16.9 C
Munich
Senin, Mei 25, 2020

Lantaran Tertutup, Kades Sekom Diduga Gelapkan Dana Desa

Must read

Tak Hanya Pasien, Tenaga Medis RSD Wisma Atlet Butuh Kesehatan Mental

JAKARTA – Jam kerja yang panjang membuat para petugas di RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan stamina dan kesehatan mental yang baik. RS Darurat Wisma...

Hari Kedua Lebaran, Pasien Sembuh Bertambah 240 Orang, Total Jadi 5.642

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Senin (25/5) atau hari kedua...

Infografis COVID-19 (25 Mei 2020)

Untuk mendapatkan infografis dalam resolusi tinggi atau versi bahasa Inggris (English version), silakan kunjungi tautan berikut ini.

Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet Jadi Perhatian Ketua Gugasnas

JAKARTA – Menu makanan yang dikonsumsi pasien RS Darurat Wisma Atlet menjadi perhatian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyampaikan apresiasi...
Reporter SULA, Jimran PANIGFAT
Reporter SULA, Jimran PANIGFAThttps://www.lentera.co.id
JIMMY, Redporter Biro SULA sekaligus Redaktur dan Pembimbing Omdesa.id

SULA, LENTERA.CO.ID – Warga Desa Sekom, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara menilai kepala Desa Sekom, Munajir Duwila tidak transparan dalam pengelolaan anggaran desa sejak tahun 2016-2018

“Kami selaku warga Desa Sekom kesal dengan sikap Kades yang sangat tertutup mengenai pengelolaan anggaran. Kami hanya mengetahuinya ketika anggaran itu cair. Setelah itu, tidak terdengar lagi” kata Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Is, dihadapan reporter lentera online, Ahad, 30 Juli 2018 di rumahnya.

Begitu pun Sekretaris Desa Sekom, Zulhaidir saat ditemui reporter media ini dikediamannya mengaku, hal-hal yang menyangkut administrasi maupun kegiatan desa, tidak pernah ada konfirmasi dari kades kepada Sekdes. “Saya tidak pernah ketahui”, katanya.

Ia juga mengaku kesal ketika soal administrasi yang seharusnya dia (sekdes) juga harus terlibat seperti tanda tangan, tidak pernah ia ketahui. “Saya tahu ketika tanda tangan saya sudah ada,” ujatnya.

Padahal, kata Sekdes, dirinya bersama aparat desa lainnya berkeinginan kerja namun tak ada perintah dari kades.

Selain itu, berkait pengelolaan dana, lanjut Zulhaidir mengaku tak pernah ia ketahui.

“Saya ketahui ketika tunjangan saya telah cair, berarti dana desa juga telah cair. Tetapi mengenai jumlahnya, saya tidak pernah tahu,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun reporter, bahwa aset desa seperti, Tenti, Kursi, 6 buah mesin sensor mini dan 6 buah mesin pemangkas rumput digunakan pribadi aparat desa, bahkan ada yang menggunakannya untuk mata pencaharian. Selain itu, juga 1 unit mesin laut dan 1 unit perahu milik kelompok nelayan tidak di fungsikan.

Saat dikonformasi reporter Lentera Online pada Senin, 02 Juni 2018 di rumahnya, Kades Sekom, Munajir Duwila mengaku nama baiknya dicemarkan, terkait pernyataan yang menuduh dirinya melakukan pemalsuan tandatangan dan penggelapan anggaran. “Saya akan melaporkan ke pihak aparat penegak hukum,” katanya.

“Kecurigaan warga bahwa saya memanipulasi data dana desa, saya minta warga sebelum menuduh harus menyelidiki terlebih dahulu”, tutup Kades Sekom

Red: Jimmy

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tak Hanya Pasien, Tenaga Medis RSD Wisma Atlet Butuh Kesehatan Mental

JAKARTA – Jam kerja yang panjang membuat para petugas di RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan stamina dan kesehatan mental yang baik. RS Darurat Wisma...

Hari Kedua Lebaran, Pasien Sembuh Bertambah 240 Orang, Total Jadi 5.642

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Senin (25/5) atau hari kedua...

Infografis COVID-19 (25 Mei 2020)

Untuk mendapatkan infografis dalam resolusi tinggi atau versi bahasa Inggris (English version), silakan kunjungi tautan berikut ini.

Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet Jadi Perhatian Ketua Gugasnas

JAKARTA – Menu makanan yang dikonsumsi pasien RS Darurat Wisma Atlet menjadi perhatian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyampaikan apresiasi...

Kurva COVID-19 di Aceh Landai, Yuri: Kunci Keberhasilannya Ada di Masyarakat

JAKARTA - Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto mengapresiasi masyarakat Aceh atas keberhasilan dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Menurutnya kunci penyelesaian masalah COVID-19 di...