian kalinya ditahun 2019. Kali ini bank kebanggan masyarakat...

Penemuan Mayat Tanpa Identitas, Gegerkan Warga Kota...

LENTERA ACEH – Penemuaan mayat disebuah alur di Dusun Makmur kawasan Gampong Baro Kecamatan Langsa lama, sempat membuat geger warga Kota Langsa pada Selasa...

Bimtek : Membangun Generasi Cerdas Berkarakter di...

LENTERA ACEH – Bimbingan Teknis Pengimbasan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) integrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Pidie Jaya kali ini merupakan hal istimewa,...

Direktur Ma’Had Alkazim Menerima Pelakat Sebagai Cendramata...

LENTERA MALUT – Dalam Rangkaian kegiatan penyerahan 40.000 Al Qur’an plus 5.000 Iqra’ oleh Badan Wakaf Al-Quran (BWA) ke Halmahera atau di kenal...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...