Penerang Pembaca

Arsip 2015

10 Orang Mahasiswa yang Ditahan Sudah Dibebaskan

Bagikan :


LENTERA MALUT
— 10 orang mahasiswa anggota Front Mahasiswa untuk West Papua (FRI-WP) yang ditahan di Mapolres Ternate pada Senin, 2 Desember 2019 kemarin sudah dibebaskan.

Mereka dibebaskan sekitar pukul 11.14 WIT, pada Selasa, 3 Desember 2019 dan diijinkan pulang kerumah.

Salah satu mahasiswa yang tidak ingin namanya diberitakan mengisahkan awal ia dan rekan-rekannya diangkut ke Polres. Ia mengakui ditendang, dipukul dan diseret hingga pakaiannya sobek. Kemudian direngsek masuk kedalam mobil polisi.

“Sampai masuk di polres pun kami masih ditendang. Kami di interogasi di ruang penyidik dengan cara kekerasan, bahkan ditampar dan dipukul,” ungkapnya. Ia juga salah satu dari 10 orang mahasiswa yang ditahan di Polres semalaman.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda saat dikonfirmasi kemarin, mengatakan aksi yang dilakukan FRI-WP adalah aksi tanpa pemberitahuan sehingga 10 anggota tersebut diamankan dan diinterogasi.

“Mereka bukan mahasiswa, tapi mereka kelompok organisasi pembebasan Papua,” sebut Azhari, Senin kemarin. Ia juga menyebut tindakan represif tersebut bukan sebagai penangkapan, melainkan pengamanan

Juru Bicara FRI-WP Malut, Fandi Pomsa menilai tindakan aparat telah mencedrai nilai dan prinsip demokrasi.

“Sangat brutal dan melanggar hak asasi manusia. Seriap orang kan punya hak untuk menyampaikan pendapat, itu diatur dalam UUD 1945,” tuturnya saat dikonfirmasi pasca dibebasakan siang tadi.

Ia juga mengecam keras aparat gabungan TNI-Polri yang dengan brutal menangkap 10 rekannya dikampus.

“Itu kan lingkungan kampus, tempat mahasiswa bukan institusi aparat keamanan, jangan main tangkap saja,” pungkasnya.

100 meter dari Universitas itu kata dia masih masuk dalam lingkungan kampus. Dan sejauh ini, menurut pengamatannya baru kali pertama aksi mahasiswa didepan kampus dibubarkan dan ditangkap polisi dengan alasan yang seperti disebut Kaporles diatas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi mahasiswa yang tergabung dalam FRI-WP dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) menggelar mimbar dengan membentangkan spanduk didepan kampus B Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin kemarin.

Puluhan massa aksi itu memperingarti hari lahirnya embrio West Papua ke-58, atau 1 Desember 1961 silam dan menuntut untuk dibebaskannya beberapa orang tahanan politik papua yang ditangkap pada Agustus dan September lalu dibeberapa daerah di Jakarta.

Mereka ditangkap dan ditahan di Maporles Ternate selama 24 jam, mulai pada Senin, 2 Desember hingga Selasa, 3 Desember 2019 siang. Senin malam itu, puluhan bahkan hampir ratusan mahasiswa datang duduki Mapolres Ternate untuk meminta dibebaskan.

Mahasiswa yang bersolidaritas terhadap 10 orang rekanan itu bahkan bermalam didepan Polres hingga pagi hari. Dipelataran dan emperan jalan hampir dipenuhi mahasiswa. (ajn)

Download

Comment

ARSIP Majalah dan Koran LENTERA

Majalah dan Koran LENTERA ini Terbit Sejak 2011 hingga 2014.

Terbaru

ACEH : Daerah Istimewa Dan Otonomi Khusus...

LENTERA ACEH – Penulis : Raja Alqausar Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi...

Rasa rindu menanti

Sebait puisi mencurahkan rasa Mengurai aksara dalam karya Dilangit jiwa menguntai syahdu Melebur sunyi merengkuh rindu Bait demi bait terangkai indah Semilir angin tetapkan rasa Bervegas pawana menari Meliuk lenggang menebar...

Warga Keluhkan Kuala Baru Laut yang Dangkal....

LENTERA ACEH – Meski sudah berulang kali dilaporkan terkait dangkalnya Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Singkil, namun sampai saat ini kondisi Kuala Kuala...

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan:...

LENTERA MALUT – Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KA FKTP),...

Kasdam Buka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program Kerja...

LENTERA ACEH – Kasdam IM, Brigjen TNI A Daniel Chardin S.E membuka Sosialisasi Pembekalan Rencana Program kerja dan Anggaran Kodam Iskandar Muda Ta 2019...

Terpopuler

Sidang Kasus Pemurtadan Siswa, Hakim Diminta Jatuhi...

Lentera.co.id -- Pengadilan Negeri Ternate kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pendangkalan aqidah yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Gerakan Mencegah...

Baru Pertama Kali, 13 Negara Dukung Palestina

Aceh.Lentera.co.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB...

WNI Ini Dituduh Incar Separuh Kekayaan Suaminya

LENTERA.CO.ID -- Wanita asal Surabaya Novy Chardon dituduh mengincar separuh harta kekayaan suaminya John William Chardon, termasuk perusahaan, investasi pertambangan, serta dana...

Foto tak Senonoh Diduga Bupati Aceh Jaya...

LENTERA ACEH – Nama Bupati Aceh Jaya Irfan TB kembali jadi buah bibir. Kali ini bukan proses hukum, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap N...

Terbukti Nyabu Bersama Oknum TNI di Sebuah...

LENTERA ACEH – Prosesi eksekusi hukuman cambuk kembali di gelar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap...

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Hingga Larut Malam, Ratusan Mahasiswa Masih Duduki...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa datangi Polres Ternate, pada Senin, 2 Desember 2019 malam ini. Mereka datang bersolidaritas terhadap 10 orang rekan mahasiswa yang...