10 Orang Mahasiswa yang Ditahan Sudah Dibebaskan

Must read

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...


LENTERA MALUT
— 10 orang mahasiswa anggota Front Mahasiswa untuk West Papua (FRI-WP) yang ditahan di Mapolres Ternate pada Senin, 2 Desember 2019 kemarin sudah dibebaskan.

Mereka dibebaskan sekitar pukul 11.14 WIT, pada Selasa, 3 Desember 2019 dan diijinkan pulang kerumah.

Salah satu mahasiswa yang tidak ingin namanya diberitakan mengisahkan awal ia dan rekan-rekannya diangkut ke Polres. Ia mengakui ditendang, dipukul dan diseret hingga pakaiannya sobek. Kemudian direngsek masuk kedalam mobil polisi.

“Sampai masuk di polres pun kami masih ditendang. Kami di interogasi di ruang penyidik dengan cara kekerasan, bahkan ditampar dan dipukul,” ungkapnya. Ia juga salah satu dari 10 orang mahasiswa yang ditahan di Polres semalaman.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda saat dikonfirmasi kemarin, mengatakan aksi yang dilakukan FRI-WP adalah aksi tanpa pemberitahuan sehingga 10 anggota tersebut diamankan dan diinterogasi.

“Mereka bukan mahasiswa, tapi mereka kelompok organisasi pembebasan Papua,” sebut Azhari, Senin kemarin. Ia juga menyebut tindakan represif tersebut bukan sebagai penangkapan, melainkan pengamanan

Juru Bicara FRI-WP Malut, Fandi Pomsa menilai tindakan aparat telah mencedrai nilai dan prinsip demokrasi.

“Sangat brutal dan melanggar hak asasi manusia. Seriap orang kan punya hak untuk menyampaikan pendapat, itu diatur dalam UUD 1945,” tuturnya saat dikonfirmasi pasca dibebasakan siang tadi.

Ia juga mengecam keras aparat gabungan TNI-Polri yang dengan brutal menangkap 10 rekannya dikampus.

“Itu kan lingkungan kampus, tempat mahasiswa bukan institusi aparat keamanan, jangan main tangkap saja,” pungkasnya.

100 meter dari Universitas itu kata dia masih masuk dalam lingkungan kampus. Dan sejauh ini, menurut pengamatannya baru kali pertama aksi mahasiswa didepan kampus dibubarkan dan ditangkap polisi dengan alasan yang seperti disebut Kaporles diatas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi mahasiswa yang tergabung dalam FRI-WP dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) menggelar mimbar dengan membentangkan spanduk didepan kampus B Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin kemarin.

Puluhan massa aksi itu memperingarti hari lahirnya embrio West Papua ke-58, atau 1 Desember 1961 silam dan menuntut untuk dibebaskannya beberapa orang tahanan politik papua yang ditangkap pada Agustus dan September lalu dibeberapa daerah di Jakarta.

Mereka ditangkap dan ditahan di Maporles Ternate selama 24 jam, mulai pada Senin, 2 Desember hingga Selasa, 3 Desember 2019 siang. Senin malam itu, puluhan bahkan hampir ratusan mahasiswa datang duduki Mapolres Ternate untuk meminta dibebaskan.

Mahasiswa yang bersolidaritas terhadap 10 orang rekanan itu bahkan bermalam didepan Polres hingga pagi hari. Dipelataran dan emperan jalan hampir dipenuhi mahasiswa. (ajn)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Nelayan Asal Desa Loleo Ditemukan Selamat Terapung-apung di Dalam Box Ikan

WEDA, Beritamalut.co – Team SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Desa Loleo, Kabupaten Halmahera Tengah yang hilang saat melaut sejak Senin (14/09/2020) lalu. Nelayan...

Pemerintah Akan Bantu Pekerja Alami Pemotongan Gaji

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan selama...

Peringkat FIFA: Indonesia Terpaku, Tertinggal dari Tetangga

JAKARTA – Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA makin tertinggal dari negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara. Dalam peringkat yang dikeluarkan FIFA melalui...

Target Desember 2020, Ini Penampakan Terkini Pasar Gamalama Modern

TERNATE, Beritamalut.co – Progres pekerjaan Pasar Gamalama Modern kini mencapai 51,4 persen. Kabid Bangunan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate,...

Bahas Tentang Film Disney Mulan, Kenapa Banyak Menimbulkan Kontroversi?

JAKARTA – Ok first of all, saya merasa sedikit ‘tertipu’ karena mengira launching film Mulan akan segera bisa dinikmati di Disney+ setelah subscribe. Tapi ternyata,...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lentera8/public_html/wp-includes/functions.php on line 4609