16.9 C
Munich
Senin, Mei 25, 2020

Aksi FRI-WP di Ternate Dibubarkan Polisi, 10 Orang Ditahan di Polres

Must read

Tak Hanya Pasien, Tenaga Medis RSD Wisma Atlet Butuh Kesehatan Mental

JAKARTA – Jam kerja yang panjang membuat para petugas di RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan stamina dan kesehatan mental yang baik. RS Darurat Wisma...

Hari Kedua Lebaran, Pasien Sembuh Bertambah 240 Orang, Total Jadi 5.642

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Senin (25/5) atau hari kedua...

Infografis COVID-19 (25 Mei 2020)

Untuk mendapatkan infografis dalam resolusi tinggi atau versi bahasa Inggris (English version), silakan kunjungi tautan berikut ini.

Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet Jadi Perhatian Ketua Gugasnas

JAKARTA – Menu makanan yang dikonsumsi pasien RS Darurat Wisma Atlet menjadi perhatian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyampaikan apresiasi...

LENTERA MALUT — Aksi demo puluhan orang di Ternate yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) saat memperingati Hari Kemerdekaan West Papua ke-58, atau 1 Desember 1961, didepan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin, 2 Desember 2019, direpresif oleh gabungan TNI-Polri.

Aksi itu belangsung sekitar pukul 10.30 WIT, kemudian dibubarkan oleh TNI-Polri sekitar pukul 11.00 WIT. Dalam amatan reporter, massa aksi dipukul dan ditangkap lalu sebagian diangkut oleh aparat keamanan.

Menurut salah satu rekan mahasiswa yang ikut aksi, Gamaria, rekannya ditangkap secara tidak manusiawi. Mereka dipukul, ditendang, diinjak, sebagian baju mereka sobek karena ditarik.

Gamaria bilang, dia belum tahu persis berapa orang yang ditangkap, namun yang jelas salah satunya mantan Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Wilayah Malut, Arbi M. Nur.

“Kami dipukul, kawan-kawan kami ditangkap, sekarang diangkut entah kemana,” tuturnya saat ditemui setelah aksi dibubarkan.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda, saat dikonfirmasi via whatsapp mengatakan aksi yang digelar oleh FRI-WP dan KMP itu tidak ada pemberitahuan. “Sehingga perlu kami amankan dan interogasi,” terangnya.

“Kami tidak melihat mereka mahasiswa, tapi mereka adalah kelompok organisasi pembebasan Papua,” tutur Kapolres Azhari.

Kaporles juga enggan menyebut itu sebagai penangkapan, tapi mengamankan. Ada sekitar 10 orang yang “diamankan” untuk diintrogasi.

Juru Bicara FRI-WP Malut, Fandi Pomsa, menuding penangkapan itu sebagai pembungkaman ruang demokrasi di kampus. Apalagi aksi itu digelar di depan Univ. Muhammadiyah Maluku Utara.

“Itu penangkapan, dan tidak sesuai dengan prosedur. Inikan aksi dikampus, satu meter dari kampus itu masih masuk areal kampus, apalagi yang membuarkan dan menangkap itu TNI-Porli, tidak ada hak apa-apa,” terang Fandi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Menurutnya, aksi yang mereka lakukan itu aksi damai dan tidak ada unsur “makar”. “Jadi tidak bisa dibubarkan dong, apalagi ditangkap, bahkan tadi penangkapan itu tidak secara persuasif tapi dengan tindakan represif,” pungkasnya.

Ia menyebutkan bahwa aksi yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur. Bila terjadi represif oleh aparat keamanan, maka telah menlanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang telah diatur dalam UUD 1945 dan Konvensi Internasional tentang hak-hak sipil dan Politik dalam menyampaikan pendapat didepan umum.

“Kami mengecam tindakan yg dilakukan oleh TNI-Polres Ternate, dan menuntut kepada Kepolisian untuk membebaskan kawan-kawan kami yang ditangkap,” tutur Fandi

Ajun

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tak Hanya Pasien, Tenaga Medis RSD Wisma Atlet Butuh Kesehatan Mental

JAKARTA – Jam kerja yang panjang membuat para petugas di RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan stamina dan kesehatan mental yang baik. RS Darurat Wisma...

Hari Kedua Lebaran, Pasien Sembuh Bertambah 240 Orang, Total Jadi 5.642

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Senin (25/5) atau hari kedua...

Infografis COVID-19 (25 Mei 2020)

Untuk mendapatkan infografis dalam resolusi tinggi atau versi bahasa Inggris (English version), silakan kunjungi tautan berikut ini.

Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet Jadi Perhatian Ketua Gugasnas

JAKARTA – Menu makanan yang dikonsumsi pasien RS Darurat Wisma Atlet menjadi perhatian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyampaikan apresiasi...

Kurva COVID-19 di Aceh Landai, Yuri: Kunci Keberhasilannya Ada di Masyarakat

JAKARTA - Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto mengapresiasi masyarakat Aceh atas keberhasilan dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Menurutnya kunci penyelesaian masalah COVID-19 di...