oleh

Salah Alamat, Ibu ini Ditertibkan Satpol PP

SULA, LENTERA.CO.ID — Satpol PP di Kabupaten Kepulauan Sula, Kecamatan Sanana kembali melakukan razia penertiban pasar seperti penertib Pedang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di tempat tidak semestinya.

Kali ini, Ibu Ros (65), salah seorang penjual ikan dipaksa kembali ke tempat penjualan di Pasar Basanohi, Desa Fogi, Kecamatan Sanana setelah kedapatan menjual ikannya di pasar Tradisional di Fatcey Kecamatan Sanana dimana pasar tersebuh dikhususkan berdagang sembako dan hasil pertanian.

Oleh satpol PP, Ibu Ros yang biasanya menjual ikan di pasar Fatcey untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari ini, diarahkan dengan paksa agar kembali menempati pasar ikan Basanohi pada Rabu, 5 september 2018 pukul 11:00 AM, pagi tadi. Langkah paksaan ini dilakukan satpol PP karena menilai bahwa Ros mencoba untuk melakukan perlawanan ketika diarahkan kembali ke Fogi.

Amatan reporter Lentera.co.id, Nan (40) Petugas Satpol PP menjelaskan kepada Ros. “Tidak ada yang melarang para PKL untuk menjual barang dagangan mereka namun harus menjual pada tempat yang telah di sediakan,” terangnya.

Ia juga menambahakn, jika pedagang ikan menjual di tempat yang di sediakan oleh pemerintah daerah untuk menjual ikan seperti di Pasar Basanohi Desa Fogi, maka tidak ada tindak penertiban razia pasar oleh satpot PP. “Kami tak akan memindahkan ibu. Tapi karena tempat yang ibu berjualan ini adalah pasar Tradisional yang hanya boleh untuk menjual barang hasil kebun.”

Berselang beberapa saat kemudian Ros, mengalah lalu ikut dipindahkan oleh satpol PP.

Red: Jemmy

Penulis: Reporter SULA, Jimran PANIGFAT

Gambar Gravatar
JIMMY, Redporter Biro SULA sekaligus Redaktur dan Pembimbing Omdesa.id

Komentar