oleh

Di Bitung, Menteri Susi Tenggelamkan 125 Kapal Pencuri Ikan

MANADO, LENTERA.CO.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan penenggelaman 125 kapal sengaja dilakukan pada momen peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Katanya, penenggelaman Kapal merupakan manifestasi dari upaya Indonesia memberikan pesan kemerdekaan Indonesia untuk merebut kembali kedaulatan sumber daya perikanan Indonesia.

Komando penenggelaman dilakukan di Bitung dengan alasan bahwa wilayah perairan Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah merah illegal fishing karena menjadi fishing zone kapal-kapal pencuri ikan dari beberapa negara untuk mengambil kekayaan sumber daya perikanannya yang kaya, terutama komoditas tuna dan cakalang.

Karena itu, banyak kapal-kapal pelaku lllegal fishing berbendera asing maupun Indonesia yang ditangkap karena melakukan illegal fishing di perairan Sulawesi bagian Utara.

“Pengamanan perairan Sulawesi Utara dari kapal-kapal asing yang masuk ke Indonesia masih merupakan tantangan besar kita,” jelas Menteri Susi, pada Tribun.com, Senin, 20 Agustus 2018.

Komando penenggelaman yang dilakukan di Bitung diharapkan dapat meningkatkan motivasi aparat penegak hukum, antara lain TNI AL, POLRI, PSDKP, dan Bakamla untuk meningkatkan pengamanan wilayah kedaulatan NKRI.

Kapal-kapal tersebut merupakan kapal yang ditangkap melalui unsur-unsur Satgas 115, yaitu TNI Angkatan Laut (TNI AL), Polair Baharkam Kepolisian RI (Polair), Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan PSDKP KKP karena melakukan tindak pidana di bidang perikanan.

Kebanyakan kapal ditangkap lantaran menangkap atau mengangkut ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI) tanpa SIUP, menangkap ikan di WPPRI tanpa SIPI, mengangkut ikan tanpa SIKPI, dan menangkap ikan dengan menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang dan merusak lingkungan.

Rekapitulasi bendera kapal pelaku illegal fishing sejak Oktober 2014 sampai dengan Agustus 2018 yang ditenggelamkan berjumlah 488 kapal, di antaranya Bendera Kapal Vietnam 276 kapal, Filipina 90 kapal, Thailand 50 kapal, Malaysia 41 kapal, dan Indonesia 26 kapal, Papua Nugini 2 kapal, Cina 1 kapal, Belize 1 kapal, dan tanpa Negara 1 kapal, sehingga total 488 kapal.

125 Kapal Ditenggelamkan Serentak di Indonesia

Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI menenggelamkan 125 kapal pencuri ikan secara serentak di Seluruh Indonesia pada Senin, 20 Agustus 2018.

Penenggelaman kapal dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) untuk 116 kapal dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal.

Ada 11 titik penenggelaman kapal pelaku illegal fishing yang ditenggelamkan oleh Menteri Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115).

Menteri Susi menghadiri penenggelaman 15 kapal di Parairan Kema, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Senin Siang.
Menteri Susi dan rombongan menuju lokasi menggunakan Kapal Patroli Bisma milik Ditpolair Polda Sulut.
Tampak Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Taufiqoerrachman, Kejati Sulut M Roskanedi, serta tamu undangan lainnya.

Mereka berangkat dari pelabuhan PSDKP Bitung. Ombak laut cukup besar sehingga memang kapal terombang-ambing.
Tiba di lokasi, Susi Pudjiastuti langsung naik ke bagian atas kapal dan mengomandoi penenggelaman kapal.

Kapal yang ditenggelamkan adalah kapal hasil tangkapan yang sudah melalui proses hukum hingga putusan pengadilan yang sudah inkrah, dan dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Bitung.

Kapal yang ditenggelamkan mayoritas merupakan kapal perikanan berbendera asing dengan jumlah 120 kapal.

Sementara itu, kapal perikanan berbendera Indonesia berjumlah 5 kapal. Vietnam terbanyak dengan 86 kapal disusul Malaysia 20 Kapal, Filipina 14 Kapal dan Indonesia 5 Kapal.

Inilah rincian lokasi penenggelaman kapal pada Senin 20 Agustus 2018:
1. 18 kapal di Pontianak,
2. 6 kapal di Cirebon,
3. 15 Kapal di Bitung,
4. 3 Kapal di Aceh
5. Tarakan 2 Kapal di Tarakan
6. 7 Kapal di Belawan
7. 1 Kapal di Merauke
8. 40 Kapal di Natuna/Ranai
9. 1 Kapal di Ambon
10. 9 Kapaldi Batam
11. 23 Kapal di Tarempa/Anambas

15 Kapal Ditenggelamkan di Perairan Kema

Susi Pudjiastuti menyaksikan penenggalaman kapal oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung, Perairan Kema, Minahasa Utara (Minut) pada Senin, 20 Agustus 2018.

Enam kapal sebagai simbolis pun ditenggelamkan bersamaan dengan membocorkan lambung kapal, atau dipotong-potong perlahan kapal mulai tenggelam. Sementara sembilan lainnya sudah ditenggelamkan duluan, sehingga total ada 15 kapal.

“Hari ini kami menenggelamkan 125 kapal di sebelas titik di Indonesia, sebab satu kapal belum siap ditenggelamkan,” ujar Susi Pudjiastuti.

Ia menjelaskan, bahwa penenggelaman kapal harus menjadi bagian penting dalam rangka melakukan satu peningkatan hukum yang akan membuat aparat hukum dihormati.

“Tidak boleh hanya karena beberapa pejabat atau opini segelintir orang, sehingga keputusan yang sudah inkrah menurut hukum dipertanyakan atau dicibir atau dibully,” ujarnya.

Ia mengatakan penenggelaman kapal juga dilakukan lantaran sangat penting untuk menjaga kedaulatan sumber daya laut kita dan kehormatan negara dan bangsa Indonesia.

“Ini bukan hanya sekadar gaya-gayaan, tidak boleh, sebab itu amanah undang-undang dan setiap warga negara dan pejabatnya tidak perlu mempertanyakan,” jelasnya.

Sebab menurutnya, itu juga merupakan integritas dari bangsa Indonesia.

“Tanpa penenggelaman kapal tidak mungkin ilegal fishing dihentikan,” jelas dia.

Usai menenggelamkan kapal, kapal yang memuat Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan rombongan kembali dan merapat di pelabuhan Satrol Bitung.

Di situ mereka istirahat makan siang, dan Menteri Susi melakukan rapat dengan jajaran Polri dan TNI, kemudian melanjutkan untuk pulang ke Jakarta.

Illegal Fishing

15 kapal yang ditangkap melakukan ilegal fishing di perairan Indonesia yang masuk wilayah Bitung, di perairan Kema.

“Ada 15 kapal yang dieksekusi, karena sudah inkrah,” jelas Nalkry Lasut Kasi Pidum Kejari Bitung.

Namun yang yang disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti hanya enam kapal, sementara sembilan kapal lainnya sudah ditenggelamkan.

Penenggelaman dilakukan dengan cara membocorkan lambung kapal atau memotong menjadi beberapa bagian. Eksekusi dibantu oleh PSDKP, Ditpolair, dan Satrol Bitung.

“Tadi sudah disaksikan termasuk oleh Menteri Kelautan dan Perikanan,” jelas dia.

Ia menjelaskan, kapal yang dieksekusi adalah kapal Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

Saat ditanya, sampai saat ini masih adakah lagi kapal yang sementara dalam proses hukum?

“Kalau yang sementara banding ada lima kapal, dan yang masih dalam proses pengadilan ada tiga kasus,” jelasnya.

15 nama kapal yang ditenggelamkan di perairan Kema yakni KM Solavide, KM Camar, FB Jharred, FB Ca Jebo, KM Alvin Troy,KM Alvin Troy, FB Jan Jade, FB PMC-26, FB Vient 06, FB Gileye, QNC 90271.TS, KM Divine, KM Gracia, KM Citra 08 Filipina dan KM Kury Guava Filipina

Komentar

Berita Lainnya