Penerang Pembaca

Arsip 2015

Aksi FRI-WP di Ternate Dibubarkan Polisi, 10 Orang Ditahan di Polres

Bagikan :

LENTERA MALUT — Aksi demo puluhan orang di Ternate yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) saat memperingati Hari Kemerdekaan West Papua ke-58, atau 1 Desember 1961, didepan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin, 2 Desember 2019, direpresif oleh gabungan TNI-Polri.

Aksi itu belangsung sekitar pukul 10.30 WIT, kemudian dibubarkan oleh TNI-Polri sekitar pukul 11.00 WIT. Dalam amatan reporter, massa aksi dipukul dan ditangkap lalu sebagian diangkut oleh aparat keamanan.

Menurut salah satu rekan mahasiswa yang ikut aksi, Gamaria, rekannya ditangkap secara tidak manusiawi. Mereka dipukul, ditendang, diinjak, sebagian baju mereka sobek karena ditarik.

Gamaria bilang, dia belum tahu persis berapa orang yang ditangkap, namun yang jelas salah satunya mantan Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Wilayah Malut, Arbi M. Nur.

“Kami dipukul, kawan-kawan kami ditangkap, sekarang diangkut entah kemana,” tuturnya saat ditemui setelah aksi dibubarkan.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda, saat dikonfirmasi via whatsapp mengatakan aksi yang digelar oleh FRI-WP dan KMP itu tidak ada pemberitahuan. “Sehingga perlu kami amankan dan interogasi,” terangnya.

“Kami tidak melihat mereka mahasiswa, tapi mereka adalah kelompok organisasi pembebasan Papua,” tutur Kapolres Azhari.

Kaporles juga enggan menyebut itu sebagai penangkapan, tapi mengamankan. Ada sekitar 10 orang yang “diamankan” untuk diintrogasi.

Juru Bicara FRI-WP Malut, Fandi Pomsa, menuding penangkapan itu sebagai pembungkaman ruang demokrasi di kampus. Apalagi aksi itu digelar di depan Univ. Muhammadiyah Maluku Utara.

“Itu penangkapan, dan tidak sesuai dengan prosedur. Inikan aksi dikampus, satu meter dari kampus itu masih masuk areal kampus, apalagi yang membuarkan dan menangkap itu TNI-Porli, tidak ada hak apa-apa,” terang Fandi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Menurutnya, aksi yang mereka lakukan itu aksi damai dan tidak ada unsur “makar”. “Jadi tidak bisa dibubarkan dong, apalagi ditangkap, bahkan tadi penangkapan itu tidak secara persuasif tapi dengan tindakan represif,” pungkasnya.

Ia menyebutkan bahwa aksi yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur. Bila terjadi represif oleh aparat keamanan, maka telah menlanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang telah diatur dalam UUD 1945 dan Konvensi Internasional tentang hak-hak sipil dan Politik dalam menyampaikan pendapat didepan umum.

“Kami mengecam tindakan yg dilakukan oleh TNI-Polres Ternate, dan menuntut kepada Kepolisian untuk membebaskan kawan-kawan kami yang ditangkap,” tutur Fandi

Ajun

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

ACEH : Daerah Istimewa Dan Otonomi Khusus...

LENTERA ACEH – Penulis : Raja Alqausar Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi...

Rasa rindu menanti

Sebait puisi mencurahkan rasa Mengurai aksara dalam karya Dilangit jiwa menguntai syahdu Melebur sunyi merengkuh rindu Bait demi bait terangkai indah Semilir angin tetapkan rasa Bervegas pawana menari Meliuk lenggang menebar...

Warga Keluhkan Kuala Baru Laut yang Dangkal....

LENTERA ACEH – Meski sudah berulang kali dilaporkan terkait dangkalnya Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Singkil, namun sampai saat ini kondisi Kuala Kuala...

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan:...

LENTERA MALUT – Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KA FKTP),...

Kasdam Buka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program Kerja...

LENTERA ACEH – Kasdam IM, Brigjen TNI A Daniel Chardin S.E membuka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program kerja dan Anggaran Kodam Iskandar Muda Ta 2019...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...