16.9 C
Munich
Senin, Mei 25, 2020

Pedagang: Kosongkan Tempat di Pasar Basanohi, Tak Dapat Tempat di Pasar Tradisoonal

Must read

Tak Hanya Pasien, Tenaga Medis RSD Wisma Atlet Butuh Kesehatan Mental

JAKARTA – Jam kerja yang panjang membuat para petugas di RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan stamina dan kesehatan mental yang baik. RS Darurat Wisma...

Hari Kedua Lebaran, Pasien Sembuh Bertambah 240 Orang, Total Jadi 5.642

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Senin (25/5) atau hari kedua...

Infografis COVID-19 (25 Mei 2020)

Untuk mendapatkan infografis dalam resolusi tinggi atau versi bahasa Inggris (English version), silakan kunjungi tautan berikut ini.

Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet Jadi Perhatian Ketua Gugasnas

JAKARTA – Menu makanan yang dikonsumsi pasien RS Darurat Wisma Atlet menjadi perhatian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyampaikan apresiasi...
Reporter SULA, Jimran PANIGFAT
Reporter SULA, Jimran PANIGFAThttps://www.lentera.co.id
JIMMY, Redporter Biro SULA sekaligus Redaktur dan Pembimbing Omdesa.id

SULA, LENTERA.CO.ID – Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula membangun pasar Basanohi Fogi buat para para Pedagang. Meski begitu, pantauan reporter Lentera.co.id pada kamis, 19 Juli 2018 pukul 12:00 wit, sebagain dari para pedagang ini masih berjualan di luar bagunan itu.

Disinyalir, Disperindagkop dan pengelolah pasar berulang kali memberikan teguran hingga pihak Satpol PP juga turut melakukan penertiban, namun beberapa pedagang enggan masuk dengan alasan tak nyaman di tempat ia berdagang.

“Kami merasa tak nyaman dengan tempat yang telah disediakan pemda untuk kami berjualan, sehingga kami lebih memilih berjualan di luar bangunan”, jelas sala satu pedagang, Ibu Ida pada Lentera.co.id.

Berbeda dengan pedagang lainnya di pasar Tradisional Sanana di Desa Fatcey yang berdekatan dengan pasar Basanohi Fogi. Pedagang yang berjualan di pasar itu tak kebagian tempat untuk berjualan sehingga sebagian dari mereka berjualan di luar atau sekeliling pasar tradisional tersebut.

“Sebagian dari kami tak kebagian tempat untuk berjualan sehingga kami harus berjualan diluar bangunan”, jelasnya salah satu pedagang di Pasar Tradisional Sanana, ibu Ina (44).

Red: jimmy

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tak Hanya Pasien, Tenaga Medis RSD Wisma Atlet Butuh Kesehatan Mental

JAKARTA – Jam kerja yang panjang membuat para petugas di RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan stamina dan kesehatan mental yang baik. RS Darurat Wisma...

Hari Kedua Lebaran, Pasien Sembuh Bertambah 240 Orang, Total Jadi 5.642

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Senin (25/5) atau hari kedua...

Infografis COVID-19 (25 Mei 2020)

Untuk mendapatkan infografis dalam resolusi tinggi atau versi bahasa Inggris (English version), silakan kunjungi tautan berikut ini.

Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet Jadi Perhatian Ketua Gugasnas

JAKARTA – Menu makanan yang dikonsumsi pasien RS Darurat Wisma Atlet menjadi perhatian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyampaikan apresiasi...

Kurva COVID-19 di Aceh Landai, Yuri: Kunci Keberhasilannya Ada di Masyarakat

JAKARTA - Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto mengapresiasi masyarakat Aceh atas keberhasilan dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Menurutnya kunci penyelesaian masalah COVID-19 di...